Indcyber.com, Samarinda -Perhelatan tahunan pesta atau festival budaya terbesar yang sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat Kutai Kartanegara yakni Erau Internasional Fox Art Festival (EIFAF) pasti diikuti oleh beberapa negara tetangga seperti Hongaria, Mexico,Turki, India dan delegasi negara tetangga lainnya, Erau dihelat dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 29 Juli 2018.
Sementara itu Slamet Sutarno Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda mengatakan seharusnya paling tidak minimal Ketua Panitia harus memberitahukan atau koordinasi dengan Kantor Imigrasi guna melaporkan jika kegiatan Erau akan diikuti oleh delegasi beberapa negara tetangga tapi ini tidak ada komunikasi sama sekali.
“Seharusnya dari awal ya paling tidak Ketua panitia lah koordinasi dengan kami, ada berapa negara, jumlah warga negara asing yang diundang tapi ini tidak ada komunikasi sehingga kami dari imigrasi melakukan jemput bola aktif ke Kukar, “ujar Slamet Sutarno Kasi Pengawasan dan Penindakan di ruang kerjanya saat ditemui Indcyber.com, Kamis (26/07/2018)
Masih menurut Slamet setiap hari pasti ada anggotanya untuk memantau orang asing apa saja kegiatannya dari awal kegiatan sampai penutupan.
Saat disinggung kegiatan pemantauan orang asing yang fokus kepada delegasi negara sahabat apakah dilakukan pengecekan dokumen kelengkapannya secara tegas Slamet mengatakan pihaknya tidak melakukan hal sejauh itu tapi Sekedar memantau kegiatan sehari hari para delegasi tersebut
“Untuk pemeriksaan dokumen ya gak lah kalau sampai sejauh itu nanti malah menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan bagi delegasi peserta Erau jadi kami hadir di sana hanya melakukan pemantauan apa saja kegiatan mereka sehari hari selama Erau berlangsung, “ujarnya.
Yang menjadi harapan dari semua pihak terkait adanya delegasi negara sahabat kedepannya harus ada koordinasi, komunikasi antara Pemkab Kukar dan Kantor Imigrasi tujuan semua itu untuk memudahkan instansi terkait dalam pengecekan berapa jumlah peserta luar negeri.
“Mudahan sampai akhir kegiatan tidak ada masalah dengan delegasi negara tetangga, bukan tidak komunikasi mungkin pihak panitia yang lupa,”pungkasnya
SAMARINDA, indcyber.com— Sebuah pengakuan mengejutkan beredar luas di media sosial terkait adanya dugaan ketidaksesuaian (discrepancy)…
SAMARINDA, indcyber.com– Aroma busuk dugaan korupsi, suap, dan mafia tambang kembali menyengat Kantor Kesyahbandaran dan…
Tenggarong, indcyber.com– Usai dinyatakan bebas, seorang warga net yang dikenal melalui akun media sosialnya langsung…
SAMARINDA, indcyber.com – Penanganan perkara dugaan jual-beli proyek APBD di Kota Samarinda mulai memunculkan pertanyaan…
SAMARINDA, indcyber.com – Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat kembali memuncak. Ratusan massa yang…
SAMARINDA, indcyber.com– Kedok culas para pelaku kejahatan sektor pertambangan di Kalimantan Timur satu per satu…