Ketua Komisi II DPRD Samarinda Dorong Kepastian Relokasi Pasar Pagi dan Pembenahan Ekonomi Daerah

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyoroti kepastian relokasi pedagang Pasar Pagi, peningkatan PAD, serta evaluasi kinerja BUMD. Ia menegaskan kebijakan ekonomi daerah harus transparan dan berpihak pada pedagang serta pelaku UMKM. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyoroti sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan penguatan ekonomi daerah, mulai dari kepastian relokasi pedagang Pasar Pagi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/3/2026), Iswandi menekankan pentingnya percepatan penyelesaian relokasi pedagang Pasar Pagi yang dinilai tidak boleh terus berlarut tanpa kepastian. Ia menyebut para pedagang sudah terlalu lama berada dalam situasi menunggu kejelasan terkait pembagian kios di pasar yang tengah direvitalisasi tersebut.

Menurutnya, pemerintah kota perlu menyampaikan secara terbuka data pedagang yang berhak menempati kios, mekanisme pembagian, serta jadwal penyelesaian relokasi agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Pedagang membutuhkan kepastian. Transparansi dari pemerintah sangat penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun potensi konflik di lapangan,” ujarnya.

Selain persoalan pasar, Iswandi juga menyoroti upaya peningkatan PAD yang menurutnya harus dilakukan melalui pembenahan sistem pengelolaan pajak daerah. Ia menilai potensi penerimaan daerah di Samarinda masih cukup besar, namun belum tergarap maksimal karena lemahnya integrasi data serta pengawasan yang belum optimal.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat digitalisasi sistem pajak, meningkatkan pengawasan pemungutan, serta memperluas basis pajak tanpa membebani pelaku usaha kecil.

“Peningkatan PAD seharusnya lahir dari ekonomi daerah yang tumbuh sehat, bukan semata-mata dari kenaikan tarif pajak,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Iswandi juga menyinggung pentingnya evaluasi terhadap kinerja BUMD agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan publik maupun pendapatan daerah. Ia menilai setiap BUMD harus memiliki arah bisnis yang jelas dan dikelola secara profesional.

Beberapa BUMD yang menjadi sorotan antara lain Perumdam Tirta Kencana yang diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat serta Perusda Varian Niaga yang dinilai perlu memperkuat perannya dalam mendukung sektor perdagangan daerah.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya penataan sektor perdagangan dan penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Samarinda. Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian kota sehingga perlu mendapat dukungan melalui akses permodalan, digitalisasi usaha, serta penataan pasar yang lebih tertib dan kompetitif.

“UMKM harus menjadi prioritas dalam kebijakan ekonomi daerah, karena dari sektor inilah banyak masyarakat menggantungkan penghidupan,” katanya.

Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal berbagai kebijakan ekonomi daerah agar benar-benar berpihak kepada masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Samarinda.

Penulis: Fathur  | Editor: Awang

Awang

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

1 week ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

1 week ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

2 weeks ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

2 weeks ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

2 weeks ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

2 weeks ago