Wali Kota Samarinda Ingatkan Disiplin Anggaran, Paripurna DPRD Tetapkan Raperda APBD 2026

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan tanggapan atas pandangan akhir fraksi-fraksi dalam Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Raperda APBD 2026 di Gedung DPRD Kota Samarinda. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA — Agenda penetapan Raperda APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda pada Jumat malam (28/11/2025) tidak hanya menegaskan arah pembangunan kota tahun depan, tetapi juga menjadi panggung bagi Wali Kota Andi Harun untuk kembali mengingatkan pentingnya disiplin tata kelola anggaran di lingkungan pemerintah daerah.

Dipimpin Ketua DPRD Helmi Abdullah, paripurna tersebut berlangsung dengan kehadiran lengkap unsur pimpinan daerah: Wali Kota Andi Harun, Wakil Wali Kota Saefudin Zuhri, Forkopimda, para kepala OPD, serta para lurah yang mengikuti secara virtual. Sidang berjalan kondusif dan menandai selesainya rangkaian pembahasan panjang antara eksekutif dan legislatif.

Seluruh Fraksi Sepakat, Raperda APBD 2026 Melaju ke Tahap Evaluasi Provinsi

Delapan fraksi DPRD Samarinda kompak menyatakan persetujuan terhadap Raperda APBD 2026 tanpa menyertakan keberatan substansial. Kesepakatan kolektif ini menegaskan bahwa struktur anggaran baik pendapatan maupun belanja telah melalui proses penyelarasan yang dianggap memadai oleh seluruh fraksi.

Dengan begitu, dokumen anggaran resmi melangkah ke tahap evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelum ditetapkan menjadi Perda.

Pendapatan Daerah Belum Final, Samarinda Menanti Kepastian Dana Provinsi

Dalam penyampaian tanggapannya, Wali Kota Andi Harun menjelaskan bahwa proyeksi pendapatan daerah tahun 2026 tercatat sebesar Rp3,18 triliun. Namun, angka tersebut masih bersifat tentatif karena belum dimasukkannya alokasi bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim.

“Pendapatan ini belum final. Sampai hari ini bantuan keuangan provinsi masih Rp0. Jika dialokasikan, penyesuaiannya nanti dilakukan saat evaluasi di provinsi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan langkah Pemkot Samarinda yang telah mengirimkan surat keberatan kepada pemerintah pusat atas pemotongan transfer daerah.

“Kami berharap pusat memberi perhatian khusus agar Samarinda tetap menjadi prioritas dalam distribusi anggaran,” tegasnya.

Sorotan untuk Sekretariat DPRD: Belanja Wajib Sesuai Mekanisme

Selain membahas pendapatan, wali kota juga menekankan perlunya pengelolaan belanja yang lebih tertib, khususnya di Sekretariat DPRD. Ia mengingatkan bahwa kelalaian mengikuti mekanisme dapat memicu pemeriksaan investigatif dari pemerintah pusat.

“Belanja Sekretariat DPRD mohon diserahkan dulu pembahasannya kepada TAPD. Jika praktik yang tidak produktif tetap dibiarkan, risiko pemeriksaan investigatif sangat mungkin terjadi,” jelasnya.

Andi Harun menegaskan bahwa hak-hak pimpinan dan anggota DPRD tetap dijamin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, selama setiap proses anggaran berjalan transparan dan terukur.

Reporter: Fathur | Editor: Awang

Awang

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

2 weeks ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

2 weeks ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

2 weeks ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

2 weeks ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

2 weeks ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

2 weeks ago