Ditengah Covid-19,Karangan Bunga “Tagih Utang” Kepada Oknum Anggota DPRD Kaltim Telah Masuk Babak Baru

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Kasus tagih utang karangan bunga kepada seorang anggota DPRD Kaltim berinisial SSP yang sempat viral pada 17 Februari lalu, kini kembali bergulir dan memasuki babak baru.

Kasus yang diketahui sebagai dugaan penggelapan uang senilai Rp 2,5 miliar tersebut, telah dilaporkan Irma Suryani secara resmi ke jajaran Polresta Samarinda, Kamis (23/4/2020).

Dikonfirmasi mengenai perihal tersebut, Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa, Senin (27/4/2020), telah membenarkan laporan itu.

“Laporannya sudah ditingkatkan ke laporan resmi dan prosesnya penyidikannya tengah berjalan,” ucap polisi berpangkat melati satu tersebut melalui telepon selulernya.

Untuk terlapor, lanjut Damus, saudara SSP telah dimintai keterangan awal oleh jajaran kepolisian di tahap pemeriksaan pertama.

“Nanti akan kami panggil lagi untuk keterangan selanjutnya,”pungkas Damus.

Untuk diketahui, kisruh tagih utang anggota DPRD Kaltim itu bermula, saat si terlapor SSP, meminjam sejumlah uang kepada pelapor Irma Suryani senilai Rp 2,5 miliar yang dicairkan secara bertahap untuk membangun sebuah usaha.

Memang, awalnya terlapor ini mengajukan kerja sama usaha dengan sistem bagi hasil. Tetapi, pelapor merasa hingga saat ini tak sepeserpun uang tersebur dikembalikan ke pelapor.

Peminjaman pertama pada 22 Oktober 2015 senilai Rp 1,2 miliar, kemudian kedua pada 11 Januari 2016 senilai Rp 1,3 miliar. Nah, sebagai jaminannya, terlapor memberikan pelapor cek bernilai lebih dari Rp 1 miliar. Namun diketahui pula, saat pelapor hendak mencairkan cek tersebut, rupanya kertas itu tak bisa diuangkan alias cek bodong.

Sebelumnya, dari pihak pelapor telah membuat pengaduan laporan tertulis ke pihak kepolisian dan telah melakukan upaya mediasi, namun dari pihak terlapor dinilai tidak memiliki iktikad baik mengembalikan uang yang telah dipinjamnya.

Tetapi, kala itu pihak terlapor pernah berniat untuk melunasi hutang tersebut, dengan mencicil dana senilai Rp 500 juta ditambah dengan tanah, tetapi ditolak pelapor. Hingga kasus ini akhirnya bergulir ke dalam ranah kepolisian.

Penulis: Slamet Pujiono
Editor:Bayu
Sumber: Indonesia Cyber

Redaksi -

Recent Posts

Dugaan Penyimpangan Proyek APBD Rp 2,28 Miliar di Paser: Pengawasan Publik dan Transparansi Anggaran Dipertanyakan

TANAH GROGOT, indcyber.com— Sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan dan penataan interior milik Pemerintah Kabupaten…

3 days ago

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

4 days ago

Darurat Korsleting Listrik Hantui Tenggarong, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Desak Evaluasi Total dan Solusi Nyata untuk Warga!

TENGGARONG, indcyber.com  — Musibah kebakaran yang kembali melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Tenggarong…

1 week ago

Wawali Samarinda Harapkan Revitalisasi Sekolah Pacu Semangat Belajar dan Prestasi Pelajar

SAMARINDA, indcyber.com — Pemerintah Kota Samarinda menggelar kegiatan Gelar Griya (Open House) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi…

1 week ago

Warga Muara Jawa Ulu Sumringah! Jalan Pandawa Mulus Berkat Kawalan Ketat Rahmat Dermawan, DPRD Kukar Komit Tuntaskan Infrastruktur hingga ke Pelosok RT

Tenggarong, indcyber.com  — Wajah Jalan Pandawa RT 22, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa,…

2 weeks ago

DARURAT UDARA KUKAR! DPRD Desak Perpanjangan PJJ & Sentil Keras Gerakan “Open Donasi” Pemerintah

TENGGARONG, indcyber.com  — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti…

2 weeks ago