Categories: DPRD KALTIMSamarinda

Kaltim Silent Dua Hari, Ini Kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim,Ely Hartati Rasyid.

Penulis: Slamet Pujiono

INDCYBER.COM,KUKAR-Demi menjalankan instruksi Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor untuk tetap berada di dalam rumah pada Sabtu-Minggu tanggal 6 dan 7 Februari, Pemerintah Kota Samarinda pun sebagai ibukota Provinsi ikut menerapkannya.

Kendati demikian, beberapa tempat yang dibutuhkan masyarakat tetap buka, seperti pasar tradisional, swalayan masih tetap buka.Hal ini dikarenakan menurut masyarakat penerapannya terkesan mendadak dan ikut ikutan Provinsi Jawa Tengah.

Penerapan Sabtu Minggu di rumah aja atau Kaltim Silent ini mendapat tanggapan serta kritikan pedas bukan saja dari masyarakat kecil namun juga mendapatkan sorotan dari anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dapil Kukar,Ely Hartati Rasyid.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim ini pihaknya akan memanggil Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam hal ini akan diwakili oleh Sekdaprov Kaltim HM Sa’bani ke gedung Karang Paci.

“Insyallah besok(Senin,8/2/2021,red) kita mau membahas dengan Sekprov karena Kaltim Silent ini sebuah kejutan buat kami,baru di umumkan dan langsung dilaksanakan,”ujar Ely Hartati Rasyid kepada indcyber.com melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (7/2/2021) siang.

Mantan Ketua Projo Kukar ini juga menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yakni Gubernur Kaltim Isran Noor yang mengambil keputusan secara mendadak serta sosialisasi ke masyarakat juga sangat mendadak tersebut.

“Sosialisasinya terkesan mendadak dan berakibat pasar pasar di hari Jumat kemarin seperti mau lebaran saja,disamping itu kasian pedagang kecil jika Sabtu Minggu harus tutup.Kami sangat mendukung program Pemerintah tapi jangan hanya instruksi namun juga harus ada solusi,”bebernya.

Komisi IV DPRD Kaltim telah mengirimkan undangan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna membahas hal tersebut, masih imbuh Ely dalam pertemuan nanti tentunya akan ada poin poin penting yang akan dibahas bersama termasuk apa kompensasi kepada para pelaku usaha jika setiap Sabtu Minggu harus bersemedi.

“Sekaki lagi besok kita sudah undang rapat tujuannya ya itu tadi membahas gerakan yang ikut Provinsi Jateng ini mau kita evaluasi bersama.Jika kita mengikuti aturan karantina wilayah bagi Pemerintah tentu harus ada konsekuensinya yakni kewajiban Pemerintah kepada warga yang terkarantina ini karena hanya 2 hari setiap akhir pekan.Maka mau kita dengerin bersama dulu pelaksanaan Kaltim Silent 2 hari ini,”pungkasnya.

Redaksi -

Recent Posts

Oknum Anggota Terlibat Insiden di Kafe Amat, Kodim 0901/Smd Minta Maaf dan Tegaskan Proses Hukum Berjalan

SAMARINDA, indcyber.com — Komando Distrik Militer (Kodim) 0901/Samarinda secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden…

1 hour ago

Skandal Koperasi Kalimanis: Dugaan Pembobolan Dana Rp707 Juta Libatkan Oknum TPAK, Diskop, dan Bank Bukopin

Samarinda, indcyber.com — Skandal dugaan pembobolan dana Koperasi Kalimanis Group senilai Rp707,5 juta makin benderang.…

2 days ago

Peringatan Keras Bagi Pengusaha Ekspedisi: Razia Gabungan Sasar Parkir Liar Truk Petikemas di Palaran

SAMARINDA , indcyber.com – Merespons aduan masyarakat yang resah akan tingginya risiko kecelakaan, tim gabungan…

5 days ago

SKANDAL ANGGARAN KALTIM 2024: Rp91,46 MILIAR “SALAH POS” ATURAN, BOBROKNYA TATA KELOLA ATAU SENGANJA DITUTUPI?

SAMARINDA, indcyber.com — Pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2024 terindikasi amburadul…

5 days ago

Tak Ada Ampun Bagi Pelanggar! Dishub Samarinda Seret Mobil Parkir Liar ke Kantor

SAMARINDA, indcyber.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda kembali menyisir ruang jalanan kota. Patroli rutin…

6 days ago

Bongkar Carut-Marut Rp4,7 Triliun Dana Pendidikan Kaltim: Mengapa Anggaran Triliunan Tak Cocok dan Rp91 Miliar Salah Belanja?

SAMARINDA , indcyber.com— Alokasi anggaran fungsi pendidikan Kalimantan Timur tahun 2024 yang menembus Rp4,7 triliun…

7 days ago