Mantan Dirut Perusda Aneka Usaha dan Jasa Bontang Terus Di Buru Oleh Kejaksaan Tinggi Kaltim

INDCYBER.COM, SAMARINDA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memburu mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) milik Pemkot Bontang,yakni Dandi Priyo Anggono yang menjadi buron dan masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2016 lalu. Kasus ini ditangani  Kejari Bontang dan disupervisi KPK.

Sementara itu Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Sarjono Turin yang didampingi oleh Kasidik Kejati Kaltim Andri Triwibowo mengatakan jika yang bersangkutan dipanggil secara patut tidak pernah hadir.

“Diupayakan dipanggil secara patut tidak hadir, dan kita minta bantuan KPK untuk pencarian,” kata Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Sarjono Turin kepada indcyber.com di Kejati Kaltim, Kamis (27/6/2019).

Diketahui, pada tahun 2014 dan 2015,Perusda AUJ mendapatkan penambahan penyertaan modal dari Pemerintah Kota Bontang yang bersumber dari APBD tahun 2014 sebesar Rp 10 miliar, dan dari APBD tahun 2015 sebesar Rp. 6.9 miliar yang sebagian didistribusikan ke anak usahanya.

Dalam perjalananya, penyidik menemukan adanya indikasi dugaan penyimpangan penggunakan dana fiktif senilai Rp 8 miliar dan piutangnya macet. Kasus ini masih terus dikembangkan.

“Masih pengembangan tersangka lain,” katanya mantan pria yang sempat bertugas di KPK dari Tahun 2004-2011 ini,.

Ia disangkakan pasal 2-3 undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Selain meminta bantuan KPK, polisi dan Kejaksaan Agung dilibatkan dalam pencarian Dandi.

Karena hingga akhir masa jabatannya di Perusda AUJ, dimana Dandi menjabat sebagai pimpinannya tidak mampu mempertanggungjawabkan anggaran sebesar Rp 8.055 miliar yang hingga saat ini masih menjadi konsen pihak Kejati Bontang untuk mencari yang bersangkutan hingga peningkatan status DPO kepadanya dan melibatkan KPK RI sebagai supervisi untuk mempertanggungjawabkan dugaan kasus korupsi itu.

Di sisi lain Dalam kunjungannya ke Kejati Kaltim, kasus ini disampaikan langsung ke Wakil Pimpinan KPK, Alexander Marwata. Selain kasus korupsi di Bontang, digelar juga ekspos perkara rasuah di Kutai Barat.(sp).

 

Redaksi -

Recent Posts

Dugaan Konspirasi Mafia Tanah: Wahyudi Manaff dan Said Ahmad Lasuru Dituding Rekayasa Tim Penyelesai Aset Koperasi Kalimanis

SAMARINDA, indcyber.com — Praktik dugaan kejahatan pertanahan berencana terstruktur dan terorganisir kembali mencuat. Wahyudi Manaff…

7 hours ago

Kejati Kaltim Ikuti FGD Penuntutan Pidana Umum Berbasis Pemulihan Korban

​SAMARINDA, indcyber.com – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Focus Group…

9 hours ago

Pertahankan WTP 10 Tahun Berturut-turut, Kejaksaan RI Terima LHP BPK atas Laporan Keuangan 2025

JAKARTA , indcyber.com — Kejaksaan Republik Indonesia kembali mencatatkan capaian tata kelola keuangan dengan meraih…

9 hours ago

Skandal Anggaran Rp 1,5 Miliar Desa Batu Majang: Petinggi Kuasai Dana Tunai Mandiri, BPK & Aparat Terkesan Mandul!

MAHAKAM ULU, indcyber.com — Pengelolaan Keuangan Kampung (APBK) Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam…

2 days ago

KEJAHATAN LINGKUNGAN DI TAHURA BUKIT SOEHARTO: TAMBANG ILEGAL PT SINGLURUS PRATAMA DIGULUNG SATGAS PKH, POTENSI DENDA TEMBUS Rp147,3 MILIAR

Kutai Kartanegara, indcyber.com - Penjarahan kawasan konservasi atas nama pengerukan kekayaan alam akhirnya menghantam tembok…

2 days ago

SKANDAL ASET 4,3 HEKTARE: Pemkot Samarinda Digantung DP Rp2 Miliar

SAMARINDA, indcyber.com — Sengketa kepemilikan dan transaksi lahan seluas 4,3 hektare di kawasan Sungai Kerbau,…

2 days ago