Categories: DPRD KALTIMSamarinda

PT Sylva Kaltim Sejahtera Tidak Mampu Menyumbang PAD Yang Maksimal

INDCYBER.COM,SAMARINDA-Satu persatu perusahaan daerah (perusda) milik Pemerintah Provinsi Kaltim menjadi sorotan Komisi II DPRD Kaltim.

Hari ini (3/3/2020), Perusda Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera hadir memenuhi panggilan Komisi II DPRD Kaltim dalam agenda Rapat Dengar Pendapat yang digelar di kantor DPRD Kaltim, Gedung D, Karang Paci.

Perusda Sylva Kaltim Sejahtera dibentuk dengan penyertaan modal awal oleh Pemprov Kaltim sebesar Rp 5 miliar. Tetapi dengan penyertaan modal tersebut, sampai hari ini tak mampu membuat Perusda Sylva Kaltim Sejahtera menjadi salah satu penghasil sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang menjanjikan.

Hal tersebut terlihat dari minimnya kontribusi PAD yang disetorkan ke kas daerah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

“Perusda dulu dibentuk dengan modal Rp 5 miliar, kemudian sampai saat ini, deviden yang bisa didapatkan selama satu tahun lebih kurang hanya Rp 200 juta, kemudian kontribusi PAD ke daerah lebih kurang hanya Rp 17 juta,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Baharudin Demmu di ruang kerjanya.

Tak hanya itu, kata Veridiana, terjadi rangkap jabatan pada struktur organisasi Perusda SKS saat ini.

“Jadi perusda ini hanya dijalankan oleh direktur operasional, merangkap direktur utama dan bagian keuangan. Karena direktur utama mengundurkan diri dengan alasan sakit. Kemudian perusda tersebut tidak punya badan pengawas, karena badan pengawas sudah berakhir di bulan November 2019,” urai Demmu.

Sehingga, Komisi II DPRD Kaltim mengambil kesimpulan untuk berusaha memulihkan kinerja perusda sebelum nanti memberi rekomendasi terkait langkah penyelesaian yang akan diambil.

“Tetapi, jika memang sudah tidak bisa disehatkan kita akan bicara dengan pihak pemerintah bagaimana baiknya,”imbuhnya

“Rekomendasi khusus tadi sudah kita sampaikan yaitu menunggu hasil audit, karena dari hasil audit akan kelihatan alur kasnya akan seperti apa, dan struktur organisasi akan terlihat masih punya organ atau tidak, jangan-jangan sudah banyak yang diamputasi atau sudah rontok,”pungkasnya.
(advertorial)

Penulis: Slamet Pujiono
Editor:Fa’i
Sumber:indcyber.com

Redaksi -

Recent Posts

Gugatan Tak Tahu Diri: Wahyudi Manaf dan PT Kalimanis Plywood Industries Tabrak Putusan MA demi Caplok Aset Koperasi Karyawan!

Samarinda. Indcyber.com– Praktik dugaan "mafia tanah" dan upaya pencaplokan aset secara ilegal kembali dipertontonkan secara…

6 hours ago

NEKAT GUGAT LAHAN KOPERASI: Manuver Ilegal Wahyudi Manaf dan PT Kalimanis Plywood Industries Dikecam Keras!

SAMARINDA, indcyber.com– Tindakan hukum yang dilakukan oleh Wahyudi Manaf dengan menyeret nama PT Kalimanis Plywood…

8 hours ago

“Jembatan Mahakam Bergemuruh: GERAM Jilid II Deklarasikan Mosi Tidak Percaya, Penguasa Daerah Digugat Rakyat”

Samarinda, indcyber.com – Gelombang protes kembali mengguncang Kalimantan Timur. Aliansi GERAM Jilid II memilih turun…

22 hours ago

Dibalik Triliunan Rupiah Ekspor Teluk Adang: Konspirasi Kejahatan Lingkungan dan Mandulnya Pengawasan Instansi Negara

PASER, indcyber.com — Angka 33.887 hektare bukan sekadar koordinat konsesi di atas kertas. Itu adalah…

3 days ago

​”Menanti Ketukan Palu Jaksa di Bankaltimtara: Siapa Saja Pejabat yang Bakal Terseret Skandal Rp335 Miliar?”

SAMARINDA, indcyber.com – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai amburadulnya penyaluran 134 fasilitas kredit kepada…

3 days ago

MENGENCINGI ATURAN OJK: Skandal Ketergantungan Dana Pemda Bankaltimtara, Direksi Terancam Pidana dan Copot Jabatan!

SAMARINDA, indcyber.com– Tabir fatamorgana kesehatan finansial PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara…

3 days ago