INDCYBER.COM, SAMARINDA – Suasana terasa berbeda usai digelarnya Rapat Paripurna ke-35 DPRD Kaltim, Jumat (30/08/2019) malam.
Para legislator Karang Paci, bergegas maju ke depan ruang rapat dan melakukan swafoto bersama anggota yang lain, juga bersama Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.
Terang saja momen ini serasa istimewa. Rapat Paripurna tersebut menjadi yang terakhir bagi anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019.
Momentum ini juga digunakan sebaik-baiknya, untuk mengabadikan momen karena tak sedikit legislator tersebut akan meninggalkan Gedung Karang Paci karena tak lagi terpilih sebagai anggota DPRD pada periode 2019-2024 mendatang.
Ahmad Rosyidi salah satunya. Legislator yang tergabung di Komisi II, berharap perjuangan yang sudah dilakukannya dapat diteruskan oleh para legislator yang terpilih selanjutnya.
“Banyak PR (Pekerjaan Rumah). Ada beberapa tugas belum tuntas. Persoalan perubahan badan hukum perusahaan daerah, juga regulasi pertanian dalam arti luas. Apalagi kita menyongsong pemindahan Ibukota Negara (IKN) banyak hal yang harus disiapkan regulasinya,” ujarnya kepada indcyber.com
Persoalan penyiapan dan ketahanan pangan, perdagangan, hingga kesiapan infrastruktur ekonomi, kata Ahmad Rosyidi , harus menjadi fokus selanjutnya untuk dibuatkan regulasi hingga penyiapan anggarannya dimasa selanjutnya.
Politisi PPP ini, mengaku dengan tak terpilihnya kembali dirinya sebagai anggota legislatif, akan memberikan ruang yang lebih luas baginya untuk bisa menyiapkan diri mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak September 2020 mendatang.
“Perjuangan masih panjang, saya akan terus mengabdi kepada Kaltim dan negeri ini namun dalam konteks yang berbeda dan insyaallah saya siap bertarung di Pilwali Balikpapan 2020, ”
Ahmad Rosyidi juga menyampaikan pesan kepada para penerusnya yaitu anggota DPRD Kaltim Periode 2019-2024.
“Di DPRD ada yang satu hal yang harus dilakukan, siapapun dia. Pimpinan, ataupun anggota yaitu mampukah kita bertanya kepada hati nurani masing-masing. Jangan sampai kepetingan masyarakat dikalahkan oleh kepentingan golongan dan pribadi. Ini banyak terjadi selama saya menjadi DPRD. Mudah-mudahan anggota DPRD yang melanjutkan perjuangan akan mampu bertanya kepada hati nurani masing-masing, jangan sampai mengalahkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (adv/sp).
SAMARINDA, indcyber.com– Tabir gelap skandal korupsi pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada Kementerian Transmigrasi di…
SAMARINDA,indcyber.com – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Samarinda terus mematangkan persiapan menjelang Pekan Olahraga…
SAMARINDA, indcyber.com – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur…
SAMARINDA, indcyber.com– Gerakan antikorupsi di Kalimantan Timur kembali merapatkan barisan. Sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati…
SAMARINDA, indcyber.com – Aroma tebang pilih dan ketidakprofesionalan menyengat kuat dalam penanganan kasus dugaan penyelenggaraan…
Bogor, indcyber.com– Momentum bersejarah menyelimuti seantero negeri. Tepat pada 1 Juli 2026, Kepolisian Negara Republik…