Categories: BERANDASamarinda

Polemik Folder Sempaja Memanas: Lahan Belum Dibebaskan, Akses Jalan Dipagar, Warga Justru Makin Terendam Banjir

Samarinda, indcyber.com — Sengkarut pembangunan Folder Sempaja di Kelurahan Sempaja Timur semakin memantik kemarahan warga. Selain adanya rekaman pengakuan warga berinisial Iwan soal ketidakpastian pembebasan lahan, muncul pula keluhan baru dari masyarakat sekitar yang mengaku justru semakin terendam banjir sejak proyek folder dibangun.

Lahan Belum Dibebaskan, Jalan Sudah Disemenisasi

Dalam rekaman tersebut, Iwan menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan semenisasi jalan di atas lahan yang belum dibebaskan, tanpa adanya kepastian administrasi maupun dokumen resmi ganti rugi.

“Pembebasannya cuma omon-omon. Sudah bertahun-tahun dijanjikan, tapi tidak pernah ada kepastian,” ujarnya.

Merasa diabaikan, pemilik lahan akhirnya memagar akses masuk jalan ke folder menggunakan kayu dan seng sebagai bentuk protes.

Langkah ini memicu kemacetan aktivitas warga dan dianggap sebagai sinyal bahwa persoalan pembebasan lahan sudah berada pada titik jenuh.

Warga: “Bangun Folder, Tapi Banjir Justru Makin Parah”

Di lapangan, keluhan masyarakat makin keras. Warga mengaku pembangunan folder yang digadang-gadang sebagai solusi banjir tidak memberikan dampak apa pun, bahkan situasi dianggap semakin buruk.

Sejumlah warga menyebut:

Air kini lebih sering meluap,

Dan pada momen tertentu banjir masuk ke dalam rumah mereka,

Kondisi ini lebih parah dibanding sebelum folder dibangun.

“Katanya mau atasi banjir, tapi malah air makin tinggi. Kami yang tinggal dekat folder justru makin sering kebanjiran,” ungkap salah satu warga yang rumahnya terdampak.

Indikasi Pelanggaran Prosedur Semakin Terang

Pembangunan di atas lahan yang belum dibebaskan — ditambah gagal fungsi folder — memperkuat dugaan bahwa proyek ini tidak disiapkan dengan matang, bahkan berpotensi melanggar ketentuan:

UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah, yang mewajibkan pembebasan dan ganti rugi sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Aturan teknis tata kelola drainase dan pengendalian banjir yang mensyaratkan kajian hidrologi–hidrolika sebelum konstruksi.

Jika benar pembangunan dilakukan tanpa tahapan yang sah dan tanpa kajian yang memadai, maka kasus ini berpotensi masuk kategori kelalaian administrasi dan malpraktik perencanaan pembangunan.

Warga Mendesak Pemerintah Turun Tangan

Masyarakat Sempaja Timur mendesak pemerintah kota maupun provinsi:

memberikan kepastian pembebasan lahan bagi pemilik tanah,

mengevaluasi total fungsi Folder Sempaja,

dan menghadirkan solusi banjir yang benar-benar bekerja, bukan proyek yang justru memperparah keadaan.

“Kami hanya ingin kepastian dan keadilan. Kalau bangun folder malah bikin banjir, itu berarti ada yang salah dari perencanaannya,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah kelurahan, kecamatan, maupun dinas teknis belum memberikan keterangan resmi.( DD)

indcyber

Recent Posts

Penertiban Lahan Penambangan Ilegal, Satgas PKH Tinjau Kawasan PT Singlurus Pratama di Kutai Kartanegara

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com – Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyambangi lokasi penertiban…

21 hours ago

Skandal Surat Tanah Fiktif Kalimanis: Dugaan Manipulasi Laporan Hilang ‘Kebal’ Dokumen, Hak 2 Koperasi Dilenyapkan!

SAMARINDA , indcyber.com— Biang kerok permasalahan selama 20 tahun terakhir, Karut-marut sengketa aset tanah seluas…

23 hours ago

Nyawa Pekerja Melayang di Rapak Dalam: Cermin Kelalaian K3 dan Dugaan Tindak Pidana Penanggung Jawab Proyek

Samarinda, indcyber.com -​Praktik pengabaian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kembali menelan korban jiwa. Taryo, seorang…

2 days ago

Tundukkan Kepala di Tengah Kemarau Panjang, Ratusan Personel TNI-Polri dan Warga Samarinda Bersimpuh Gelar Sholat Istisqa di Makorem 091/ASN

SAMARINDA, indcyber.com – Menyikapi cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Timur, sekitar…

3 days ago

Pembiaran Lingkungan Desa Bakungan, Bukti Mati Tumpulnya Penegakan Hukum Negara

Tenggarong, indcyber.com - ​Endapan lumpur yang merusak rumah dan kebun warga RT 6 Desa Bakungan…

3 days ago

MENGUPAS INTRIK PT APT DAN PT GPB: KESEPAKATAN DI ATAS KERTAS, REALISASI NOL BESAR!

TABANG , indcyber.com– Drama pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 3 Tabang membongkar tabir…

3 days ago