Categories: BERANDA

Syarifatul Sya’diah: Validitas Data dan Sinkronisasi Kebijakan Jadi Kunci Sukses Gratispol Kaltim

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah. (Foto : Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA — Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa program layanan gratis atau Gratispol yang diusung Gubernur Kaltim membutuhkan dukungan penuh dari sisi perencanaan, sinkronisasi kebijakan, dan validitas data lintas daerah agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pihaknya mengagendakan rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

“Kita akan segera duduk bersama dengan OPD teknis karena ini menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Gratispol tidak bisa jalan tanpa data yang akurat dan arah kebijakan yang terintegrasi,” ujar Syarifatul, Rabu (11/6/2025).

Menurutnya, salah satu isu utama yang perlu diantisipasi adalah kemungkinan terjadinya duplikasi program antarlevel pemerintahan. Ia mencontohkan, jika suatu kabupaten telah menanggung iuran BPJS secara gratis, maka Pemprov tidak perlu membuat program serupa untuk wilayah tersebut.

“Jangan sampai terjadi pengulangan anggaran. Kita butuh data jelas, wilayah mana saja yang sudah digratiskan dan mana yang belum. Itu dasar kita untuk alokasi,” tegasnya.

Syarifatul mengungkapkan, Bappeda Kaltim bersama Bappeda kabupaten/kota akan segera menggelar rapat teknis untuk menyamakan basis data dan arah kebijakan. Ia juga menyatakan, efisiensi penggunaan anggaran harus menjadi perhatian utama.

“Program seperti Gratispol ini butuh biaya besar. Kita harus pastikan dana digunakan tepat sasaran dan tidak membiayai program yang sudah tertutupi oleh level pemerintahan lain,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa sinkronisasi kebijakan ini akan dikonsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri. Draf kebijakan hasil rapat dijadwalkan masuk pembahasan paripurna sebelum dikirim ke pusat untuk fasilitasi.

“Kami dorong tim percepatan kerja keras. Empat hari setelah permintaan masuk, draf harus sudah siap untuk pembahasan bersama OPD,” ujar legislator asal Golkar ini.

Syarifatul menegaskan, indikator capaian program harus didasarkan pada data konkret dan proyeksi kebutuhan ke depan, agar setiap kebijakan benar-benar berdampak.

“Kita ingin melihat angka capaian sejauh ini, dan seperti apa proyeksinya ke depan. Jangan hanya program berjalan, tapi tidak terukur. Ini menyangkut kredibilitas kebijakan,” pungkasnya.

Reporter: Fathur  | Editor: Awang | ADV

Awang

Recent Posts

APM Kaltim Ajak Massa Jaga Aksi Tetap Damai dan Tertib pada 21 April 2026

Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…

2 hours ago

Berujung Penganiayaan, Aksi Menolong Pria Mabuk di Mahulu Justru Picu Amarah

Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…

21 hours ago

Motor Diparkir Tanpa Kunci Pengaman, Dua Pencuri Berhasil Dibekuk Polisi

Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…

2 days ago

Mantan Kadis Pertambangan Kukar Berinisial AS Resmi Ditahan Terkait Kasus Lahan Transmigrasi

SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…

2 days ago

KECEWA BERAT! TIM VERIFIKASI PEMKAB KUTAI BARAT DINILAI GAGAL, WARGA DESAK HENTIKAN RKAB PT TCM

KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…

3 days ago

JEJAK HITAM PROYEK JALAN Rp27,3 MILIAR DI KALTIM DIDUGA “DIATUR”: PEKERJAAN SUDAH JALAN SEBELUM LELANG

Balikpapan, indcyber.com – Diduga melibatkan oknum" pejabat dilingkungan dinas pupr prov kaltim, praktik korupsi kembali…

3 days ago