Kepala Kesekretariatan Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda,Syahdianor,S.T.P.(foto/slamet/Indcyber.com)
INDCYBER.COM,SAMARINDA-Dua tahun terakhir dalam masa pandemi Covid-19 Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda tidak banyak melakukan action dilapangan ataupun pressure ke Pemerintah karena merwka ingin perjuangan yang trlah dirintis sejak tahun 2003 silam memjadi sia sia yang hanya disebabkan oleh blunder.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kesekretariatan GRPDOB Kabupaten Samarinda Syahdiyanor S.T.P saat ditemui disalah satu rumah makan yang tidak jauh dengan Rumah Pergerakan di Jalan APT Pranoto No 70 Sei Keledang Kecamatan Samarinda Seberang,Minggu(22/8/2021) siang.
“Meskipun ditengah Pandemi Covid-19 ini kami tetap melakukan konsolidasi dan sosialisasi dari satu tempat ke tempat lain,dari satu warung kopi ke warung kopi lainnya.Terus kita semangati agar pembangunan di Samarinda Seberang tetap menjadi perhatian Pemerintah,”ujarnya.
Masih lanjut Syahdiyanor jika pihaknya tetap berharap Walikota Samarinda saat ini benar benar memberikan dan presentasi di wilayah Samarinda Seberang.
“Kami tetap melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda.Karena kami masih ingat komitmen pak Andi Harun jauh sebelum terpilih dengan mengadakan pertemuandi hotel Grand Sawit beliau menjajikan akan memberikan pemindahan Balai Kota ke Samarinda Seberang,”urai Syahdiyanor.
“Kami juga telah punya dua alternatif jika nanti benar benar terwujud Balai Kota pindah ke Samarinda Seberang,yautu terletak di dekat Stadion Utama Palaran dan satu lagi di Bukuan,”imbuhnya.
GRBPDOB Kabupaten Samarinda sendiri juga telah mempelajari perkembangan politik saat ini sehinga telah disepakati bersama melahirkan tiga tahapan menuju pemberdayaan seberang.
“Tiga tahapan tersebut diantaranya yang pertama jangka pendek yang mana pemerintah Kota Samarinda memberikan presentasi yang besar terhadap pembangunan di wilayah Samarinda Seberang.Kemudian jangka menengahnya yaitu kesepakatan kami dengan pak Walikota Samarinda Andi Harun untuk membangun atau memindahkan Balai Kota di Samarinda Seberang sebab kami yakin jika balaikota dipindahkan secara otomatis pembangunan di Samarinda Seberang akan menjadi pesat,”bebernya.
Sedangkan untuk jangka Panjangnya yaitu bagaimana suatu hari nanti akan menjadi sebuah Kabupaten atau Kota.Syahdiyanor juga sangat paham untuk menuju sebuah DOB membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.
“Jadi masih butuh waktu kurang lebih 6 tahun lagi untuk membentuk satu Kecamatan dengan sepuluh Kelurahan beserta fasilatas lainnya,”jelasnya.
Perlu diketahui oleh masyarakat luas khususnya Samarinda jika Gerakan Rakyat Bersatu Pejuang Daerah Otonomi Baru Kabupaten Samarinda ini bukan Dewan Presedium karena menurut analisa dan kajiannya secara otomatis persyaratan untuk berjuang mewujudkan DOB itu terpenuhi salah satunya adalah persyaratan wilayah. Untuk itu GRBPDOB Kabupaten Samarinda belum bersedia mengkondisikan Dewan Presedium karena belum terlengkapinya persyaratan tersebut.(bersambung)
Penulis:Slamet Pujiono
Editor:Bayu
Dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diamankan jajaran Polsek Sungai Pinang usai dilakukan…
Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…
Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…
Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…
SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…
KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…