Novan Syahroni Soroti Ketidaksinkronan Data Jadi Kendala Penanganan Stunting di Samarinda

Indcyber.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahroni Pasie, menyoroti persoalan ketidaksinkronan data antarinstansi sebagai salah satu hambatan utama dalam upaya penanganan stunting di daerah. Hal ini ia sampaikan saat memberikan keterangan kepada media terkait implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Stunting.

Menurut Novan, perbedaan data antara instansi seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial kerap menyebabkan tumpang tindih dalam penanganan kasus. Ia menegaskan bahwa keseragaman data menjadi kunci agar target penanganan stunting bisa lebih terarah dan efektif.  Selasa (8/4/2025).

“Data stunting ini harus kita samakan dulu. Supaya target penyelesaiannya jelas dan tidak ada objek yang ditangani berkali-kali,” ujar Novan.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran. “Kita berbicara tentang persoalan yang luas, jadi treatment dari pusat ke daerah pun harus sinkron,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novan menjelaskan bahwa stunting tidak semata-mata disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi bisa juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Oleh karena itu, ia meminta agar diagnosis terhadap anak-anak dilakukan secara cermat.

“Kalau anak lambat tumbuh bukan karena kurang gizi, tapi karena faktor genetik, itu harus dibedakan. Jangan semua langsung dikategorikan stunting,” tegasnya.

Novan juga menyambut baik langkah pemerintah pusat yang meluncurkan program makan bergizi gratis bagi anak sekolah. Ia menilai program tersebut sebagai upaya nyata untuk meningkatkan pola konsumsi anak-anak ke arah yang lebih sehat.

“Harapan kita, menjelang masa generasi emas Indonesia dalam 10 hingga 90 tahun ke depan, anak-anak kita sudah dalam kondisi siap, sehat, dan kuat,” tutupnya.

Reporter: Fathur | Editor: Awang | ADV

Awang

Recent Posts

Gugah Semangat Patriotisme, FPK Usung Lagu Perjuangan dan Busana Pahlawan di Lomba Karaoke HUT RI ke-81

SAMARINDA — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Sweet Memories Kafe &…

23 hours ago

SKANDAL LIMBAH PHM Rp598 MILIAR: Menguliti Pelanggaran Hukum, Modus Cost Recovery, dan Bobroknya Pengawasan SKK Migas

Balikpapan, indcyber.com - Pengelolaan limbah pengeboran di Wilayah Kerja Mahakam oleh PT Pertamina Hulu Mahakam…

3 days ago

SOLUSI LAMBAN UNTUK JALAN NASIONAL JEMBAYAN: MASYARAKAT MASIH MENUNGGU KEPASTIAN

Tenggarong, indcyber.com - Masalah longsor yang melumpuhkan sebagian Jalan Nasional Jembayan kembali menjadi sorotan. Meskipun…

3 days ago

Bobrok Administrasi ATR/BPN Kaltim: Dokumen Warkah Hilang, Modus Cacat Hukum Mengemuka dalam Sengketa Lahan Samarinda

SAMARINDA, indcyber.com — Praktik maladministrasi dan dugaan perbuatan melawan hukum kembali mencoreng institusi Kementerian Agraria…

3 days ago

Dibalik Benteng “Putusan Praperadilan”: Menelanjangi Celah Sistem dan Potensi Pelanggaran Hukum Proyek Pasar Pagi Samarinda

SAMARINDA, indcyber.com— Klarifikasi resmi Wali Kota Samarinda, Andi Harun, terkait penolakan permohonan Praperadilan proyek revitalisasi…

4 days ago

EKSPANSI BATU BARA MENGGILAS ZONA LINDUNG: EKOSISTEM TELUK ADANG DI UJUNG TANDUK

PASER, indcyber.com — Kawasan Cagar Alam Teluk Adang di Kabupaten Pasir (kini Kabupaten Paser), Kalimantan…

4 days ago