Darurat 1.700 Lubang Tambang di Kaltim, Menteri LH Hanif Faisol Turun Tangan: “Kami Evaluasi Total!”

KALIMANTAN TIMUR , indcyber.com — Situasi darurat 1.700 lubang tambang yang belum direklamasi di Kalimantan Timur akhirnya memantik respons keras dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol. Melalui pesan WhatsApp pada Kamis malam (12/5), Hanif menegaskan bahwa kementerian akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mempercepat langkah penanganan di lapangan.

“Segera kami evaluasi ya. Mungkin perlu waktu 1 bulan ya kita untuk mendetailkan analisanya,” ujar Hanif. Ia menegaskan bahwa setelah proses evaluasi selesai, Kementerian LH akan menyusun rencana kerja konkret beserta tindak lanjut lapangan.

Hanif menyebut evaluasi ini mendesak dilakukan mengingat skala ancaman keselamatan publik. Di sejumlah daerah di Kaltim, lubang tambang terbengkalai menjadi momok, bahkan telah memakan belasan korban jiwa dalam satu dekade terakhir.

“Ini situasi darurat. Kita tidak ingin ada korban lagi. Setelah evaluasi selesai, kami langsung turun dengan langkah terukur,” tambahnya.

Desakan Publik Menguat: Stop Izin Baru, Prioritaskan Reklamasi

Berbagai kelompok masyarakat sipil menilai pemerintah harus mengambil langkah luar biasa — termasuk menghentikan sementara pemberian izin tambang baru hingga reklamasi lubang-lubang lama diselesaikan.

Aktivis lingkungan juga mendesak penegakan hukum lebih tegas terhadap perusahaan pemegang izin yang mengabaikan kewajiban reklamasi. Mereka menilai kondisi 1.700 lubang menganga adalah bukti lemahnya pengawasan bertahun-tahun.

Kaltim di Ujung Krisis Ekologis

Lubang tambang dituding menjadi akar beragam persoalan:

Ancaman keselamatan warga, terutama anak-anak yang bermain di sekitar lubang.

Kerusakan ekosistem air, karena lubang berubah menjadi danau beracun.

Banjir yang semakin parah, akibat perubahan bentang alam.

Dengan pernyataan Menteri LH Hanif Faisol, publik kini menunggu bukti tindakan nyata setelah bertahun-tahun masalah ini dibiarkan menumpuk.

Apakah evaluasi satu bulan ini benar-benar akan menjadi titik balik penanganan lubang tambang di Kaltim? Warga berharap jawaban tegas — bukan janji kosong lagi.(****)

indcyber

Recent Posts

Skandal Aset IPA Loa Bakung: Perumda Tirta Kencana Samarinda Gunakan Aset Pemkot Tanpa Legalitas Penyertaan Modal, BUMD dan BPKAD Diduga Tabrak Aturan!

SAMARINDA, indcyber.com — Praktik pengolahan dan komersialisasi air bersih di Kota Samarinda mendadak disorot tajam.…

9 hours ago

Dibalik Piala Bertabur Gelar: Ironi Penghargaan Pembangunan Kaltara dan Dugaan Pengabaian Hak Konstitusional Warga Krayan

TANJUNG SELOR, indcyber.com— Sebuah ironi besar tersaji dalam panggung pemerintahan Kalimantan Utara. Di saat Gubernur…

13 hours ago

Kereta Gantung Maut dan Pembiaran Kawasan Hutan: Menelusuri Potensi Pelanggaran Hukum Pemkab Kukar di Santan Ulu

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Pernyataan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, yang menolak membangun…

13 hours ago

MONUMEN KEGAGALAN DARI KUTAI BARAT: MANGKRAKNYA JEMBATAN ATJ MELAK DAN BANCAKAN UANG RAKYAT

SENDAWAR , indcyber.com— Di tengah hamparan Sungai Mahakam yang tenang, berdiri dua pilar beton berukuran…

2 days ago

SULAP JALUR HIJAU JADI BENTENG BISNIS ILEGAL: KULITI SKANDAL PERGUDANGAN TANPA IZIN DI SUNGAI KUNJANG SAMARINDA

SAMARINDA, indcyber.com — Tabir gelap kejahatan tata ruang, penggelapan pajak daerah, serta dugaan keterlibatan oknum…

2 days ago

Bobrok Pelayanan PDAM Samarinda: Warga Suryanata Menjerit, Hak Atas Air Bersih Diamputasi Bertahun-tahun

SAMARINDA , indcyber.com— Pelayanan air bersih oleh Perumdam Tirta Kencana (PDAM) Kota Samarinda kembali mendapat…

2 days ago