Internet Gratis Desa di Kaltim Capai 52 Persen, Ditarget Rampung dalam Dua Tahun

Kadis Kominfo Provinsi Kalimantan Timur, H. M. Faisal Pada Saat Wawancara Dengan Awak Media. Foto By Indra.

Indcyber.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat program penyediaan akses internet gratis di desa-desa melalui inisiatif Internet Desa yang merupakan bagian dari program Gratispol. Hingga Agustus 2025, sebanyak 441 desa dari total 841 desa di Kaltim telah terhubung layanan internet gratis, atau sekitar 52 persen.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, H.M. Faisal, menjelaskan bahwa pemasangan internet difokuskan di kantor desa sebagai pusat pelayanan publik. Setiap titik akses tersebut dibiayai penuh oleh Pemprov Kaltim selama lima tahun, seiring masa jabatan Gubernur.

“Target kami seluruh desa bisa terhubung internet. Untuk tahun ini, kami fokus satu titik internet di setiap kantor desa. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat, tidak hanya saat jam kerja, tetapi juga sore dan malam hari melalui WiFi gratis,” ujar Faisal saat ditemui di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Jumat (29/8/2025).

Program ini melibatkan empat penyedia layanan utama, yakni Telkom, Telkomsel, Icon+, dan Comtelindo. Dari sisi teknis, pemasangan diprioritaskan menggunakan jaringan fiber optik untuk menjaga kualitas, sementara wilayah dengan akses sulit akan menggunakan teknologi wireless dan satelit.

Adapun progres pemasangan internet desa di beberapa kabupaten/kota, antara lain:

  • Berau: 58 desa dari 100 desa
  • Kutai Barat: 64 desa dari 190 desa
  • Kutai Kartanegara: 117 desa dari 193 desa
  • Kutai Timur: 85 desa dari 139 desa
  • Mahakam Ulu: 4 desa dari 50 desa
  • Paser: 90 desa dari 139 desa
  • Penajam Paser Utara: 23 desa dari 30 desa

Faisal optimistis target 100 persen dapat tercapai dalam dua tahun ke depan. Saat ini, setiap minggunya tim pemasangan mampu menjangkau 25–30 desa baru.

“Sejak launching pada 21 April lalu hingga kini, sudah 441 desa terhubung. Kami yakin seluruh desa bisa terpasang internet gratis paling lama dua tahun,” tambahnya.

Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa program ini akan terus dievaluasi untuk pemerataan akses, termasuk rencana penambahan titik di sekolah dan fasilitas pendidikan.

“Kami berharap internet gratis desa bisa mendorong ekonomi digital, meningkatkan mutu pendidikan, serta mempercepat layanan administrasi,” pungkasnya.

Reporter: Indra | Editor: Fathur

Awang

Recent Posts

Kanwil Kemenkumham Kaltim Tegaskan PT Kalimanis Plywood Industries Tidak Terdaftar di Database AHU Online

​SAMARINDA. Indcyber.com— Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Timur secara…

2 weeks ago

Keadilan untuk Musliadi! Menakar Celah Hukum Putusan NO PN Samarinda dan Ujian Nurani Majelis Hakim Pengadilan Tinggi

SAMARINDA , indcyber.com— Ironi penegakan hukum di ruang peradilan kembali menguji rasa keadilan publik. Musliadi,…

2 weeks ago

DPR KETOK PALU, SUYUDI ARIO SETO RESMI GANTIKAN LISTYO SIGIT

JAKARTA, indcyber.com  — DPR RI resmi menyetujui Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan…

2 weeks ago

KAWAT 2 SENTIMETER DI JANTUNG, 14 KALI MEDIASI, Rp5 MILIAR TAK TERWUJUD

Skandal RSUD AWS Membuka Pertanyaan Lebih Besar: Ketika Pelayanan Publik Terjebak Budaya Kekuasaan dan “Bisnis…

2 weeks ago

Operasi Jalur Hitam Batu Bara Samarinda, Izin TUKS PT Bara Kumala Kedaluwarsa, Aktivitas Bongkar Muat Berpotensi Ilegal!

SAMARINDA. Indcyber.com — Praktik pengangkutan dan bongkar muat batu bara di kawasan Pelabuhan Samarinda berada…

2 weeks ago

Skenario “Penyelamat” di Balik Pencairan Rp700 Juta TPAK: Pengakuan Hudali Mukti Singkap Indikasi Pelanggaran Hukum Sistematis

Samarinda. Indcyber.com — Dalih kepedulian sosial kembali menjadi tameng klasik dalam kasus dugaan penyimpangan dana…

3 weeks ago