​Suasana Memanas di Tabang: Kades Gunung Sari Layangkan Ultimatum Keras ke PT Ade Putra Tanrajeng

HERMAN (Kades Gunung Sari)

 

INDCYBER.COM, KUKAR–TABANG – Pertemuan evaluasi pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/TJSP) antara Pemerintah Desa Gunung Sari dan manajemen PT Ade Putra Tanrajeng (APT) berlangsung memanas, di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Gunung Sari, Herman, dihadiri jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, para Ketua RT, hingga perwakilan masyarakat setempat. Suasana memuncak ketika Pemerintah Desa memprotes keras kebijakan perusahaan yang tidak memasukkan Desa Gunung Sari dalam peta prioritas wilayah lingkar tambang.

Padahal, secara geografis dan operasional, warga Desa Gunung Sari menjadi pihak yang paling terdampak langsung oleh lalu lintas dan aktivitas industri PT APT.

“Gangguan kebisingan terjadi nonstop. Debu tebal menyelimuti pemukiman dan mengancam kesehatan warga, terutama anak-anak serta lansia,” ungkap Herman di hadapan pihak manajemen.

Atas kondisi tersebut, Kepala Desa menyampaikan ultimatum terbuka kepada manajemen PT APT maupun perusahaan lain yang beroperasi di wilayah administratif Desa Gunung Sari agar segera merealisasikan kewajiban sosial dan lingkungan secara konkret.

Napalia N Pasulu (KomDev) alias Niwan

“Saya selaku kepala desa menegaskan kepada perusahaan manapun yang berdomisili di Desa Gunung Sari tanpa kecuali: apabila mengabaikan peraturan yang ada, jangan salahkan kami jika suatu saat nanti kami melakukan aksi besar-besaran dengan menutup sementara segala aktivitas perusahaan sebelum tanggung jawab terhadap masyarakat terpenuhi,” tegas Herman.

Tanggapan Manajemen PT APT

Menanggapi ketegangan tersebut, Manajer Community Development (ComDev) PT Ade Putra Tanrajeng, Napalia N. Pasulu (Niwan), menyikapi penyampaian aspirasi tersebut secara terbuka dan kooperatif. Pihaknya menilai dinamika dan nada keras dari warga sebagai bentuk dinamika komunikasi yang wajar dalam tatanan kearifan lokal.

Niwan mengakui adanya keterlambatan pemenuhan program, namun mengklaim hal tersebut terjadi karena perusahaan tengah memastikan seluruh skema penyaluran TJSP berjalan sesuai dengan batasan regulasi yang berlaku.

“Kami berkeinginan hal ini dilakukan dan disesuaikan dengan aturan yang berlaku, sehingga tidak ada pihak yang melanggar ketentuan. Komitmen kami sebenarnya sudah ada, namun kami melihat masih perlu perbaikan dalam hal komunikasi. Itulah sebabnya kami turun langsung ke sini, agar proses ke depannya bisa berjalan lebih baik,” ujar Niwan.

Pihak PT APT menyatakan komitmennya untuk memperbaiki jalur diplomasi dengan pemdes dan masyarakat Desa Gunung Sari guna merumuskan program pemberdayaan serta kompensasi dampak lingkungan secara proporsional. (mrg/hri)

indcyber

Recent Posts

Gara-Gara Menepi Beli Minum, Truk Telur Balikpapan Amblas di Harun Nafsi Samarinda

SAMARINDA , indcyber.com— Sebuah truk pengangkut telur lintas kota rute Balikpapan–Samarinda terperosok hingga nyaris terguling…

2 days ago

Dugaan Penyelewengan Dana Kampung Batu Majang senilai Rp1 Miliar Lebih Mengemuka, Aparat Hukum Didesak Bertindak

Ujoh Bilang, indcyber.com - Dugaan kasus penyalahgunaan keuangan publik kembali mencoreng tata kelola pemerintahan tingkat…

5 days ago

Jalan Ampera Palaran Gelap, Warga Desak Pemerintah Segera Tambah Penerangan

SAMARINDA, indcyber.com — Kondisi penerangan di ruas Jalan Ampera, tepat di depan Kantor Kecamatan Palaran,…

6 days ago

MENETASNYA BENCANA ANGGARAN Rp183,5 MILIAR KALTIM

​Mencederai Hukum dan Fungsi Pengawasan: Tatapan Tajam ke PPK 1.9, Satker PJN I, dan BBPJN…

2 weeks ago

Jalan Loa Janan Amblas Parah, BPBJN Kaltim Berdalih ‘Tanah Lunak’: Kegagalan Perencanaan atau Pembiaran Berbahaya?

LOA JANAN, KUKAR, indcyber.com— Bencana kegagalan struktur jalan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara,…

2 weeks ago

BANCAKAN ANGGARAN DI ATAS BATU BERSATU: MENGULITI BOBROKNYA PROYEK JALAN MARGASARI–KUKAR

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…

2 weeks ago