Anggaran Damkar Dinilai Belum Ideal, Komisi III DPRD Dorong Perhatian Khusus dari TAPD

SAMARINDA , Indcyber.com – Komisi III DPRD Kota Samarinda menilai anggaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) pada tahun 2026 belum ideal dan berpotensi mengganggu optimalisasi pencegahan serta penanganan bencana. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, usai rapat kerja evaluasi bersama Damkar.

Abdul Rohim menjelaskan, dalam rapat tersebut Komisi III mengevaluasi kinerja Damkar tahun anggaran 2025 dari dua aspek utama, yakni realisasi fisik dan realisasi keuangan. Secara umum, realisasi keuangan dinilai cukup baik karena telah berada di atas 90 persen.

“Secara kinerja, baik realisasi fisik maupun keuangan sudah cukup bagus. Tapi kami juga mencermati adanya kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga yang nilainya cukup besar dan tercatat dalam laporan keuangan Damkar,” ujarnya.

Permasalahan krusial, lanjut Abdul Rohim, justru terlihat pada perencanaan anggaran tahun 2026. Dengan pagu sekitar Rp25 miliar, sebagian besar anggaran hanya mampu menutupi kebutuhan rutin dan operasional, seperti gaji dan tunjangan pegawai, listrik, air, BIA, serta bahan bakar minyak (BBM).

“Anggaran tersebut belum sebanding dengan beban kerja Damkar di lapangan. Sekarang ini, hampir setiap persoalan darurat di masyarakat selalu melibatkan Damkar, bukan hanya kebakaran, tetapi juga evakuasi hewan, pelepasan cincin, hingga kejadian nonkebakaran lainnya,” jelasnya.

Menurut Abdul Rohim, efisiensi anggaran tidak semestinya diterapkan secara ekstrem terhadap OPD yang berkaitan langsung dengan mitigasi bencana. Damkar memiliki peran strategis dalam mencegah terjadinya musibah serta menangani dampak ketika bencana terjadi.

“Kalau anggaran Damkar terlalu minim, maka pencegahan tidak optimal. Saat bencana terjadi, penanganannya juga tidak maksimal. Ini bisa berdampak pada meningkatnya kerugian, baik materiel maupun nonmateriel,” tegasnya.

Oleh karena itu, Komisi III DPRD Kota Samarinda mendorong adanya perhatian khusus dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Abdul Rohim menyebut pihaknya akan membuka ruang diskusi lanjutan dengan pemerintah kota agar Damkar tidak menjadi OPD yang terdampak efisiensi berlebihan.

Selain itu, Komisi III juga mendorong alternatif pembiayaan melalui kemitraan dengan pihak swasta, termasuk pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami sudah meminta Damkar menyampaikan secara rinci kebutuhan prioritasnya, baik fisik maupun nonfisik. Komisi III akan berupaya mencari jalan terbaik agar pelayanan Damkar kepada masyarakat tetap optimal,” pungkas Abdul Rohim.amarinda menilai anggaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) pada tahun 2026 belum ideal dan berpotensi mengganggu optimalisasi pencegahan serta penanganan bencana. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, usai rapat kerja evaluasi bersama Damkar.

Abdul Rohim menjelaskan, dalam rapat tersebut Komisi III mengevaluasi kinerja Damkar tahun anggaran 2025 dari dua aspek utama, yakni realisasi fisik dan realisasi keuangan. Secara umum, realisasi keuangan dinilai cukup baik karena telah berada di atas 90 persen.

“Secara kinerja, baik realisasi fisik maupun keuangan sudah cukup bagus. Tapi kami juga mencermati adanya kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga yang nilainya cukup besar dan tercatat dalam laporan keuangan Damkar,” ujarnya.

Permasalahan krusial, lanjut Abdul Rohim, justru terlihat pada perencanaan anggaran tahun 2026. Dengan pagu sekitar Rp25 miliar, sebagian besar anggaran hanya mampu menutupi kebutuhan rutin dan operasional, seperti gaji dan tunjangan pegawai, listrik, air, BIA, serta bahan bakar minyak (BBM).

“Anggaran tersebut belum sebanding dengan beban kerja Damkar di lapangan. Sekarang ini, hampir setiap persoalan darurat di masyarakat selalu melibatkan Damkar, bukan hanya kebakaran, tetapi juga evakuasi hewan, pelepasan cincin, hingga kejadian nonkebakaran lainnya,” jelasnya.

Menurut Abdul Rohim, efisiensi anggaran tidak semestinya diterapkan secara ekstrem terhadap OPD yang berkaitan langsung dengan mitigasi bencana. Damkar memiliki peran strategis dalam mencegah terjadinya musibah serta menangani dampak ketika bencana terjadi.

“Kalau anggaran Damkar terlalu minim, maka pencegahan tidak optimal. Saat bencana terjadi, penanganannya juga tidak maksimal. Ini bisa berdampak pada meningkatnya kerugian, baik materiel maupun nonmateriel,” tegasnya.

Oleh karena itu, Komisi III DPRD Kota Samarinda mendorong adanya perhatian khusus dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Abdul Rohim menyebut pihaknya akan membuka ruang diskusi lanjutan dengan pemerintah kota agar Damkar tidak menjadi OPD yang terdampak efisiensi berlebihan.

Selain itu, Komisi III juga mendorong alternatif pembiayaan melalui kemitraan dengan pihak swasta, termasuk pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami sudah meminta Damkar menyampaikan secara rinci kebutuhan prioritasnya, baik fisik maupun nonfisik. Komisi III akan berupaya mencari jalan terbaik agar pelayanan Damkar kepada masyarakat tetap optimal,” pungkas Abdul Rohim.

Penulis : Fathur | Editor : Awang

Awang

Recent Posts

Seno Aji Tegaskan Pesantren Harus Aman: Satgas PRA Resmi Dibentuk se-Kaltim

SAMARINDA, indcyber.com — Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan keagamaan yang bebas dari kekerasan dan perundungan resmi…

52 minutes ago

Skandal Aset IPA Loa Bakung: Perumda Tirta Kencana Samarinda Gunakan Aset Pemkot Tanpa Legalitas Penyertaan Modal, BUMD dan BPKAD Diduga Tabrak Aturan!

SAMARINDA, indcyber.com — Praktik pengolahan dan komersialisasi air bersih di Kota Samarinda mendadak disorot tajam.…

17 hours ago

Dibalik Piala Bertabur Gelar: Ironi Penghargaan Pembangunan Kaltara dan Dugaan Pengabaian Hak Konstitusional Warga Krayan

TANJUNG SELOR, indcyber.com— Sebuah ironi besar tersaji dalam panggung pemerintahan Kalimantan Utara. Di saat Gubernur…

20 hours ago

Kereta Gantung Maut dan Pembiaran Kawasan Hutan: Menelusuri Potensi Pelanggaran Hukum Pemkab Kukar di Santan Ulu

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Pernyataan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, yang menolak membangun…

21 hours ago

MONUMEN KEGAGALAN DARI KUTAI BARAT: MANGKRAKNYA JEMBATAN ATJ MELAK DAN BANCAKAN UANG RAKYAT

SENDAWAR , indcyber.com— Di tengah hamparan Sungai Mahakam yang tenang, berdiri dua pilar beton berukuran…

2 days ago

SULAP JALUR HIJAU JADI BENTENG BISNIS ILEGAL: KULITI SKANDAL PERGUDANGAN TANPA IZIN DI SUNGAI KUNJANG SAMARINDA

SAMARINDA, indcyber.com — Tabir gelap kejahatan tata ruang, penggelapan pajak daerah, serta dugaan keterlibatan oknum…

2 days ago