Categories: BERANDAKaltim

Gerindra Kaltim Berang, Desak Gubernur Rudy Mas’ud Minta Maaf kepada Presiden Prabowo

SAMARINDA, indcyber.com – Suasana politik di Kalimantan Timur memanas setelah beredarnya pernyataan protes keras dari kader Partai Gerindra terkait pernyataan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Protes ini dipicu oleh ucapan Gubernur di media sosial yang dinilai membandingkan relasi keluarga Presiden Prabowo Subianto dengan praktik penunjukan kerabat dalam struktur kekuasaan daerah.

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Andi Muh Afif Rayhan Harun, menegaskan bahwa tindakan Gubernur yang membawa-bawa nama Presiden sebagai tameng kebijakan daerah adalah sebuah “distorsi logika dan penyesatan etika publik.”

“Hubungan keluarga Presiden tidak pernah menjadi dasar pemberian jabatan publik di daerah. Membawa nama Presiden untuk menjustifikasi penempatan keluarga dalam kekuasaan daerah (TGUPP) adalah tindakan tidak etis dan merendahkan standar kepemimpinan,” ujar Afif Rayhan dalam pernyataan tertulisnya yang tersebar melalui pesan WhatsApp.

Pihak Gerindra menilai Gubernur Rudy Mas’ud mencoba melakukan manipulasi opini publik untuk meredam sorotan tajam masyarakat terkait isu konflik kepentingan, terutama pasca aksi massa yang terjadi pada 21 April lalu.

Atas hal tersebut, kader Partai Gerindra menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Gubernur Kaltim:

 1. Hentikan Manipulasi: Mendesak Gubernur berhenti membawa nama Ketua Umum Gerindra/Presiden Prabowo Subianto dalam menjawab persoalan kebijakan daerah.

 2. Cabut Pernyataan: Meminta Gubernur Rudy Mas’ud mencabut keterangannya dalam waktu sesingkat-singkatnya.

 3. Permohonan Maaf Terbuka: Menuntut Gubernur meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Hasyim Djojohadikusumo melalui media nasional dan media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, pernyataan Gubernur yang viral di media sosial “Selasar” pada 22 April tersebut terus mendapat reaksi keras dari berbagai elemen, khususnya dari partai pengusung Presiden. Afif Rayhan menegaskan bahwa keterangan Gubernur tersebut merupakan bentuk penghinaan dan tindakan yang melampaui batas.( ***)

indcyber

Recent Posts

Wakapolresta Samarinda Resmi Dilantik, Kapolresta Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Kapolresta Samarinda memimpin penandatanganan berita acara dan pengambilan sumpah jabatan dalam upacara pelantikan Wakapolresta Samarinda…

7 hours ago

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Motor di Palaran, Satu Tersangka Berhasil Diamankan

Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda mengamankan tersangka Teddy Tesar Rajab (kiri) beserta barang bukti satu…

8 hours ago

Unit Jatanras Polresta Samarinda Ungkap Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil, Kerugian Korban Capai Rp350 Juta

Terduga pelaku penipuan jual beli mobil, Samsudi, diamankan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda atas dugaan…

9 hours ago

Polsek Palaran Ungkap Kasus Curat, Pria yang Menginap di Rumah Korban Ditangkap

Polsek Palaran bersama Tim Jatanras Polresta Samarinda mengamankan tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat), Teddi…

11 hours ago

Topeng Kebohongan Pemprov Kaltim Terbongkar: Katanya Keluar, Nama Hijrah Mas’ud Masih Menggurita di SK TAGUPP

Samarinda, indcyber.com - MERAGUKAN: Retorika manis jajaran Pemprov Kalimantan Timur yang mengklaim telah menghentikan Hijrah…

15 hours ago

KULITI MAFIA BATU BARA MAHAKAM: Indarto Suharno dan Gurita Jalur Haram Diurai Tuntas!

Skandal Terbesar Perairan Bumi Etam: Ketika Hukum Kalah oleh Kekuatan Modal SAMARINDA, indcyber.com — Alur…

16 hours ago