Categories: BERANDAKaltim

Kontrak dan Kepemilikan: Siapa di Balik Rantai Bisnis Energi di Kaltim?

SAMARINDA , indcyber.com— Provinsi Kalimantan Timur yang selama ini dipuja sebagai lumbung energi nasional justru menyimpan paradoks serius: kekayaan sumber daya alam berbanding terbalik dengan transparansi tata kelola. Di balik deretan kontrak energi—mulai dari batu bara, migas, hingga jasa penunjang—muncul pertanyaan mendasar yang tak kunjung terjawab: siapa sebenarnya yang menguasai rantai bisnis energi di Kaltim?

Sorotan tajam kini mengarah pada irisan kepentingan antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis, yang dinilai belum menunjukkan keberanian membongkar jejaring kepemilikan dan kontrak energi secara terbuka.

Kritik Terbuka: Audit Menyeluruh atau Kaltim Terus Jadi Bancakan

Sekretaris Prawiro (Prajurit Prabowo Subianto) Kalimantan Timur, Ahmad Jayansyah, melontarkan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa Kaltim berada dalam situasi darurat tata kelola.

“Kami mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh program dan kegiatan di Kalimantan Timur, khususnya sektor energi. Mulai dari kontrak, perizinan, hingga kepemilikan perusahaan. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas Ahmad Jayansyah.

Menurutnya, selama ini publik hanya disuguhi narasi pembangunan dan investasi, namun fakta di lapangan menunjukkan kerusakan lingkungan, konflik lahan, serta kebocoran penerimaan daerah yang berulang.

Gubernur dan OPD: Pengendali atau Sekadar Penonton?

Kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah seharusnya menjadi kunci pengawasan. Namun, lemahnya pengendalian terhadap izin usaha pertambangan (IUP), kontrak kerja sama, dan alih kepemilikan saham menimbulkan dugaan adanya pembiaran sistematis.

Sekretaris Prawiro DPD Prov Kaltim Achmad Jayansyah

Sejumlah kontrak energi diduga:

Tidak disertai transparansi beneficial ownership

Minim evaluasi lingkungan dan reklamasi

Berpotensi melanggar UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

Bertentangan dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Aparat Penegak Hukum: Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas?

Kritik pedas juga diarahkan kepada kepolisian dan kejaksaan di Kalimantan Timur. Meski kerap mengumumkan penindakan kasus tambang ilegal skala kecil, publik menilai penegakan hukum belum menyentuh aktor besar di balik rantai bisnis energi.

Indikasi yang disorot:

Lambannya penanganan laporan masyarakat

Mandeknya penyelidikan dugaan kejahatan korporasi

Tidak terbukanya progres penanganan kasus strategis

Padahal, secara hukum, aparat memiliki dasar kuat melalui:

UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

UU No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang

Energi untuk Rakyat atau Elit?

Ahmad Jayansyah menegaskan bahwa bisnis energi di Kaltim tidak boleh terus menjadi ladang akumulasi segelintir elite, sementara rakyat menanggung dampak sosial dan ekologis.

“Jika aparat dan pemerintah daerah terus diam, publik berhak mencurigai adanya konflik kepentingan. Audit menyeluruh adalah pintu masuk untuk membersihkan Kaltim,” katanya.

Tuntutan Publik

Prawiro Kaltim dan elemen masyarakat sipil mendesak:

Audit independen seluruh kontrak dan kepemilikan bisnis energi di Kaltim

Pembukaan data beneficial ownership perusahaan energi

Evaluasi peran OPD teknis dan penegak hukum

Penindakan tegas tanpa pandang bulu

Tanpa langkah konkret, Kalimantan Timur berisiko terus terjebak dalam lingkaran gelap bisnis energi—di mana kontrak ditandatangani, keuntungan mengalir ke atas, dan kerusakan ditinggalkan untuk rakyat.

Pertanyaannya kini sederhana namun tajam: negara hadir untuk rakyat, atau sekadar menjadi pelayan rantai bisnis energi?(J/R)

indcyber

Recent Posts

Skandal Aset IPA Loa Bakung: Perumda Tirta Kencana Samarinda Gunakan Aset Pemkot Tanpa Legalitas Penyertaan Modal, BUMD dan BPKAD Diduga Tabrak Aturan!

SAMARINDA, indcyber.com — Praktik pengolahan dan komersialisasi air bersih di Kota Samarinda mendadak disorot tajam.…

5 minutes ago

Dibalik Piala Bertabur Gelar: Ironi Penghargaan Pembangunan Kaltara dan Dugaan Pengabaian Hak Konstitusional Warga Krayan

TANJUNG SELOR, indcyber.com— Sebuah ironi besar tersaji dalam panggung pemerintahan Kalimantan Utara. Di saat Gubernur…

3 hours ago

Kereta Gantung Maut dan Pembiaran Kawasan Hutan: Menelusuri Potensi Pelanggaran Hukum Pemkab Kukar di Santan Ulu

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Pernyataan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, yang menolak membangun…

4 hours ago

MONUMEN KEGAGALAN DARI KUTAI BARAT: MANGKRAKNYA JEMBATAN ATJ MELAK DAN BANCAKAN UANG RAKYAT

SENDAWAR , indcyber.com— Di tengah hamparan Sungai Mahakam yang tenang, berdiri dua pilar beton berukuran…

1 day ago

SULAP JALUR HIJAU JADI BENTENG BISNIS ILEGAL: KULITI SKANDAL PERGUDANGAN TANPA IZIN DI SUNGAI KUNJANG SAMARINDA

SAMARINDA, indcyber.com — Tabir gelap kejahatan tata ruang, penggelapan pajak daerah, serta dugaan keterlibatan oknum…

1 day ago

Bobrok Pelayanan PDAM Samarinda: Warga Suryanata Menjerit, Hak Atas Air Bersih Diamputasi Bertahun-tahun

SAMARINDA , indcyber.com— Pelayanan air bersih oleh Perumdam Tirta Kencana (PDAM) Kota Samarinda kembali mendapat…

2 days ago