Layanan Kesehatan Terancam Lumpuh, Nakes Kukar Siap Mogok Bila Tuntutan Diabaikan

Kutai Kartanegara, indcyber.com — Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menerima puluhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dari sektor tenaga kesehatan (nakes) dalam sebuah audiensi resmi yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kukar, Senin (24/11/2025).

Pertemuan tersebut digelar sebagai respons atas keluhan mendesak para nakes yang mengaku mengalami penurunan signifikan dalam pendapatan sejak status mereka ditetapkan sebagai PPPK paruh waktu. Kondisi itu disebut telah berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga serta beban kerja yang mereka emban selama ini.

Para nakes meminta kebijakan tersebut ditinjau ulang, mengingat peran vital mereka dalam pelayanan kesehatan publik di berbagai fasilitas kesehatan Kukar.

Dalam suasana audiensi yang berlangsung tegang namun terbuka, sejumlah perwakilan nakes menyampaikan bahwa jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah, mereka siap melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas penurunan kesejahteraan yang dinilai tidak adil.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, merespons serius ancaman tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan yang disampaikan para nakes adalah urgensi daerah yang tidak boleh diabaikan.

“Kami meminta Bupati Kukar untuk segera mengambil langkah cepat dan solutif. Penurunan pendapatan ini tidak boleh mengganggu pelayanan kesehatan. Pemerintah daerah harus hadir menyelesaikan persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan,” tegas Ahmad Yani dalam rapat tersebut.

Ahmad Yani menyatakan DPRD Kukar akan menindaklanjuti hasil audiensi ini dengan menggelar rapat kerja bersama dinas terkait. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka untuk mencegah aksi mogok yang berpotensi mengganggu layanan kesehatan masyarakat secara luas.

Para nakes berharap pemerintah daerah segera merumuskan kebijakan yang lebih adil, baik melalui penyesuaian regulasi, skema tambahan penghasilan, maupun evaluasi status PPPK paruh waktu yang dinilai merugikan.

Situasi ini diperkirakan akan menjadi isu besar di sektor kesehatan Kukar jika tidak segera mendapatkan keputusan yang jelas dari pemerintah daerah.(***)

indcyber

Recent Posts

Proyek Miliaran Rupiah Mangkrak dan Ambrol Sebelum Setahun: Aroma Dugaan Pelanggaran Hukum Menjerat Dinas PU Kukar, PT Samudra Anugrah Indah Permai, dan CV Harsindo

TENGGARONG, indcyber.com  — Pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh uang rakyat (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah)…

6 hours ago

KULITI BOBROK PENGELOLAAN DAERAH: MASSA GERAM KALTIM SURAKAN DOKUMEN VIOLASI HUKUM HINGGA LARUT MALAM

SAMARINDA, indcyber.com — Ratusan massa aksi dari Gerakan Rakyat Menggugat Kalimantan Timur (Geram Kaltim) menolak…

8 hours ago

BPBD Kaltim Dukung Uji Coba Cairan SAA Inovasi Alumni Faperta Unmul Atasi Karhutla

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan bersalaman dengan Ketua IKA Faperta Unmul Fahrizal, S.P., S.H.…

22 hours ago

DUGAAN PENYADAPAN PRESIDEN SERET NAMA JENDERAL POLISI, ADA APA DI BALIK GEJOLAK ELITE?

JAKARTA, indcyber.com – Institusi Kepolisian Republik Indonesia kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan sekadar persoalan…

23 hours ago

BOBROK TATA KELOLA KAS PEMPROV KALTARA! Dana Ratusan Miliar Diobok-obok, BPK Bongkar Pelanggaran Pengelolaan Anggaran 2025

TANJUNG SELOR, indcyber.com — Tata kelola keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di bawah kepemimpinan…

1 day ago

SKANDAL DANA HIBAH KALTARA: Rp3,79 MILIAR LENYAP TANPA LPJ, BPK BONGKAR KELEBIHAN BAYAR RATUSAN JUTA!

TANJUNG SELOR , indcyber.com — Pengelolaan dana hibah di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

1 day ago