SAMARINDA, indcyber.com – Belum genap dua tahun merayakan kemenangan di Pilgub Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud sudah menuai kecaman hebat. Di tengah jeritan ekonomi warga Kalimantan Timur, sang Gubernur justru kedapatan “berpesta pora” menguras kas daerah untuk fasilitas mewah yang dianggap tidak bernalar.
Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran fantastis sebesar Rp25 miliar digelontorkan hanya untuk renovasi rumah dinas. Tak berhenti di situ, syahwat kemewahan ini merembet pada pengadaan fasilitas remeh-temeh namun mahal: kursi pijat seharga Rp125 juta dan akuarium laut senilai Rp195 juta.
FRIC Polri Kaltim: “Gubernur Miskin Etika!”
Ketua Fast Respon Team Counter (FRIC) Polri Samarinda, Nurqasrin, meledak dalam kemarahan saat menanggapi pemborosan anggaran ini. Menurutnya, tindakan Rudy Mas’ud adalah bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap rakyat yang memilihnya.
“Gubernur ini tidak pantas memimpin Kaltim! Dia ini gubernur pembohong. Saat kampanye mengumbar janji manis, tapi begitu duduk, pikirannya hanya bagaimana mengeruk uang rakyat untuk masuk ke kantong pribadi dan kroni-kroninya,” tegas Nurqasrin dengan nada keras.
Nurqasrin menuding bahwa ambisi renovasi mewah ini hanyalah kedok untuk “balik modal” pasca-Pilgub yang menghabiskan biaya puluhan miliar rupiah.
“Dia itu kaya secara finansial tapi sebenarnya miskin pikiran. Bukannya memikirkan infrastruktur yang hancur atau kemiskinan di pelosok, dia malah sibuk memanjakan badan dengan kursi pijat ratusan juta. Ini adalah penghinaan bagi warga Kaltim!” tambahnya.
Sorotan Tajam: Balik Modal atau Pelayanan Publik?
Publik kini mulai mempertanyakan arah kebijakan Rudy Mas’ud. Aroma korupsi kebijakan tercium menyengat di balik proyek-proyek estetik yang tidak menyentuh kepentingan rakyat jelata.
Fasilitas Hedon: Kursi pijat dan akuarium laut bukan kebutuhan mendesak bagi jalannya pemerintahan.
Dugaan Kompensasi Kampanye: Muncul dugaan kuat bahwa anggaran fantastis ini sengaja “dimainkan” melalui vendor-vendor tertentu untuk mengganti biaya kampanye yang telah habis.
Rakyat Menagih Janji
Hingga berita ini diturunkan, gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat mulai bermunculan. Janji-janji kampanye tentang kesejahteraan kini tertutup oleh bayang-bayang kemewahan rumah dinas yang bak istana raja di tengah padang kemiskinan.
“Kami dari FRIC akan terus mengawal ini. Jika Gubernur hanya ingin hidup mewah dari keringat rakyat, lebih baik mundur sekarang juga sebelum rakyat yang menyeretnya turun!” tutup Nurqasrin.( ST)
SAMARINDA, indcyber.com– Polemik pengadaan kursi pijat mewah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memanas.…
Sur (Kanit Intel) kiri, Agus (Kanit Reskrim) tengah, Della Kanan MAHAKAM ULU, indcyber.com– Tabir…
SAMARINDA, indcyber.com – Praktik mafia tambang di Kalimantan Timur kian menunjukkan taringnya. Seolah kebal hukum…
SAMARINDA, indcyber.com – Pernyataan Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid (Abul Rasid), yang meminta "keistimewaan" bagi…
SAMARINDA, indcyber.com– Narasi "harmonis" yang dibangun Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, atas hasil Rapat Umum Pemegang…
JAKARTA, indcyber.com– Fondasi otonomi daerah di Indonesia berada di ambang kolaps. Forum Praktisi Hukum Investasi…