Categories: BERANDASamarinda

PPK Proyek LTPS, Hendra: Konsep Kaca Sliding Disiapkan agar Pedagang Lebih Mandiri

PPK proyek LTPS, Hendra, menyebut penataan lanjutan masih dalam tahap pembahasan teknis bersama dinas terkait. Salah satu opsi yang disiapkan yakni pemasangan kaca sliding agar pedagang bisa membuka dan menutup lapak secara mandiri sesuai kondisi cuaca. Saat ini konsep masih dalam tahap mockup sebelum direalisasikan. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek LTPS, Hendra Kusuma, menyampaikan bahwa rencana penataan lanjutan Lapak Tempat Penjualan Sementara (LTPS) saat ini masih dalam tahap pembahasan teknis bersama sejumlah instansi terkait.

Kepada awak media, Hendra menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan serta dinas teknis lainnya untuk merumuskan konsep penanganan yang tepat. Salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah penggunaan sistem kaca sliding (geser) pada bagian depan lapak.

“Konsepnya nanti menggunakan kaca sliding. Jadi pedagang bisa membuka dan menutup sendiri sesuai kebutuhan. Kalau cuaca bagus bisa dibuka, tapi saat hujan deras atau angin kencang bisa ditutup,” jelas Hendra.

Menurutnya, desain tersebut bertujuan agar lapak bisa dikelola secara mandiri oleh pedagang tanpa harus bergantung pada pengelola khusus. Saat ini, tim masih menyusun beberapa mockup sebagai gambaran teknis sebelum masuk tahap pelaksanaan.

Terkait kebutuhan anggaran, Hendra menegaskan belum ada angka final yang bisa disampaikan karena perencanaan masih difokuskan pada aspek desain dan teknis lapangan.

“Anggarannya belum kami simpulkan. Sekarang masih sebatas mockup dan diskusi teknis,” ujarnya.

Ia berharap realisasi pekerjaan bisa dilakukan pada tahun ini, meskipun pedagang diminta untuk bersabar menunggu proses perencanaan dan administrasi selesai.

Menanggapi isu penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), Hendra menyebut informasi tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut ke Dinas Perdagangan. Ia menegaskan pihaknya hanya mendiskusikan penanganan teknis di lapangan, mengingat proyek sebelumnya dibangun oleh PUPR dan kini telah memasuki masa pemeliharaan.

“Bangunan masih dalam masa pemeliharaan enam bulan setelah serah terima di awal November lalu,” pungkasnya.

Penulis: Fathur  | Editor: Awang

Awang

Recent Posts

Dugaan Penyimpangan Proyek APBD Rp 2,28 Miliar di Paser: Pengawasan Publik dan Transparansi Anggaran Dipertanyakan

TANAH GROGOT, indcyber.com— Sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan dan penataan interior milik Pemerintah Kabupaten…

4 days ago

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

4 days ago

Darurat Korsleting Listrik Hantui Tenggarong, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Desak Evaluasi Total dan Solusi Nyata untuk Warga!

TENGGARONG, indcyber.com  — Musibah kebakaran yang kembali melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Tenggarong…

1 week ago

Wawali Samarinda Harapkan Revitalisasi Sekolah Pacu Semangat Belajar dan Prestasi Pelajar

SAMARINDA, indcyber.com — Pemerintah Kota Samarinda menggelar kegiatan Gelar Griya (Open House) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi…

2 weeks ago

Warga Muara Jawa Ulu Sumringah! Jalan Pandawa Mulus Berkat Kawalan Ketat Rahmat Dermawan, DPRD Kukar Komit Tuntaskan Infrastruktur hingga ke Pelosok RT

Tenggarong, indcyber.com  — Wajah Jalan Pandawa RT 22, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa,…

2 weeks ago

DARURAT UDARA KUKAR! DPRD Desak Perpanjangan PJJ & Sentil Keras Gerakan “Open Donasi” Pemerintah

TENGGARONG, indcyber.com  — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti…

2 weeks ago