EMPAT CPNS KANWILKEMENKUMHAM KALTIM BERUSAHA MENYUAP KETUA PANSEL AGAR LOLOS SELEKSI

INDCYBER.COM ,SAMARINDA -Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur memastikan tidak ada titipan ataupun siap dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di lingkungan kerjanya.

“Kami pastikan dalam penerima CPNS di lingkungan Kemenkumham Kaltim tanpa titipan dari pihak mana pun. Pokoknya kami jamin transparansi penerimaan CPNS,” ujar Ketua Panitia Seleksi CPNS Kanwil Kemenkumham Kaltim, Haris Sukamto ditemui Indcyber.com di sela-sela seleksi, Selasa (30/10).

Dalam seleksi tes wawancara saat dilakukan secara online dengan pusat jadi panitia di daerah hanya bisa memantau lewat layar laptop.

Selain itu, ujian seleksi CPNS yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) juga ikut mengurangi kemungkinan kecurangan dalam seleksi penerimaan pegawai negeri.

“Kita tidak bisa bermain-main. Karena tes itu adalah sistem. Wawancara itupun sistem. Kita juga tidak bisa, miasalnya sakit hati untuk menjatuhkan orang.  Skor-nya langsung dari pusat,” tegasnya.

Untuk CPNS Kemenkumham Kaltim, kata dia, terdapat 37 formasi. Terdiri dari SLTA 25 orang dan sarjana 12 orang.

Kuota yang membatasi para peserta untuk menjadi CPNS membuat beberapa peserta gelap mata. Faktanya, dari 2 ribu lebih CPNS yang mendaftarkan diri untuk menjadi CPNS di Kemenkumham, beberapa di antaranya nekat hendak menyogok petugas agar bisa diloloskan.

“Ada empat orang yang minta bantuan untuk diloloskan jadi CPNS. Bahkan dia (oknum) mau menyogok saya agar diloloskan. Dia bilang, ‘berapapun bapak minta saya kasih’,” ungkapnya.

“Saya jawab ‘mohon dibantu saya agar semua peserta CPNS tetap semangat dan mengikuti tes dengan baik’,” jawab Haris

Seleksi CPNS untuk Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Kaltim digelar pada 28-31 Oktober 2018. Setidaknya ada 2 ribu CPNS yang mendaftar. Dan saat ini tersisa 1.102 peserta.

“Kegiatan seleksi CPNS ini kelanjutan dari seleksi awal.  Yaitu seleksi administrasi dan pengukuran tinggi badan,” tegasnya mengakhiri perbicangannya dengan Indcyber.com.

 

Redaksi -

Recent Posts

Dibalik Triliunan Rupiah Ekspor Teluk Adang: Konspirasi Kejahatan Lingkungan dan Mandulnya Pengawasan Instansi Negara

PASER, indcyber.com — Angka 33.887 hektare bukan sekadar koordinat konsesi di atas kertas. Itu adalah…

2 days ago

​”Menanti Ketukan Palu Jaksa di Bankaltimtara: Siapa Saja Pejabat yang Bakal Terseret Skandal Rp335 Miliar?”

SAMARINDA, indcyber.com – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai amburadulnya penyaluran 134 fasilitas kredit kepada…

2 days ago

MENGENCINGI ATURAN OJK: Skandal Ketergantungan Dana Pemda Bankaltimtara, Direksi Terancam Pidana dan Copot Jabatan!

SAMARINDA, indcyber.com– Tabir fatamorgana kesehatan finansial PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara…

2 days ago

MENEGANGKAN! Mafia Dokumen Terbang Kaltim Digulung, Mengapa Jetty Ancu di Kutai Lama Kebal Hukum?

SAMARINDA, indcyber.com– Genderang perang terhadap gurita bisnis haram "dokumen terbang" di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali…

3 days ago

DANA REBOISASI RP338 MILIAR MANGKRAK: Lembaga Investigasi Negara Tuding Pemprov Kaltara “Sengaja Pembiaran”, Desak KPK Segera Turun Tangan!

TANJUNG SELOR, indcyber.com – Klaim sepihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) yang menyebut pengelolaan…

3 days ago

Konvensi Media Siber di Samarinda, Upi Asmaradhana Dorong Media Kembali Perkuat Kepercayaan Publik

Indcyber.com, SAMARINDA – Di tengah derasnya arus informasi digital dan munculnya berbagai platform berbasis kecerdasan…

3 days ago