Categories: Samarinda

Kejati Kaltim Launching “Awas Napas Berat”

Aspidum Kejati Kaltim I Gde Made Pasek Swardhyana penggagas Aplikasi Kontrol Berbasis Online ” Awas Napas Berat” menjelaskan terobosan baru dari program Kejati Kaltim ke awak media, Kamis (12/8/2021)

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Dalam rangka untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi bidang Pidana Umum di Kejaksaan Negeri (Kejari) dalam melakukan Pengawasan terhadap Narapidana Lepas Bersyarat, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) melaunching aplikasi kontrol berbasis online “Awas Napas Berat”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual di rumah Center Kejati Kaltim Jalan Bung Tomo Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis (12/8/2021), Kegiatan ini di hadiri oleh Wakil Kepala Kejati Kaltim, para asisten, Kabag TU, Kejari se-Kaltimtara, jajaran Polda Kaltim, jajaran pengadilan tinggi Kaltim, jajaran Kanwil Hukum dan HAM Kaltim, Coach Dr. Sukarama serta para peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II angkatan X Tahun 2021 (di BPSDM Provinsi Bali).

Dalam sambutannya, Kepala Kejati Kaltim Deden Riki Hayatul Firman, SH, MH menyatakan sangat mendukung dan di segerakan di buat serta di terapkan aplikasi ini sebagai bentuk pelaksanaan dari kebijakan strategis Kejaksaan RI Tahun 2020-2024.

“Ini merupakan salah satu yang di canangkan Jaksa Agung yakni digitalisasi Kejaksaan untuk mendukung sistem kerja yang efisien, transparan, akuntabel dan berbasis informasi teknologi (IT).Selain itu, sebagai wujud nyata perubahan areal ketatalaksanaan organisasi menuju WBK/WBBM,” ucapnya.

Guna terlaksana terobosan program digitalisasi ini, maka telah di buatkan Surat Edaran (SE) Nomor : B-1142/0.4/Es/08/2021 tanggal 2 Agustus 2021 lalu, untuk seluruh jajaran Kejari di Kaltimtara untuk di terapkannya aplikasi ini.

“Serta Surat Nomor : B-1486/0.4/Es/8/2021 untuk pelibatan dukungan jajaran Pengadilan Tinggi Kaltim, Polda Kaltim cq. Dir Binmas serta Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Kaltim untuk pengawasannya,”imbuhnya.

Di lain pihak, Aspidum Kejati Kaltim I Gde Made Pasek Swardhyana selaku penggagas aplikasi ini menegaskan bahwa tugas dan fungsi bidang Pidana Umum khususnya pengawasan Narapidana Lepas Bersyarat merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 15a ayat (3) juncto Pasal 14d ayat (1) KUHP dan Pasal 30 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan.

“Tugas yang di laksanakan di Kejari saat ini dipandang masih dilakukan secara manual dan tidak berbasis IT serta bersifat sektoral tanpa melibatkan stakeholder terkait yang memiliki fungsi hampir sama, seperti Bapas, Lapas, Pengadilan dan Kepolisian khususnya Babinkamtibmas,” sambungnya.

“Karena itu, dengan aplikasi ini diharapkan tugas dan fungsi pengawasan terhadap narapidana dilakukan berbasis IT serta bisa terbangun sistem pengawasan secara integral,” jelasnya.

Menurut Made, Brand di pilihnya “Awas Napas Berat” merupakan akronim dari pengawasan narapidana lepas bersyarat, selain akrab di telinga, juga menjadi warning di tengah pandemi Corona yang belum berakhir saat ini.

“Aplikasi ini merupakan bentuk kegiatan dari Aspidum selaku siswa pada PKN tingkat II Tahun 2021 di BPSDM Provinsi Bali,”pungkasnya. (gm)

Redaksi -

Recent Posts

“SAIDINA ASWAT” Kades Sidomulyo bersama warganya memberi donasi kepada korban kebakaran di Tenggarong

WWW.INDCYBER.COM - TENGGARONG – Kepala Desa Sidomulyo, Saidina Aswad, menunjukkan kepedulian terhadap warga yang mengalami…

1 day ago

PROBEBAYA SAMARINDA 2025: SKANDAL Rp166,8 MILYAR, KELICIKAN POKMAS, DAN DUGAAN PELANGGARAN HUKUM DI LAPORAN BPK

SAMARINDA, indcyber.com — Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) Pemerintah Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025…

4 days ago

Korem 091/ASN Resmi Berganti Pimpinan, Kolonel Inf Rony Fitrianto Emban Jabatan Danrem

Samarinda , INDCYBER.COM – Tonggak kepemimpinan di lingkungan Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma…

5 days ago

Dugaan Penyimpangan Proyek APBD Rp 2,28 Miliar di Paser: Pengawasan Publik dan Transparansi Anggaran Dipertanyakan

TANAH GROGOT, indcyber.com— Sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan dan penataan interior milik Pemerintah Kabupaten…

2 weeks ago

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

2 weeks ago

GUBERNUR KALTIM RUDY MAS’UD LANTIK 33 PEJABAT: UJI INTEGRITAS DI TENGAH ANCAMAN “HUKUMAN” ATAS PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN

0SAMARINDA   indcyber.com — Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) secara resmi melantik 33 pejabat…

2 weeks ago