Berujung Penganiayaan, Aksi Menolong Pria Mabuk di Mahulu Justru Picu Amarah

Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di kawasan Jembatan Mahakam Ulu. Keduanya kini menjalani proses hukum lebih lanjut atas perbuatannya. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, Samarinda – Peristiwa kekerasan kembali terjadi di kawasan Jembatan Mahakam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, pada Rabu (08/04/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WITA. Dua warga yang awalnya berniat memberikan pertolongan justru menjadi korban pengeroyokan.

Kejadian bermula saat korban bersama rekannya melihat seorang pria tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi tidak sadar. Dengan itikad baik, mereka mencoba membantu. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang yang diduga teman pria tersebut datang ke lokasi.

Ketegangan muncul saat salah satu saksi merekam kondisi di lapangan. Aksi tersebut rupanya memicu emosi para pelaku yang kemudian meminta rekaman dihapus. Mereka bahkan merampas ponsel milik saksi dan menghapus video secara paksa.

Tak hanya itu, korban dan saksi kemudian dipaksa turun dari sepeda motor sebelum akhirnya dianiaya secara bersama-sama oleh para pelaku di lokasi kejadian.

Korban pengeroyokan di kawasan Jembatan Mahakam Ulu mengalami luka pada bagian wajah usai menjadi sasaran kekerasan oleh sekelompok pelaku. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian.( Foto: Fathur)

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka cukup serius, seperti luka robek pada bagian bibir, memar di kepala, serta luka gores di lengan kiri.

Mendapat laporan dari masyarakat, Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang segera melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, dua pelaku berinisial C (22) dan AFG alias E (25) berhasil diamankan pada Senin (13/04/2026) di wilayah Sungai Kunjang tanpa perlawanan.

Saat ini, keduanya telah ditahan di Mapolsek Sungai Kunjang guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Ning Tyas Widyasmita, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Perbuatan seperti ini sangat meresahkan masyarakat. Kami pastikan para pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak kekerasan secara bersama-sama.

Penulis: Fathur | Editor: Awang

#PolsekSungaiKunjang #PolrestaSamarinda #PoldaKaltim

Awang

Recent Posts

Dugaan Penyimpangan Proyek APBD Rp 2,28 Miliar di Paser: Pengawasan Publik dan Transparansi Anggaran Dipertanyakan

TANAH GROGOT, indcyber.com— Sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan dan penataan interior milik Pemerintah Kabupaten…

3 days ago

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

4 days ago

Darurat Korsleting Listrik Hantui Tenggarong, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Desak Evaluasi Total dan Solusi Nyata untuk Warga!

TENGGARONG, indcyber.com  — Musibah kebakaran yang kembali melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Tenggarong…

1 week ago

Wawali Samarinda Harapkan Revitalisasi Sekolah Pacu Semangat Belajar dan Prestasi Pelajar

SAMARINDA, indcyber.com — Pemerintah Kota Samarinda menggelar kegiatan Gelar Griya (Open House) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi…

1 week ago

Warga Muara Jawa Ulu Sumringah! Jalan Pandawa Mulus Berkat Kawalan Ketat Rahmat Dermawan, DPRD Kukar Komit Tuntaskan Infrastruktur hingga ke Pelosok RT

Tenggarong, indcyber.com  — Wajah Jalan Pandawa RT 22, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa,…

2 weeks ago

DARURAT UDARA KUKAR! DPRD Desak Perpanjangan PJJ & Sentil Keras Gerakan “Open Donasi” Pemerintah

TENGGARONG, indcyber.com  — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti…

2 weeks ago