Categories: BERANDAKaltim

PT BBE dan KMIA, Berikan Bantuan Baju Hazmat dan Sembako

Indcyber.com, Samarinda – Musibah Pandemi Covid-19 yang melanda masyarakat dunia telah membuat tatanan kehidupan social dan ekonomi carut marut, Karena bahaya Virus Corona yang sangat cepat menyebar dan mematikan.

Di tambah Media social yang menyebarkan gambar dan video seseorang meregang nyawa yang diduga akibat virus corona. Semakin membuat ketakutan masyarakat terhadap orang yang memiliki gejala corona.

Keprihatinan itu menggugah Perusahaan tambang salah satunya PT Bukit Baiduri Energi (PT. BBE) dan PT Khotai Makmur Insan Abadi (KMIA), untuk membantu pemerintah menghentikan penyebaran Virus corona dengan memberikan bantuan Baju HAZmat yang sangat di butuhkan oleh pada Dokter dan Perawat termasuk Gugu Tugas penangan Covid yang berada di lapangan.

Sebanyak 2000 pcs baju hazmat atau baju anti bahan berbahaya untuk tenaga medis yang merawat pasien virus Korona, didistribusikan ke rumah sakit dan Puskesmas di dua daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda.

Sementara itu, Reno Barus kepada wartawan Indcyber.com, selaku Residen Manajer Bukit Baiduri Energi yang juga Residen Manajer PT Khotai Makmur Insan Abadi, “ Sumbangan Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan, membantu dan mendorong pemerintah dalam melawan Covid-19. Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap.”

Ditambahkannya, tahap pertama sudah disalurkan sebanyak 1000 pcs baju hazmat untuk rumah sakit di Kabupaten Kutai Kartanegara dan juga Puskesmas di sekitar wilayah operasi perusahaan, termasuk disalurkan ke rumah sakit di Samarinda.“ Untuk di samarinda, telah kita berikan secara simbolis kepada walikota samarinda Syaharie Jaang, berupa baju Hazmat masker dan sembako bagi warga yang memerlukan ” Kata Reno Barus.

Meski Virus Corona mengancam bagi mereka yang tetap berkatifitas dan berkumpul, Perusahaan Tambang batu bara tetap beroprasi mengejar target, namun cara kerja berbeda selama masa Pandemi Covid-19 dengan  tetap mengikuti ajuran pemerintah.

Reno Barus mengatakan, menerapkan System protocol kesehatan, dengan melakukan screning dengan Rafid test terhadap para karyawan, menjaga jarak minimal 2 meter, titik kumpul tidak lebih dari 5 orang, mengunakan masker dan selalu cuci tangan.

///Penulis : Hardin

indcyber

Recent Posts

Kedok “Jenderal” di Balik Dugaan Penyerobotan Aset Koperasi Kalimanis Group!

SAMARINDA, indcyber.com – Tabir gelap menyelimuti sengketa lahan seluas ± 45 hektar di Kalimantan Timur.…

22 hours ago

SKANDAL EKSPOR BATU BARA BPN-ICI Hajar Bea Cukai Samarinda

Kejaksaan Harus Bongkar Kedok "Sesuai Aturan" di Balik Bocornya 750 Ribu Ton Batu Bara Ilegal!…

1 day ago

Pesta Pora di Atas Instruksi Presiden, Ironi Kemewahan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

SAMARINDA, indcyber.com – Di saat Presiden Prabowo Subianto sedang "mengencangkan ikat pinggang" negara melalui Inpres…

2 days ago

Sinyal Merah di Pesisir: Aktivitas Bongkar Muat Ilegal Menantang Hukum?

Kutai lama, indcyber.com - Aktivitas bongkar muat yang diduga tak berizin masih saja melenggang bebas…

2 days ago

KURSI PIJAT Rp125 JUTA DI TENGAH SERUAN EFISIENSI: GUBERNUR KALTIM DISOROT, PRIORITAS ANGGARAN DIPERTANYAKAN

SAMARINDA, indcyber.com – Kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan tajam publik. Gubernur…

4 days ago

SKANDAL MAHAKAM: Di Balik Cuti ‘Misterius’ Mursidi, Ada Aroma Busuk Batu Bara ‘Spanyol’ dan Bayang-Bayang Kejagung

SAMARINDA, indcyber.com – Kursi panas Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda…

4 days ago