Categories: BERANDAMahakam Ulu

Walikota Samarinda Akan Selalu Dukung  Seni dan Budaya di Tanah Kelahirannya

Indcyber.com, MAHULU – Walikota Samarinda Syaharie Jaang beserta rombongan sebagai tamu undangan sangat mendukung kelestarian seni dan budaya Kalimantan Timur.

Begitu pula dengan Festival Hudoq Cross Border 2019 yang diselenggarakan oleh Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Menurut Jaang, sebagai putra daerah asli Kabupaten Mahulu dia sangat bangga dengan pagelaran Hudoq Cross Border yang setiap tahun dilaksanakan oleh Pemkab Mahulu dengan melibatkan 5 kecamatan se-Mahulu.

Dengan Harapan Anak Mahulu Jangan sampai Konsumsi Narkoba

“ Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, dalam hal ini saya diundang sebagai tamu,” kata Syaharie Jaang, Kamis (24/10/2019).

Dalam kesempatan itu Jaang juga menyempatkan diri ikut menari Hudoq bersama Bupati Bonifasius dilapangan Ujoh Bilang. Tak ketinggalan Ketua DPRD Novita Bulan, Wabup Y. Juan Jenau, Sekdakab Yohanes Avun dan para pimpinan OPD dilingkup Pemkab Mahulu, serta para anggota DPRD Mahulu dan sejumlah pejabat teras dan pimpinan serta perwakilan instansi vertikal di Kubar dan Mahulu.

Dia menjelaskan, disisi lain bahwa dia memang orang Mahakam Ulu, dari kecil senangnya memang tari Hudoq, terutama yang paling senang saat membunyikan gong, seperti yang baru saja dilakukan oleh bupati saat pembukaan Festival Cross Border yang baru saja dilaksanakan.

“ Tadi waktu pembukaan Bupati memukul tambunnya dan saya yang pukul gongnya,” ujarnya.

Syaharie Jaang mengingatkan bahwa seni dan budaya adalah jati diri bangsa yang harus dilestarikan, dengan harapan anak muda Mahulu dapat terus belajar dan latihan sehingga  dari generasi ke generasi kaum mudanya bisa tampil.

“ Saya tidak mau pemuda Mahulu terlibat dengan Narkoba,” pesannya.

Ketika orang tua para pakar Hudoq sudah tidak ada lagi, kaum mudalah yang siap menggatikan agar tidak terjadi kekosongan , seperti tarian Hudoq ini sangat khas sekali seperti hidung mancung yang dari kayu dengan daun pisang itu dari Dayak Bahau, sebenarnya Dayak ini rumpunya begitu banyak.

Dengan harapan tarian Hudoq ini sudah dipelajari di sekolah – sekolah dan dapat dilestarikan. (arf).

indcyber

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

7 days ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

1 week ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

1 week ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

1 week ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

1 week ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

2 weeks ago