indcyber.com, Muara Badak – Pengelolaan Blok Migas di Kecamatan Muara Badak oleh PT. Vico Indonesia Masa Kontraknya akan berakhir pada 7 Agustus 2018. Dengan tidak di perpanjangnya masa kontrak, secara otomatis Pengelolaan Blok Migas akan kembali pada negara.
Mengetahui PT. VIco Indonesia akan berakhir masa kontraknya melalui pemberitahun selebaran yang beredar di masyarakat, Warga menjadi resah dan gelisah, kekawatiran terbesar adalah soal tenaga kerja lokal.
Puncaknya Selasa 24/8 di Bundaran Jl. Simpang Enam Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berlangsung Aksi Unjuk Rasa (AUR) Masyarakat Yang Tergabung Dalam Aspirasi Masyarakat Muara Badak Mengawal Transisi Blok Sanga Sanga.
Sebanyak 50 orang lebih massa mengelar konvoi, Aksi dan berorasi pada tempat-tempat fasilitas utama Blok Migas tujuanya agar di dengar tuntutannya. Aksi ini di Koordinator oleh Ahmad Yani, S.Pd., Harianto, S.H., Abdillah S.T., Taufiqurahman, S.Kom., Taufik, Kadir, Muhammad Toba, sebagai reaksi tidak ada keputusan dan kejelasannya soal tuntutan mereka beberapa hari lalu.
Sepanjang jalan Massa berorasi dan membentangkan spanduk yang bertuliskan tolak PT.Pertamina jika tidak berdayakan Rakyat Muara Badak, serta melakukan bakar ban. Taufik dalam setiap orasi menyampaikan, ” transisi PT Vico Indonesia ke PT. Pertamina Hulu Sanga-Sanga, saya himbau agar pemerintah harus bersikap adil dan wajar serta transparan. Jangan bersikap sembunyi-sembunyi atau kucingan-kucingan. Pemerintah melalui PT Vico dan PT Pertamina harus bersikap adil dan kooperatif dalam menyikapi tentang permasalahan peralihan atau transisi ini karena Masyarakat Muara Badak terus mengawasi masalah ini. “
Ditambahkannya, Apabila masalah ini tidak ditangani dengan serius, Aksi Unjuk Rasa (AUR) Masyarakat Yang Tergabung Dalam Aspirasi Masyarakat Muara Badak akan menurunkan massa yang lebih besar lagi. Maka sudah tentu akan menimbulkan permasalahan dan keributan dimasyarakat khususnya warga masyarakat Muara Badak.
Massa juga membagikan selebaran kepada masyarakat maupun karyawan yang melintasi lokasi aksi yang berisikan himbauan atau ajakan untuk mendukung kegiatan aksi tersebut. Di Kantor Kecamatan Muara Badak kembali melakukan orasi dengan tuntuan yang sama dan melakukan bakar ban.
Kemudian Massa bergerak ke Gate 20 Vico, melakukan orasi dan massa memaksa masuk ke Portal namun mendapat penghadangan puluhan anggota dari aparat anti huru hara (Polsek) di bantu anggota TNI, dengan cara aparat menembakan gas air mata ke massa aksi, tidak ada korban jiwa di kedua belah pihak.
Menjelang Sore, Tak Ada perwakilan PT. PHSS yang menemui mereka, Massa meminta agar PT. Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PT. Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), SKK. Migas, untuk wajib hadir pada pertemuan yang akan dilaksanakan pada Kamis 26 Juli 2018 di Kantor Kec. Muara Badak dan menjawab 3 tuntutan masyarakat Muara Badak tersebut.
Massa kecewa, dan akhirnya membubarkan diri dengan aman dan kondusif, aksi UNRAS damai tersebut mendapat pengawalan dan pengamanan dari pihak kepolisian polsek Muara Badak dan anggota TNI.(CB/mir)
SAMARINDA, indcyber.com – Kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan tajam publik. Gubernur…
SAMARINDA, indcyber.com – Kursi panas Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda…
SAMARINDA, indcyber.com – Pemandangan memalukan sekaligus ironis terjadi di benua etam Kalimantan Timur hari ini.…
SAMARINDA, indcyber.com – Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang menggunakan istilah "hak prerogatif" dalam…
Aparat melalui Unit PPA Satreskrim mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak usia 5 tahun…
Seorang pria diamankan oleh Satresnarkoba Polresta Samarinda dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di…