Categories: Kutai Kartanegara

AMPBKT Kembali Akan Turunkan Massa “Kepung” Kantor Bupati Kukar

INDCYBER.COM,TENGGARONG – Ratusan massa dari karyawan PT. Batuah Energi Prima (BEP) meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti tuntutan mereka untuk membuka portal yang telah ditutup oleh oknum sehingga para kartayawa tidak bisa bekerja.

Di depan Mapolres Kukar pada medio Desmber 2021 lalu,massa memohon agar pihak kepolisian dapat membantu menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan tempat para karyawan tersebut bekerja.

Menanggapi masalah tersebut Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh Kalimantan Timur (AMPBKT)terus berjuang membantu hak buruh yang hingga saat ini belum terselesaikan.

“Terkait Permasalahan PT BEP Dengan Ratu Kolidoran Begini Pandangan Aliansi Mahasiswa Peduli Buruh Kalimantan Timur (AMPBKT). Kami akan kembali datang di depan kantor Bupati Kukar Kamis lusa dalam rangka dan upaya memperjuangkan hak buruh karyawan sekitar 600-an yang hari ini masih belum jelas kapan akan dan bisa bekerja kembali mengingat tempat mereka bekerja sedang di boikot jalan menuju tempat kerjanya (tempat cari nafkah),”ujar Korlap AMPBKT Zain kepada indcyber.com,Selasa(4/1/2022)malam via pesan Whatshapnya.

“Menurut kami bahwa dalam permasalahan antara PT BEP dengan pihak yang boikot jalan harus melihat secara arif jangan kemudian langsung membaikot jalan karena pemboikotan jalan berdampak pada 600-an karyawan yang hari ini menggantungkan hidupnya pada pekerja tersebut.Karenanya kami meminta kepada Bupati Kukar untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,”bebernya.

Berdasarkan fakta yang telah kumpulkan oleh AMPBKT di lapangan diduga permasalahan berkaitan dengan pemboikotan jalan ada kaitanya dengan ratu koridoran.

“Maka besar harapan kami agar pemerintah kabupaten Kukar untuk segera mencarikan solusi terhadap masalah ini,”tegas Zain.

“Siapa ratu koridoran itu mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang,akan terapi dapat menjadi menarik apabila pejabat sekaliber Bupati tidak mampu memberikn solusi terbaik dari masalah ini mengingat dia adalah kepala daerah yang jadi tempat berlindung kaum buruh,”imbuhnya.

“Ada sedikit rasa menggelitik dalam fikiran sesuper power itu kah seorang ratu koridoran sampai bisa menentukan nasib 600 orang buruh dan Bupati tidak bisa berbuat apa apa,”pungkasnya.

Penulis:Jegger | Editor:Slamet

Redaksi -

Recent Posts

Dugaan Penyimpangan Proyek APBD Rp 2,28 Miliar di Paser: Pengawasan Publik dan Transparansi Anggaran Dipertanyakan

TANAH GROGOT, indcyber.com— Sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan dan penataan interior milik Pemerintah Kabupaten…

5 days ago

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

6 days ago

GUBERNUR KALTIM RUDY MAS’UD LANTIK 33 PEJABAT: UJI INTEGRITAS DI TENGAH ANCAMAN “HUKUMAN” ATAS PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN

0SAMARINDA   indcyber.com — Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) secara resmi melantik 33 pejabat…

1 week ago

Darurat Korsleting Listrik Hantui Tenggarong, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Desak Evaluasi Total dan Solusi Nyata untuk Warga!

TENGGARONG, indcyber.com  — Musibah kebakaran yang kembali melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Tenggarong…

2 weeks ago

Wawali Samarinda Harapkan Revitalisasi Sekolah Pacu Semangat Belajar dan Prestasi Pelajar

SAMARINDA, indcyber.com — Pemerintah Kota Samarinda menggelar kegiatan Gelar Griya (Open House) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi…

2 weeks ago

Warga Muara Jawa Ulu Sumringah! Jalan Pandawa Mulus Berkat Kawalan Ketat Rahmat Dermawan, DPRD Kukar Komit Tuntaskan Infrastruktur hingga ke Pelosok RT

Tenggarong, indcyber.com  — Wajah Jalan Pandawa RT 22, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa,…

2 weeks ago