Categories: BERANDAKaltim

Gubernur Kaltim Dinilai Lukai Hati Rakyat Kaltim : Rekrut Dewas RS dari Luar Daerah, Langgar Asas Keadilan dan Efisiensi APBD

Samarinda, indcyber.com – Kebijakan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang menunjuk dua warga luar daerah sebagai Dewan Pengawas (Dewas) di rumah sakit milik pemerintah provinsi menuai kritik tajam. Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Peneliti Aset Negara Komando Garuda Sakti, Suryadinata, menilai keputusan tersebut sebagai tindakan tidak berkeadilan dan menyakitkan hati masyarakat Kaltim.

Diketahui, Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud telah menunjuk dua akademisi dari luar daerah, yakni Dr. Frida Wati Rifai, dosen Universitas Hasanuddin Makassar, dewas RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda  dan Dr. Syahrir Al-Pasin Rimi (Prof. Cali) sebagai anggota Dewas di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penunjukan ini memicu pertanyaan besar karena keduanya bukan berdomisili di Kalimantan Timur.

“Tindakan itu menyakiti hati rakyat Kaltim. Seolah-olah gubernur mengatakan bahwa di Kaltim tidak ada orang yang mampu menjadi Dewan Pengawas. Padahal kita punya Unmul, UMKT, Untaq, Politeknik, dan 54 perguruan tinggi lainnya. Ini penghinaan terhadap kapasitas akademisi lokal,” tegas Suryadinata kepada media ini, Rabu (6/11).

Lebih lanjut, Suryadinata menyoroti efektivitas kinerja pengawasan apabila Dewas berdomisili di luar provinsi. Ia menilai, pengawasan rumah sakit membutuhkan kehadiran fisik dan keterlibatan langsung dalam operasional harian.

“Bagaimana bisa mengawasi rumah sakit kalau secara fisik orangnya tidak berada di Kaltim dan masih aktif sebagai dosen di luar daerah? Ini sangat tidak efektif. Dewas seharusnya hadir dan aktif di lapangan,” tambahnya.

Suryadinata juga menyoroti aspek ekonomi dan keadilan fiskal. Ia menyebut keputusan tersebut menimbulkan dampak ekonomi negatif karena gaji yang bersumber dari APBD Kaltim justru mengalir keluar daerah, tanpa memberi multiplier effect bagi perekonomian lokal.

“Ini yang disebut capital flight. Duit rakyat Kaltim justru dibelanjakan untuk tenaga kerja luar daerah. Harusnya APBD menjadi alat memperkuat dan memberdayakan rakyat Kaltim, bukan keluar provinsi,” ujarnya tajam.

Dalam pandangan hukum dan tata kelola pemerintahan, kebijakan gubernur ini juga berpotensi melanggar prinsip efisiensi dan asas keadilan sosial, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, serta Pasal 58 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menegaskan pentingnya efektivitas dan keberpihakan terhadap kepentingan daerah.

Menutup pernyataannya, Suryadinata mengingatkan Gubernur Kaltim agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan publik dan tetap berpihak kepada masyarakat sendiri.

“Kita tetap menghormati sumber daya manusia lokal dan para akademisi kita. Kami mengingatkan Pak Gubernur agar pemerintahan Kaltim lebih baik, APBD digunakan untuk rakyat Kaltim, dan hindari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme,” tutupnya.

Redaksi mencatat, polemik ini memperlihatkan adanya ketegangan antara idealisme pemerataan SDM nasional dan realitas keadilan daerah. Publik kini menanti respons resmi dari Gubernur Rudi Mas’ud atas kritik tajam ini.(****)

indcyber

Recent Posts

Kedok “Jenderal” di Balik Dugaan Penyerobotan Aset Koperasi Kalimanis Group!

SAMARINDA, indcyber.com – Tabir gelap menyelimuti sengketa lahan seluas ± 45 hektar di Kalimantan Timur.…

9 hours ago

SKANDAL EKSPOR BATU BARA BPN-ICI Hajar Bea Cukai Samarinda

Kejaksaan Harus Bongkar Kedok "Sesuai Aturan" di Balik Bocornya 750 Ribu Ton Batu Bara Ilegal!…

13 hours ago

Pesta Pora di Atas Instruksi Presiden, Ironi Kemewahan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

SAMARINDA, indcyber.com – Di saat Presiden Prabowo Subianto sedang "mengencangkan ikat pinggang" negara melalui Inpres…

1 day ago

Sinyal Merah di Pesisir: Aktivitas Bongkar Muat Ilegal Menantang Hukum?

Kutai lama, indcyber.com - Aktivitas bongkar muat yang diduga tak berizin masih saja melenggang bebas…

1 day ago

KURSI PIJAT Rp125 JUTA DI TENGAH SERUAN EFISIENSI: GUBERNUR KALTIM DISOROT, PRIORITAS ANGGARAN DIPERTANYAKAN

SAMARINDA, indcyber.com – Kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan tajam publik. Gubernur…

3 days ago

SKANDAL MAHAKAM: Di Balik Cuti ‘Misterius’ Mursidi, Ada Aroma Busuk Batu Bara ‘Spanyol’ dan Bayang-Bayang Kejagung

SAMARINDA, indcyber.com – Kursi panas Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda…

3 days ago