Jembatan Usaha Keramba Ikan Loa Ulung, Di Soalkan Pemilik Lahan

Indcyber.com, Loa Ulug – Kurang lebih 40 orang warga Masyarakat Desa Loa Ulung yang terbagi menjadi tiga kelompok, mengantungkan hidupnya menjadi pembudidaya ikan dalam keramba dengan menfaatkan DAS ( Daerah Aliran Sungai ) Mahakam.

Awalnya selama puluhan tahun berjalan mulus, warga mengaku hasilnya sangat lumayan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Bahkan menjadi salah satu andalan desa dalam kegiatan pembudidayaan ikan, mengikuti jejak desa sebelah yang juga telah sukses.

“ Kami dalam setahun bisa memanen hingga 5 kali hasilnya lumayan, namun adanya permasalahan lahan, kami tidak mengisinya, sebagian ada yang mengisinya, saya beralih fungsi sementara menjadi petani mengarap sawah.” Kata Citra.

Namun, persoalan datang saat pemerintah Kabupaten Kutai kartanegara melalui Dinas perikanan dan kelautan, menyetujui usulan dari tiga kelompok  pengeramba ikan untuk di buatkan jembatan, tujuannya agar memudahkan dalam aktifitas, karena memang posisinya dengan tepi sungai Mahakam berada antara 100 – 200 meter di atas rawa.

“ jadi jembatan ini usulan kami, jangan salahkan dinas perikanan dan kelautan, jembatan yang di bangun melintasi lahan warga sekitar 30 meter dari di tepi DAS Mahakam, sehingga adanya keramba kami menjadi menghalangi keluar masuk alat seperti sadar ponton mungkin. Hasil musyawarah kemarin keramba kami di geser ke hilir dekat muara anak sungai. Pihak dinas Perikananpun siap untuk mengeser jembatan.” Kata Citra pemilik keramba.

Ditambahkannya, DAS Mahakam dan Sepadan sungai di batasi 5 meter, kententuan Pasal 1 angka 1Permen PUPR 28/2015, Pasal 76 huruf b UU SDA. Namun Garis Sempadan Sungai, Jarak Aman Beraktivitas di Sekitar Sungai berjarak setidaknya 200 meter. Mengingat pentingnya keselamatan, pemerintah biasanya menjadikan tepi sungai berjarak antara 7 hingga 15 meter untuk kepentingan jalur hijau.(*)

indcyber

Recent Posts

BANCAKAN ANGGARAN DI ATAS BATU BERSATU: MENGULITI BOBROKNYA PROYEK JALAN MARGASARI–KUKAR

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…

17 hours ago

SKANDAL JALAN AMBRUK BERULANG MARGASARI KUKAR: ABRASI MAHAKAM JADI ALIBI, DUGAN BOBROKNYA PROYEK DAN PERMAINAN ANGGARAN HARUS DITUNTASKAN!

LOA KULU, KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Kerusakan berulang pada Jalan Poros Tenggarong–Loa Janan, khususnya di…

2 days ago

AMBLAS BERULANG KALI: BUKTI BOBROKNYA PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR JALAN YOS SUDARSO DESA JEMBAYAN, KUTAI KARTANEGARA

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Bencana yang berulang bukanlah sekadar takdir alam, melainkan cermin telanjang ketidakbecusan…

2 days ago

Fenomena Gunung Es Keuangan Perumdam Tirta Kencana: Rp198,36 Miliar Laba Tertahan, Rakyat Samarinda Tetap Krisis Air Bersih

SAMARINDA, indcyber.com — Di balik megahnya laporan statistik keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Tahun Anggaran…

3 days ago

UGM Jadi Pusat Pengembangan AI, Kolaborasi Pemerintah dan Industri Dorong Riset Teknologi Indonesia

Indcyber.com, Yogyakarta – Pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia memasuki tahap…

3 days ago

Keadilan untuk Anggota Koperasi Santi Murni Plywood Terus perjuangkan

Tim Penyelesaian Pembubaran Koperasi Santi Murni Plywood (TPPK-SMP) Siap Bongkar Dugaan Kedzaliman  SAMARINDA, indcyber.com —…

3 days ago