Muhammad Faisal: Adaptasi Digital Jadi Kunci Kelangsungan Media di Tengah Perubahan Perilaku Audiens

Indcyber.com , SAMARINDA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa media massa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang terus bergerak cepat. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi telah mengubah lanskap industri media secara signifikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Faisal saat membahas tantangan yang dihadapi media di era digital. Ia menilai, setiap media memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan masing-masing sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurut Faisal, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting bagi keberlangsungan sebuah media. Media yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan audiens akan memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan eksistensinya.

Ia mengatakan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari karena saat ini masyarakat hidup di era digital. Pola konsumsi informasi yang sebelumnya didominasi media konvensional kini bergeser ke platform digital yang menawarkan kecepatan dan kemudahan akses.

“Kalau tidak mau beradaptasi atau tidak mampu beradaptasi, maka harus berkolaborasi. Karena masing-masing punya plus dan minus. Yang jelas sekarang kita harus mengakui bahwa ini adalah era digital,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dapat menjadi solusi bagi media yang menghadapi keterbatasan sumber daya atau teknologi. Dengan bekerja sama, media dapat saling melengkapi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki untuk menghasilkan produk jurnalistik yang lebih baik.

Faisal juga menyoroti pentingnya kecepatan dalam penyampaian informasi. Menurutnya, masyarakat saat ini menginginkan berita yang dapat diakses dengan cepat tanpa harus menunggu lama untuk mengetahui perkembangan suatu peristiwa.

Karena itu, sejumlah platform media nasional telah melakukan berbagai inovasi dalam penyajian berita. Mereka menghadirkan format informasi yang lebih singkat dan mudah dipahami, namun tetap menyediakan versi lengkap bagi pembaca yang ingin memperoleh informasi lebih mendalam.

Ia menilai langkah tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan audiens modern. Dengan menyediakan dua format sekaligus, media dapat memenuhi kebutuhan pembaca yang mengutamakan kecepatan maupun mereka yang membutuhkan informasi secara komprehensif.

“Ada platform nasional yang sudah melihat perubahan ini sejak sekitar sepuluh tahun terakhir. Mereka membuat informasi yang lebih cepat dikonsumsi pembaca, tetapi tetap ada versi lengkapnya. Karena kecepatan sekarang menjadi sesuatu yang sangat penting,” jelasnya.

Meski demikian, Faisal mengingatkan bahwa kecepatan tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalistik. Akurasi, verifikasi informasi, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pemberitaan.

Menurutnya, tantangan terbesar media saat ini bukan hanya bagaimana menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi yang beredar di berbagai platform digital.

Faisal optimistis media yang mampu menggabungkan inovasi teknologi, kecepatan penyajian informasi, serta kualitas jurnalistik yang baik akan tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Ia pun mendorong insan pers untuk terus meningkatkan kapasitas dan terbuka terhadap perubahan agar dapat menjawab tantangan industri media di masa depan.

Penulis: Fathur  | Editor: Awang

Awang

Recent Posts

WASPADA MODUS BARU: Pelaku Kejahatan Menyamar Jadi Pemulung, Targetkan Sepeda Motor Warga

JAKARTA, indcyber.com – Warga di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) diimbau untuk…

24 hours ago

Dugaan Maladministrasi Putusan MA, Terdakwa Soroti Kejanggalan Nominal Denda dan Penerapan Pasal TPPU

SAMARINDA, indcyber.com— Sebuah pengakuan mengejutkan beredar luas di media sosial terkait adanya dugaan ketidaksesuaian (discrepancy)…

2 days ago

Booming ‘Dokumen Terbang’ & Skandal Rp36 Miliar: Massa IMPERIUM Serbu KSOP Samarinda, Tuntut Copot Pejabat Terkait!

SAMARINDA, indcyber.com– Aroma busuk dugaan korupsi, suap, dan mafia tambang kembali menyengat Kantor Kesyahbandaran dan…

3 days ago

Baru Bebas, Sosok Ini Sebut Ada Prosedur Penyidikan yang Tak Sesuai Fakta

Tenggarong, indcyber.com– Usai dinyatakan bebas, seorang warga net yang dikenal melalui akun media sosialnya langsung…

3 days ago

Dugaan Jual-Beli Proyek APBD Samarinda: Mengapa Pasal Penipuan Dipakai, Bukan Tipikor?

SAMARINDA, indcyber.com – Penanganan perkara dugaan jual-beli proyek APBD di Kota Samarinda mulai memunculkan pertanyaan…

3 days ago

Dinilai Banyak Drama dan Tunda Hak Angket, Aliansi Rakyat Kaltim Geruduk Kantor DPRD, Aksi Sempat Ricuh

SAMARINDA, indcyber.com – Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat kembali memuncak. Ratusan massa yang…

4 days ago