Indonesia Cyber News Kukar,- Salah seorang karyawan yang di pecat oleh Management PT. Apex Indo Pasifik melaporkan masalah pemecatanya ke Disnaker Kab. Kukar selasa (21/17) yang di duga dilakukan secara sepihak oleh Management perusahaan, kemudian Disnaker Kukar mengundang pihak management untuk menghadap menyelesaikan persoalanya dengan Eks karyawanya.
Hanya karena permasalahan miskomunikasi perusahaan penyuplai BBM ini tega menghabisi karyawanya dan tidak melihat segala aspek kemanusiaan, atau di indikasi tidak melakukan prosedur, teguran atau SP I, SP II dan SP III. Setelah permasalahan ini di tangani oleh Disnaker Kukar, sempat timbul pertanyaan dari perwakilan instansi tersebut mengenai pembenaran pemecatan karyawanya atas nama Alan Susanto Lolong yang bekerja selaku driver yang merangkap operator, kemudian di jawab oleh salah satu perwakilan perusahaan dari pusat yang berfungsi selaku HRD Edwin Bahwa “sudah tidak ada lagi kata maaf bagi pak Anto alias Alan Susanto L yang sudah melakukan kesalahan” demikian ucapanya, di tanyakan lagi oleh perwakilan disnaker tadi “apakah bapak tidak mempertimbangkan pemecatanya?”, tetap di jawab sama oleh Pak Edwin seperti jawaban sebelumnya tadi, setelah mendengar peryataan tersebut, maka Perwakilan Instansi Disnaker Kukar pada hari itu menutup rapat mediasi tersebut tanpa solusi. Bersambung…(mir/indcyber)
Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…
Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…
Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…
SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…
KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…
Balikpapan, indcyber.com – Diduga melibatkan oknum" pejabat dilingkungan dinas pupr prov kaltim, praktik korupsi kembali…