Kepala Dinas ESDM:Jangan Salahkan Tambang Terus Orang Tua Harus Mengawasi Anaknya, Ada Apa Ini?

INDCYBER.COM,SAMARINDA -Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur punya penilaian terkait melayangnya nyawa anak, di kolam bekas tambang batubara. Terbaru, meninggalnya Ahmad Setiawan (10), di kolam bekas tambang diduga konsesi PT IBP, di kawasan Pinang, Samarinda, Sabtu (22/6) lalu. Ahmad adalah korban ke-35 meninggal di kolam eks tambang.

Menyikapi hal ini Kepala Dinas ESDM Kaltim Wahyu Widhi Heranata seolah menyalahkan orang tua korban karena lalai dalam mengawasi anaknya bermain, ada apa dengan Kadis ESDM apakah ada permainan dibalik ini semua?

“Kalau bicara siapa salah siapa benar, yang pertama salah orangtuanya, karena harus mengawasi anaknya. Misal saya, sebagai orangtua, saya harus awasi anak saya. Apalagi, anak masih di bawah umur,” kata Kadis ESDM Provinsi Kaltim Wahyu Widhi Heranata, di kantornya, Senin (24/6).

Dinas ESDM Kaltim sendiri, saat ini tengah menginvestigasi meninggalnya bocah Ahmad, yang dilakukan inspektur tambang. Dugaan sementara, lubang itu bekas konsesi PT IBP. Dimana, izinnya dikeluarkan oleh Kementerian ESDM berupa kontrak Pemegang Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

“Diduga milik PT IBP. Soal PKP2B kan kewenangan Kementerian ESDM. Saya laporkan ini, karena kewenangan Kementerian ESDM memberi sanksi. Kita memang harus punya tindakan tegas. Kalau tidak, ya begini terus,” ujar Widhi.

Diketahui, tidak kurang 100 perusahaan tambang, menandatangani pakta integritas di Balikpapan, pada 20 Juni 2016 lalu. Isinya, perusahaan komitmen menjaga lubang bekas galian tambang, dan disanksi sesuai aturan berlaku.

“Oh iya, itu harus diikuti. Kalau perlu, tempel di jidat. Soal keseriusan (mematuhi pakta integritas), saya akan evaluasi. Kan saya di sini (menjabat sebagai Kadis ESDM) baru 1 tahun, dan saya mencoba membenahi rumah saya dulu (Dinas ESDM Kalimantan Timur),” sebut Widhi.(sp).

 

Redaksi -

Recent Posts

Dinilai Banyak Drama dan Tunda Hak Angket, Aliansi Rakyat Kaltim Geruduk Kantor DPRD, Aksi Sempat Ricuh

SAMARINDA, indcyber.com – Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat kembali memuncak. Ratusan massa yang…

6 hours ago

MAFIA ‘DOKUMEN TERBANG’ KALTIM DIUJUNG TANDUK: Setelah Tersangka Inisial A Ditahan, Jaksa Kini Incar Hardian dan Asun Si Aktor Intelektual!

SAMARINDA, indcyber.com– Kedok culas para pelaku kejahatan sektor pertambangan di Kalimantan Timur satu per satu…

7 hours ago

ISOLASI SISTEMIK DI KRAYAN: Anggaran Triliunan Menguap, Perbatasan Sengaja Dibiarkan Sekarat?

KRAYAN, indcyber.com– Slogan "membangun dari pinggiran" yang kerap digelorakan dari istana Jakarta terbukti menjadi lelucon…

1 day ago

Merawat Tertib Berkendara di Kota Tepian, Dishub Samarinda Konsisten Gencarkan Edukasi dan Sanksi

SAMARINDA, indcyber.com– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam menata urat nadi transportasi…

1 day ago

MEMBONGKAR ALIBI “FISKAL” PEMPROV KALTARA: Mengapa Rp332 Miliar Dana Reboisasi Mengendap Saat Hutan Terbakar?

TANJUNG SELOR, indcyber.com– Narasi "aman dan sesuai aturan" yang didengungkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov…

2 days ago

Ketua Garuda Sakti Kaltim Suryadi Nata Ingatkan Kewaspadaan Isu Ideologi Jelang Akhir Tahun

SAMARINDA. Indcyber.com– Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Komando Garuda Sakti (LAI BPAN…

2 days ago