Categories: BERANDASamarinda

INGATLAH WALIKOTA SUDAH JANJI MENGEMBALIKAN 10 HEKTARE TANAH PWI

INDCYBER.COM,SAMARINDA -Ketua Panitia Penyiapan Lahan dan Perumahan Wartawan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Kaltim, Intoniswan ketika dikonfirmasi atas yang dikatakan Gubernur  Kaltim saat Diskusi 2019 membenarkan semuanya.

“Saya memang pernah memberitahukan masalah tanah untuk perumahan wartawan tersebut ke gubernur, baik gubernur terdahulu maupun yang sekarang, baik tertulis maupun lisan,” ujarnya.

Masalah tanah tersebut diberitahukannya ke gubernur karena, tanah tersebut dulu dibeli menggunakan uang hibah dari Pemerintah Provinsi Kaltim dan pengerjaan perumahan baru bisa direalisasi di tanah seluas 2 hektar  dari 12,242 hektar sebab, 10 hektar dijadikan Pemkot Samarinda sebagai hutan kota.

Kalau tanah itu dijadikan hutan kota oleh Pemkot Samarinda, walikota harus memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban.

“Kalau mau menjadikan tanah masyarakat jadi hutan kota, harus ada pertanggungjawaban wali kota, tidak bisa seperti sekarang, main “ambil” saja,” ungkapnya.

“Kasus serupa sebetulnya menimpa belasan pengembang perumahan di Samarinda. “Korbannya bukan saya sendirian.” ujar Into kepada indcyber.com.

Permasalahannya adalah tanah itu, lanjut Intoniswan, saat dibeli tahun 2008, seluruh tanah lebih kurang seluas 12,242 hektar, sesuai Perda Samarinda No 12 Tahun 2002 Tentang RTRW Samarinda (yang berlaku saat itu) keseluruhan tanah posisinya dalam kawasan cadangan permukiman. Pada tahun 2013, dirinya sudah memperoleh rekomendasi dari berbagai instansi, termasuk BPN Samarinda, diperbolehkan menggunakan tanah tersebut 9,5 hektar dan sisanya 2,5 lebih untuk RTH (Ruang Terbuka Hijau).

Kemudian, saat Pemkot Samarinda-DPRD Samarinda merevisi Perda No 12/2002 itu dan menetapkan Perda hasil revisi No 02/Tahun 2014, tanah untuk perumahan wartawan tersebut, tinggal 2 hektar yang bisa digunakan untuk membangun perumahan, 10 hektar dijadikan Pemkot Samarinda sebagai hutan kota.

“Tidak ada konsultasi dan tidak pemberitahuan. Saya sendiri baru tahu status tanah diubah jadi hutan kota 2016,” ungkapnya.

Intoniswan menambahkan , atas permasalahan tersebut, dirinya sudah menyampaikan pernyataan keberatan, baik tertulis maupun lisan ke Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang. Kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Samarinda, H Hero Mardanus yang membawahi tim teknis yang akan merevisi Perda No 02/2014, juga telah disampaikan pernyataan keberatan (PK) melalui surat Nomor 03/PPLPW-PWI/VII/2017 tanggal 13 Juli 2017.

“Pak wali kota sudah menjanjikan di Perda RTRW baru nanti (hasil revisi) tanah perumahan untuk wartawan itu dikembalikan ke peruntukan awalnya, utuk perumahan,” tegas Intoniswan.(sp).

 

Redaksi -

Recent Posts

MENETASNYA BENCANA ANGGARAN Rp183,5 MILIAR KALTIM

​Mencederai Hukum dan Fungsi Pengawasan: Tatapan Tajam ke PPK 1.9, Satker PJN I, dan BBPJN…

4 days ago

Proyek Jalan Rp196,8 Miliar di Kutai Barat Disorot : Aspal Diduga 2–3 Cm, Drainase Menyusut, BBPJN Kaltim Wajib Buka Data

Kutai Barat, indcyber.com — Proyek preservasi jalan ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Melak (Sp. Blusuh–Melak)…

4 days ago

Jalan Loa Janan Amblas Parah, BPBJN Kaltim Berdalih ‘Tanah Lunak’: Kegagalan Perencanaan atau Pembiaran Berbahaya?

LOA JANAN, KUKAR, indcyber.com— Bencana kegagalan struktur jalan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara,…

4 days ago

BANCAKAN ANGGARAN DI ATAS BATU BERSATU: MENGULITI BOBROKNYA PROYEK JALAN MARGASARI–KUKAR

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…

5 days ago

GALI LUBANG PIDANA KADES SIDOMULYO: Ngaku ‘Dizalimi’ & Ancam Tuntut Berita Hoaks

Dokumen Klarifikasi Justru Jadi Bukti Pengakuan Dosa Pungli Emas dan Pencaplokan Wilayah!   KUTAI KARTANEGARA,…

6 days ago

SKANDAL JALAN AMBRUK BERULANG MARGASARI KUKAR: ABRASI MAHAKAM JADI ALIBI, DUGAN BOBROKNYA PROYEK DAN PERMAINAN ANGGARAN HARUS DITUNTASKAN!

LOA KULU, KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Kerusakan berulang pada Jalan Poros Tenggarong–Loa Janan, khususnya di…

6 days ago