Wacana WFH Usai Lebaran 2026 Dinilai Perlu Kajian Komprehensif oleh Komisi I DPRD Samarinda

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, memberikan keterangan kepada awak media di Gedung DPRD Samarinda terkait wacana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) pasca Lebaran 2026. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak mengganggu pelayanan publik serta tidak menambah beban pengeluaran masyarakat. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA — Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, , menyoroti rencana pemerintah pusat yang akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta sejumlah sektor swasta pasca Lebaran 2026. Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki tujuan positif, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah perkotaan. Namun, ia mengingatkan bahwa implementasinya perlu dipersiapkan secara matang agar tidak menimbulkan dampak baru di tengah masyarakat.

Samri menilai, sistem kerja jarak jauh memang berpotensi memberikan efisiensi, khususnya bagi pegawai yang pekerjaannya bersifat administratif dan tidak membutuhkan kehadiran fisik secara langsung di kantor. Dengan dukungan teknologi digital, sejumlah tugas dinilai tetap dapat diselesaikan secara optimal dari rumah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa diterapkan secara seragam di semua lini pelayanan publik. Sektor yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pelayanan di kelurahan maupun instansi yang memberikan layanan tatap muka, dinilai tetap memerlukan kehadiran pegawai di tempat kerja.

Selain aspek pelayanan, Samri juga menyoroti kemungkinan perubahan pola pengeluaran masyarakat akibat kebijakan tersebut. Ia mengingatkan bahwa pengalaman saat masa pandemi menunjukkan adanya pergeseran beban biaya, dari transportasi menuju kebutuhan rumah tangga seperti listrik dan penggunaan perangkat elektronik.

“Penghematan memang ada di sisi BBM dan operasional kantor, tetapi di rumah justru muncul pengeluaran tambahan. Ini yang perlu dihitung secara detail,” ujarnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk melakukan kajian komprehensif, termasuk analisis dampak sosial dan ekonomi, agar kebijakan WFH tidak sekadar memindahkan beban dari pemerintah ke masyarakat.

Menurutnya, jika kebijakan tersebut terbukti efektif meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya, maka penerapannya layak dipertimbangkan. Namun, jika manfaatnya tidak signifikan, evaluasi dan penyesuaian kebijakan perlu segera dilakukan.

Samri berharap setiap kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar berorientasi pada kepentingan publik serta mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan kemacetan dan efisiensi energi di daerah.

Penulis: Fathur  | Editor: Awang

Awang

Recent Posts

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

10 hours ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

1 day ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

2 days ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

2 days ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

4 days ago

SKANDAL IUP PT WELARCO SUBUR JAYA:MENGULITI DUGAAN PIDANA DAN PERMAIANAN ADMINISRTASI DI KUTAI KARTANEGARA

SAMARINDA, indcyber.com — Sebuah dokumen investigasi bertanggal Desember 2017 bertajuk “Dugaan Perbuatan Melawan Hukum &…

4 days ago