indcyber.com, Samarinda – Rabu, 22 Juni 2022 Aliansi Borneo Menggugat menggelar aksi dengan tajuk “Si Paling Janji Datang ke Samarinda, Tolak Jokowi Effect”. Aksi ini dilaksanakan di depan gerbang masuk Universitas Mulawarman Jl. M. Yamin. Puluhan orang memenuhi gerbang masuk dibarengi dengan pembentangan spanduk dan penyampaian orasi politik dan kritik atas kebijakan pemerintah. Aksi ini digelar oleh mahasiswa Universitas Mulawarman dari berbagai lembaga diantaranya BEM KM UNMUL, BEM FKIP UNMUL dan BEM FEB Unmul serta Himpunan Mahasiswa di beberapa fakultas.
Aksi yang diinisiasi mahasiswa ini dilaksanakan untuk menyikapi beberapa isu yang sedang meresahkan masyarakat. Diantaranya Tambang Ilegal, Infrastruktur Jalan dan Listrik yang belum merata, KUHP yang mencederai demokrasi dan Birokrasi Pendidikan yang menyulitkan masyarakat. Aksi ini dilaksanakan untuk mengingatkan pengambil kebijakan di daerah dan pusat bahwa seharusnya pemerintah segera menuntaskan permasalahan tersebut yang sampai saat ini masih meresahkan masyarakat.
Aksi ini dikomandoi oleh Fikrianto Gubernur BEM FKIP Unmul. Aksi dimulai pada pukul 14.35 dimana massa aksi berkumpil di FKIP Banggeris kemudian melaksanakan PAWAI KRITIK dengan mengelilingi beberapa titik di Samarinda melalui 2 Jalur. Kompi pertama melalui jalur MT Haryono Menuju ke Juanda Kemudian berbelok ke arah Lembuswana di Fly Over Kemudianasuk ke Jl. M. Yamin terus menuju Gerbang Universitas Mulawarman. Sedangkan Kompi kedua melalui jalur Jl Cendana Berbelok ke Jalan Antasari kemudian menyusuri jalur tepian dan berbelok ke arah taman Samarinda terus lurus menyusuri Plaza Mulia, Pasar Segiri kemudian Lembuswana dan akhirnya tiba di Depan Gerbang Universitas Mulawarman. Dalam Pawai Kritik tersebut mahasiswa menyuarakan kepada seluruh masyarakat Samarinda untuk ikut juga berperan dalam menolak aktivitas tambang ilegal dan menuntuk jaminan reklamasi tambang terbengkalai serta memastikan infrastruktur jalan dan listrik merata di daerah.
Upaya-upaya tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa dan masyarakat atas kondisi yang menimpa Pemerintah yang hari ini tebang pilih kesejahteraan. Ketika ada Jokowi jalan-jalan diperbaiki. Apakah harus menunggu Jokowi mendarat di tambang terbengkalai baru kemudian di reklamasi. Menunggu jokowi datang dahulu ke 3 kecamatan yang belum dialiri listrik dulu baru kemudian difasilitasi dengan listrik. Ataukah harus menunggu Jokowi terjerat KUHP baru kemudian demokrasi bisa dilindungi. Harusnya keadilan dan kesejahteraan rakyat bukan diberikan karena Jokowi tapi karena Rakyat.
Menyikapi permasalahan yang terjadi Aliansi Borneo Menggugat membawa beberapa tuntutan untuk diperhatikan dan ditindaklanjuti pihak-pihak terkait :
1) Mendesak Pemerintah Kalimantan Timur segera membuat kebijakan fasilitasi listrik di kabupaten dan desa di daerah Kalimantan Timur diantaranya Long Bentuk, Long lees, Mekar Baru dan lain-lain.
2) Mendesak pemerintah Kalimantan Timur segera menuntaskan perbaikan jalan di daerah Kaltim.
3) Mendesak Pemerintah dan Aparat segera menindak Tambang Ilegal dan menuntaskan Reklamasi Pasca Tambang
4) Menuntut Pemrintah memberikan keadilan sepenuhnya pada pendidikan
Aliansi Borneo Menggugat akan semakin kuat dan bertambah besar. Karena sejatinya setiap ketidakadilan yang berdiri tegak diatas bumi pertiwi harus ditumbangkan dan dimusnahkan.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Selamatkan KPK!
TTD,
Aliansi Borneo Menggugat
Lembaga :
BEM KM UNMUL, BEM FKIP UNMUL, BEM FEB UNMUL, GARUDA MULAWARMAN,HIMAPGEO
SAMARINDA, indcyber.com – Aroma tak sedap menyengat tata kelola bisnis di PT Bank Pembangunan Daerah…
SAMARINDA, indcyber.com – Alur pelayaran Sungai Mahakam kembali menjadi saksi bisu atas bobroknya kedisiplinan kru…
SAMARINDA, Indcyber.com – Perdamaian antara keluarga pasien dan pihak rumah sakit tidak serta-merta menghapus fakta…
MAHAKAM ULU – Aktivitas tambang emas ilegal menggunakan mesin berat yang diduga berlangsung di wilayah…
DITINGGAL LARI SHAILAYNDRAN DAN YOVI? Petaka Tumpahan MIKO PT TPS Resmi Dibidik Pidana Berlapis, Ancaman…