JOKOWI:DALAM WAKTU DUA MINGGU SAYA MINTA ADA PENERBANGAN DARI SAMARINDA KE JAKARTA DAN SEBALIKNYA

INDCYBER.COM, SAMARINDA -Hari ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tiba di Bandara APT Pranoto, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Jokowi tiba di Kota Samarinda, Ibukota Kalimantan Timur didampingi ibu Negara, Iriana. Kunjungan Jokowi ke Samarinda ini adalah untuk meresmikan dua bandara di Kalimantan Timur, yaitu Bandara APT Pranoto Samarinda dan Bandara Maratua Berau.

Pesawat kepresidenan jenis Boeing 737-400 mendarat di Bandara APT Pronoto Samarinda. Selanjutnya tampak Presiden Jokowi dan Ibu Irianan menuruni tangga pesawat

Dalam kesempatan ini Presiden Joko Widodo menugaskan Kementerian Perhubungan untuk dapat segera membuka rute baru di bandara APT Pranoto Samarinda.

Bahkan, dalam peresmian bandara APT Pranoto Samarinda dan bandara Maratua Berau di bandara APT Pranoto Samarinda, Kamis (25/10/2018), Presiden memerintahkan dalam dua minggu kedepan sudah ada penerbangan keluar Kaltim.

“Dua bulan itu kelamaan, saya minta maksimal dua minggu sudah ada penerbangan dari Samarinda ke Jakarta atau sebaliknya. Terserah pesawatnya apa, yang penting ada penerbangan, karena memang ini dibutuhkan masyarakat Samarinda dan sekitarnya,” ucap Presiden Joko Widodo.

Selain itu, orang nomor satu di Republik ini juga meminta untuk segera dilakukan pengembangan terminal bandara, yang saat ini berukuran 12 ribu meter persegi menjadi 36 ribu meter persegi, guna dapat menampung mencapai 5 juta orang per tahun, karena saat ini baru dapat 1,5 juta penumpang.

“Kalau dilihat dari potensinya, dengan terminal saat ini tidak mungkin cukup menampung penumpang sampai 5 juta orang, dan harus dilakukan pengembangan,” jelasnya.

Selain itu, dengan adanya bandara di kepulauan Derawan, yakni bandara Maratua, diharapkan potensi wisata yang ada semakin berkembang, dengan banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang.

“Dengan adanya bandara Maratua, yang dibangun penuh oleh Kemenhub, hal ini bisa menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru,” ucap pria yang akrab disapa Jokowi ini.

“Dan, konektivitas antar daerah berupa pembangunan bandara, jalan tol, pelabuhan dan jalur kereta api ini penting, untuk mobilisasi barang dan orang, tapi bukan hanya untuk urusan ekonomi, tapi konektivitas untuk mempersatukan bangsa kita yang besar ini,” tambahnya.

Kalimantan Timur, bakal dibawa oleh Presiden sebagai contoh, agar daerah lain juga dapat melakukan pembangunan jalur transportasi.

“Bandara ini inisiatif daerah, pusat hanya dorong sedikit anggaran, Kaltim akan saya bawa menjadi percontohan bagi daerah lain,” tutup Presiden.

Redaksi -

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

3 days ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

4 days ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

5 days ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

6 days ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

6 days ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

1 week ago