Categories: BERANDASamarinda

Proses PJ Sekda Samarinda Tertahan, Andi Harun Minta Kejelasan dari Pemprov

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, minta kejelasan segera dari Pemprov Kaltim terkait proses persetujuan Penjabat Sekda yang tertunda. Ia tekankan pentingnya percepatan agar pelayanan publik dan proses administrasi, termasuk pembayaran gaji ASN, tidak terganggu. (Foto: Fathur)

Indcyber.com, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, , menyoroti lambannya proses persetujuan Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) yang hingga kini belum mendapat kejelasan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2026 dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di DPRD Kota Samarinda, Senin (30/3/2026).

Andi Harun mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Kalimantan Timur untuk menanyakan perkembangan surat rekomendasi PJ Sekda yang diajukan sekitar satu bulan lalu. Namun, dari hasil penelusuran, dokumen tersebut ternyata belum sampai ke tahap akhir di meja gubernur.

“Setelah kami cek melalui sistem Srikandi, suratnya masih tertahan di proses persetujuan Wakil Gubernur dan belum diteruskan,” ujarnya.

Ia menilai, secara prosedur, proses administrasi antarinstansi seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua pekan. Namun kondisi yang terjadi saat ini dinilai tidak sesuai dengan standar tersebut.

Menurutnya, keterlambatan ini perlu segera ditindaklanjuti karena berdampak langsung pada jalannya roda pemerintahan di Kota Samarinda. Ia menegaskan pentingnya kejelasan status surat, baik disetujui, dikembalikan, maupun ditolak.

“Kalau memang ada kekurangan, tentu akan kami perbaiki. Tapi kalau tidak ada keputusan, ini justru menghambat,” tegasnya.

Lebih jauh, Andi Harun menyoroti potensi terganggunya pelayanan publik akibat belum adanya pejabat yang memiliki kewenangan penuh sebagai Sekda. Beberapa keputusan strategis, terutama yang berkaitan dengan administrasi keuangan, menjadi sulit dijalankan tanpa legitimasi tersebut.

Ia bahkan mengingatkan adanya risiko keterlambatan pembayaran gaji bagi ASN, PPPK, hingga tenaga harian lepas jika situasi ini tidak segera diselesaikan.

“Kalau belum ada penetapan hingga awal bulan, maka proses pencairan gaji bisa tertunda. Ini tentu sangat sensitif dan berdampak luas,” jelasnya.

Pemerintah Kota Samarinda berharap agar proses administrasi di tingkat provinsi dapat segera dirampungkan, sehingga stabilitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Penulis: Fathur   | Editor : Awang

Awang

Recent Posts

Dugaan Penyimpangan Proyek APBD Rp 2,28 Miliar di Paser: Pengawasan Publik dan Transparansi Anggaran Dipertanyakan

TANAH GROGOT, indcyber.com— Sorotan tajam tertuju pada proyek pengadaan dan penataan interior milik Pemerintah Kabupaten…

17 hours ago

PONTON BATU BARA RATAKAN PERMUKIMAN DI MAHAKAM: KELALAIAN FATAL ATAU KEJAHATAN PELAYARAN?

LOA JANAN , indcyber.com— Insiden kelam kembali mencoreng aktivitas pelayaran niaga batu bara di sepanjang…

2 days ago

Darurat Korsleting Listrik Hantui Tenggarong, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Desak Evaluasi Total dan Solusi Nyata untuk Warga!

TENGGARONG, indcyber.com  — Musibah kebakaran yang kembali melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kartini, Tenggarong…

1 week ago

Wawali Samarinda Harapkan Revitalisasi Sekolah Pacu Semangat Belajar dan Prestasi Pelajar

SAMARINDA, indcyber.com — Pemerintah Kota Samarinda menggelar kegiatan Gelar Griya (Open House) Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi…

1 week ago

Warga Muara Jawa Ulu Sumringah! Jalan Pandawa Mulus Berkat Kawalan Ketat Rahmat Dermawan, DPRD Kukar Komit Tuntaskan Infrastruktur hingga ke Pelosok RT

Tenggarong, indcyber.com  — Wajah Jalan Pandawa RT 22, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa,…

1 week ago

DARURAT UDARA KUKAR! DPRD Desak Perpanjangan PJJ & Sentil Keras Gerakan “Open Donasi” Pemerintah

TENGGARONG, indcyber.com  — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti…

1 week ago