Categories: BERANDAKutai Barat

Guru SDN 001 Siluq Ngurai Mogok Kerja, Protes Ketidakadilan Pembagian TPP

Indcyber.com, Kutai Barat – Dunia pendidikan di Kabupaten Kutai Barat kembali diguncang persoalan serius. Guru-guru di SDN 001 Kecamatan Siluq Ngurai kompak melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas dugaan ketidakadilan dalam pembagian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Aksi mogok ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan proses belajar mengajar terganggu dan ratusan siswa terpaksa dipulangkan lebih awal. Para guru menyatakan langkah ini merupakan pilihan terakhir setelah keluhan mereka terkait TPP tidak mendapat respon dari pihak Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan keberatan, tapi tidak pernah ada kejelasan. Pembagian TPP sangat tidak adil, ada yang menerima penuh, ada yang dipotong, bahkan ada yang tidak dapat sama sekali,” ungkap salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Dasar Hukum Tuntutan

Menurut para guru, ketidakadilan ini jelas bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru yang menegaskan hak tenaga pendidik atas tunjangan sesuai beban kerja dan tanggung jawab.

Selain itu, mereka juga menilai pemerintah daerah mengabaikan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang secara tegas menyebutkan bahwa guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum, termasuk tunjangan profesi dan tunjangan lainnya.

Reaksi Orang Tua dan Siswa

Aksi mogok ini menimbulkan keprihatinan para orang tua murid. Mereka khawatir pendidikan anak-anak mereka terbengkalai akibat tarik ulur kebijakan terkait TPP.

“Anak-anak jadi korban, padahal masalahnya bukan dari guru tapi dari pemerintah yang tidak adil dalam membagi hak mereka,” ujar seorang wali murid.

Tuntutan dan Ancaman Aksi Lanjutan

Guru-guru SDN 001 Siluq Ngurai mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi transparan terkait mekanisme pembagian TPP di lingkungan pendidikan. Jika tidak ada solusi dalam waktu dekat, mereka mengancam akan melanjutkan mogok kerja dan memperluas aksi ke sekolah-sekolah lain di Kutai Barat.

“Ini bukan hanya soal uang, tapi soal keadilan dan penghargaan terhadap profesi guru. Jika pemerintah tetap diam, kami siap melakukan aksi yang lebih besar,” tegas perwakilan guru.

Situasi ini menjadi ujian serius bagi komitmen Pemkab Kutai Barat dalam menegakkan prinsip keadilan, transparansi, dan penghargaan terhadap tenaga pendidik yang merupakan ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.(JL)

indcyber

Recent Posts

Booming ‘Dokumen Terbang’ & Skandal Rp36 Miliar: Massa IMPERIUM Serbu KSOP Samarinda, Tuntut Copot Pejabat Terkait!

SAMARINDA, indcyber.com– Aroma busuk dugaan korupsi, suap, dan mafia tambang kembali menyengat Kantor Kesyahbandaran dan…

8 minutes ago

Baru Bebas, Sosok Ini Sebut Ada Prosedur Penyidikan yang Tak Sesuai Fakta

Tenggarong, indcyber.com– Usai dinyatakan bebas, seorang warga net yang dikenal melalui akun media sosialnya langsung…

4 hours ago

Dugaan Jual-Beli Proyek APBD Samarinda: Mengapa Pasal Penipuan Dipakai, Bukan Tipikor?

SAMARINDA, indcyber.com – Penanganan perkara dugaan jual-beli proyek APBD di Kota Samarinda mulai memunculkan pertanyaan…

7 hours ago

Dinilai Banyak Drama dan Tunda Hak Angket, Aliansi Rakyat Kaltim Geruduk Kantor DPRD, Aksi Sempat Ricuh

SAMARINDA, indcyber.com – Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat kembali memuncak. Ratusan massa yang…

1 day ago

MAFIA ‘DOKUMEN TERBANG’ KALTIM DIUJUNG TANDUK: Setelah Tersangka Inisial A Ditahan, Jaksa Kini Incar Hardian dan Asun Si Aktor Intelektual!

SAMARINDA, indcyber.com– Kedok culas para pelaku kejahatan sektor pertambangan di Kalimantan Timur satu per satu…

1 day ago

ISOLASI SISTEMIK DI KRAYAN: Anggaran Triliunan Menguap, Perbatasan Sengaja Dibiarkan Sekarat?

KRAYAN, indcyber.com– Slogan "membangun dari pinggiran" yang kerap digelorakan dari istana Jakarta terbukti menjadi lelucon…

2 days ago