IDUL ADHA MOMENTUM MENINGKATKAN KETAQWAAN KITA KEPADA ALLAH SWT

Indcyber.com, Samarinda -Hari Raya Qurban atau Hari Raya Haji tinggal selangkah lagi kita peringati tepatnya esok hari Hari Rabu(22/08/2018). Sebuah peristiwa yang menggambarkan bagaimana pengorbanan seorang Ayah.

Dalam konteks inilah, Nabi Ibrahim sangat tepat dijadikan refleksi untuk mendesain kembali pola pendidikan yang ramah bagi anak. Pengorbanan dan perjuangan Ibrahim sangat inspiratif, bisa menjadi rujukan utama orangtua, sekolah, dan pemerintah dalam mendidik generasi Indonesia masa depan. Ibrahim bukan saja menyebarkan risalah (agama), tetapi juga memberikan strategi mendidik anak yang tepat. Terbukti, sang putra Ismail menjadi sosok anak yang teguh dengan keyakinan, berani mengorbankan dirinya untuk memenuhi tugas dari Allah, bahkan meyakinkan bapaknya, Ibrahim untuk segera menyembelihnya. 

Mendidik Jiwa

Ibrahim tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam hidupnya. Ibrahim mengajarkan bahwa pendidikan haruslah wujud lahiriah dari keyakinannya. Pendidikan pertama-tama adalah mendidik jiwa manusia semakin teguh dan yakin kepada Tuhan. Ini terekam sangat jelas dalam QS Al-Baqarah ayat 132, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” 

Pendidikan, bagi Ibrahim, adalah mengajarkan manusia untuk hidup dan mati yang harus dijalani dengan penuh keyakinan (Islam). Tanpa keyakinan, maka akan lahir kebimbangan dan keraguan. Anak yang tumbuh dengan penuh keyakinan, maka menghadapi problem masa depan bisa mandiri tanpa ragu dan bimbang.

Ibrahim juga melihat pendidikan sebagai langkah menuju kemandirian: mampu menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Kalau sudah bisa memimpin diri sendiri, maka bisa memimpin masyarakat, bangsa, dan negara. Ini terekam sangat jelas dalam QS Al-Baqarah ayat 124, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. Ibrahim berkata: (Dan saya mohon juga) dari keturunanku. Allah berfirman: Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim.

Ibrahim mendidik anak-anaknya menjadi imam yang menyeru kebaikan, menegakkan keadilan, dan tanpa lelah berjuang demi kemanusiaan. Kemudian membuat rumahnya sebagai sekolah bagi keluarganya. Karena pendidikan pertama, bagi Ibrahim, adalah keluarga. Keluarga merupakan basis paling utama dalam pendidikan, baru kemudian sekolah dan masyarakat. Makanya, dalam berbagai ayat Alquran, Ibrahim selalu memberikan wasiat kepada anak-anaknya untuk teguh menjaga prinsip dan keyakinan. Keluarga Ibrahim adalah benteng utama membangun generasi.

Pendidikan ala Ibrahim juga sangat menekankan akhlak (budi pekerti). Walaupun Ibrahim berbeda keyakinan dengan bapaknya, tetapi Ibrahim sangat menghormati bapaknya. Ibrahim tetap berdakwah kepada ayahnya, tetapi soal mengikuti atau tidak, itu sepenuhnya hidayah dari Allah. Makanya, Ibrahim tetap mendoakan bapaknya agar mendapatkan ampunan dari Allah. Ini terekam dalam QS Al-Mumtahanah ayat 4, “Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah.” 

Ibrahim sangat menjaga akhlak kepada orangtuanya. Ini juga ia ajarkan kepada anak-anaknya. Akhlak menjadi pegangan utama, sehingga nilai-nilai ajaran yang diajarkan bisa menancap dalam hati sang anak. Hati yang teguh dan tulus bisa membuka pencerahan batin yang sangat dinantikan. Bisa melahirkan generasi yang siap berjuang untuk bangsa dan negara. 

Menyemaikan Kedamaian

Kekerasan yang melanda dunia pendidikan harus segera dihentikan. Pendidikan ala Ibrahim bisa menjadi oase bagi proses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Ibrahim langsung memberikan keteladanan kepada anak-anaknya, nasihat, mengajak dialog dan berdebat, sehingga pendidikan berlangsung dengan kondusif. Semuanya dilandasi dengan cinta dan kasih sayang serta mencari rida Allah. Dalam diri Ibrahim selalu dipenuhi kedamaian, sehingga pendidikan yang ia jalankan menghasilkan generasi yang cinta damai. Ismail adalah karya nyata Ibrahim dalam menyemaikan kedamaian, sehingga Ismail tidak jadi disembelih, diganti dengan kambing. 

Etos pendidikan yang luhur, penuh cinta dan kedamaian inilah yang mesti digerakkan di Indonesia. Kekerasan hanya menjadikan anak sebagai korban. Kalaupun terjadi kekerasan, maka merujuk kepada Ibrahim, semua bisa didiskusikan dengan baik dan penuh kekeluargaan. Apa yang dilakukan Ibrahim menegaskan bahwa pendidikan mestinya didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam sebagaimana yang tercantum dalam Alquran dan al-hadis serta dalam pemikiran para ulama dalam praktik sejarah umat manusia. 

Etos pendidikan ala Ibrahim menjadi penggerak bangsa ini untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari kekerasan. Kita tanamkan kasih sayang dan cinta damai, sehingga anak bangsa menjadi oase bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.Selamat Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah. 

Redaksi -

Recent Posts

MENETASNYA BENCANA ANGGARAN Rp183,5 MILIAR KALTIM

​Mencederai Hukum dan Fungsi Pengawasan: Tatapan Tajam ke PPK 1.9, Satker PJN I, dan BBPJN…

1 hour ago

Proyek Jalan Rp196,8 Miliar di Kutai Barat Disorot : Aspal Diduga 2–3 Cm, Drainase Menyusut, BBPJN Kaltim Wajib Buka Data

Kutai Barat, indcyber.com — Proyek preservasi jalan ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Melak (Sp. Blusuh–Melak)…

4 hours ago

Jalan Loa Janan Amblas Parah, BPBJN Kaltim Berdalih ‘Tanah Lunak’: Kegagalan Perencanaan atau Pembiaran Berbahaya?

LOA JANAN, KUKAR, indcyber.com— Bencana kegagalan struktur jalan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara,…

5 hours ago

BANCAKAN ANGGARAN DI ATAS BATU BERSATU: MENGULITI BOBROKNYA PROYEK JALAN MARGASARI–KUKAR

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…

1 day ago

SKANDAL JALAN AMBRUK BERULANG MARGASARI KUKAR: ABRASI MAHAKAM JADI ALIBI, DUGAN BOBROKNYA PROYEK DAN PERMAINAN ANGGARAN HARUS DITUNTASKAN!

LOA KULU, KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Kerusakan berulang pada Jalan Poros Tenggarong–Loa Janan, khususnya di…

2 days ago

AMBLAS BERULANG KALI: BUKTI BOBROKNYA PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR JALAN YOS SUDARSO DESA JEMBAYAN, KUTAI KARTANEGARA

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Bencana yang berulang bukanlah sekadar takdir alam, melainkan cermin telanjang ketidakbecusan…

2 days ago