Categories: BERANDASamarinda

Krisis Kepercayaan! Warga Tolak Probebaya, Sebut Proyek Selalu Tak Maksimal dan RT Hanya Dijadikan Stempel Belaka

Samarinda, indcyber.com — Suasana rapat rembuk warga RT 26 Jalan Cut Meutia memanas setelah warga bulat menolak rencana program Probebaya untuk pembuatan parit di gg.3 jalan muso salim. Penolakan muncul karena warga mengaku sudah terlalu kecewa dengan kualitas pengerjaan Probebaya sebelumnya yang dinilai selalu tidak maksimal dan tak punya standar teknis yang jelas.

Warga menyatakan, proyek serupa seharusnya dikerjakan oleh Dinas Perkim karena memiliki tenaga teknis, mekanisme pertanggungjawaban yang resmi, serta standar mutu pekerjaan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Penolakan ini berubah menjadi kritik keras terhadap tata kelola Probebaya yang dianggap tidak transparan dan rawan penyimpangan.

Warga: “RT tidak pegang dana, tapi dipaksa tanda tangan”

Salah satu warga berinisial BA menyatakan kekesalan mendalam atas mekanisme Probebaya yang berjalan selama ini.

“Sebenarnya kami warga kasihan juga RT. Mereka tidak memegang dana, namun harus tanda tangan untuk mengetahui pengerjaan proyek Probebaya itu,” ujarnya.

Jalan muso salim gg.3 samarinda

Pernyataan ini mengindikasikan dugaan pelanggaran tata kelola anggaran, di mana struktur administrasi tidak sesuai ketentuan — RT dimintai tanda tangan sebagai formalitas, namun tidak memiliki kontrol terhadap dana, pelaksana, maupun kualitas pekerjaan.

Dugaan Pelanggaran Hukum yang Disorot Warga

Warga menilai pola pelaksanaan Probebaya yang selama ini terjadi berpotensi melanggar sejumlah aturan, khususnya:

Diduga melanggar asas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah sebagaimana diatur dalam UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Diduga bertentangan dengan Permendagri tentang Pengelolaan Keuangan Desa/Kelurahan, karena pelaksana kegiatan tidak melibatkan unsur teknis yang kompeten.

Dugaan pemaksaan administrasi, di mana RT diminta menandatangani dokumen tetapi tidak memiliki kewenangan atau akses kontrol terhadap realisasi anggaran.

Potensi markup atau pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, jika kualitas pengerjaan yang dikeluhkan warga benar adanya.

Warga Tegas Menolak: “Cukup! Jangan ulangi kegagalan yang sama”

Dalam rapat itu, warga menyampaikan bahwa mereka tidak akan menerima program Probebaya untuk pembuatan parit, sebelum:

Ada audit atas pekerjaan Probebaya sebelumnya,

Ada kejelasan pelaksana teknis,

Ada pertanggungjawaban resmi dan tertulis,

Dan proyek dikerjakan langsung oleh Perkim, bukan pihak tak jelas yang tidak memiliki tenaga ahli.

Penolakan ini mencerminkan krisis kepercayaan total masyarakat terhadap Probebaya yang dinilai hanya menghabiskan anggaran, namun hasil pekerjaannya tidak bermanfaat bahkan dianggap merugikan.(R)

indcyber

Recent Posts

Booming ‘Dokumen Terbang’ & Skandal Rp36 Miliar: Massa IMPERIUM Serbu KSOP Samarinda, Tuntut Copot Pejabat Terkait!

SAMARINDA, indcyber.com– Aroma busuk dugaan korupsi, suap, dan mafia tambang kembali menyengat Kantor Kesyahbandaran dan…

55 minutes ago

Baru Bebas, Sosok Ini Sebut Ada Prosedur Penyidikan yang Tak Sesuai Fakta

Tenggarong, indcyber.com– Usai dinyatakan bebas, seorang warga net yang dikenal melalui akun media sosialnya langsung…

5 hours ago

Dugaan Jual-Beli Proyek APBD Samarinda: Mengapa Pasal Penipuan Dipakai, Bukan Tipikor?

SAMARINDA, indcyber.com – Penanganan perkara dugaan jual-beli proyek APBD di Kota Samarinda mulai memunculkan pertanyaan…

8 hours ago

Dinilai Banyak Drama dan Tunda Hak Angket, Aliansi Rakyat Kaltim Geruduk Kantor DPRD, Aksi Sempat Ricuh

SAMARINDA, indcyber.com – Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat kembali memuncak. Ratusan massa yang…

1 day ago

MAFIA ‘DOKUMEN TERBANG’ KALTIM DIUJUNG TANDUK: Setelah Tersangka Inisial A Ditahan, Jaksa Kini Incar Hardian dan Asun Si Aktor Intelektual!

SAMARINDA, indcyber.com– Kedok culas para pelaku kejahatan sektor pertambangan di Kalimantan Timur satu per satu…

1 day ago

ISOLASI SISTEMIK DI KRAYAN: Anggaran Triliunan Menguap, Perbatasan Sengaja Dibiarkan Sekarat?

KRAYAN, indcyber.com– Slogan "membangun dari pinggiran" yang kerap digelorakan dari istana Jakarta terbukti menjadi lelucon…

2 days ago