Categories: BERANDASamarinda

Ratusan Pedagang Pasar Pagi Kepung Balai Kota, Wali Kota Samarinda Akhirnya Putuskan 480 Kios untuk Pemilik SKTUB

SAMARINDA, indcyber.com – Suasana halaman Balai Kota Samarinda memanas sejak pagi. Sekitar 150 pedagang Pasar Pagi Samarinda turun langsung menyuarakan keresahan mereka, Selasa (10/2/2026). Aksi ini menjadi titik puncak kekecewaan para pedagang yang selama ini mengantongi Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) namun tak kunjung mendapat kejelasan lapak di Pasar Pagi Baru.

Aksi yang dimulai pukul 10.20 WITA di Jalan Kesuma Bangsa No.1 itu dipimpin korlap Ade Maria Ulfa. Para pedagang membentangkan spanduk bernada tegas:

“Kembalikan Hak Kami dan Tepati Janji Kepala Disdag” serta “Kembalikan Kios Kami sebagai Pemilik SKTUB.”

“Ini Bukan Aksi Emosi, Ini Aksi Hak”

Dalam orasi bergantian, massa menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan bentuk pembangkangan, melainkan tuntutan hak yang sah.

“Kami sudah memenuhi semua permintaan pemerintah, tapi sampai hari ini belum ada kejelasan. Kami mohon jangan anarkis, kita jaga ketertiban,” seru salah satu orator.

Nuansa religius mengiringi aksi tersebut. Para pedagang bahkan membaca Surah Al-Kahfi, sebagai simbol ikhtiar dan doa agar keadilan benar-benar hadir untuk “orang kecil”.

Wali Kota Turun Langsung, Audiensi Terbuka Digelar

Sekitar pukul 10.40 WITA, perwakilan pedagang akhirnya diterima langsung oleh Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, ST., SH., M.Si. di teras Balai Kota. Audiensi ini turut dihadiri jajaran penting Pemkot Samarinda, termasuk Kepala Disperindag, Satpol PP, TWAP, hingga Kabag Humas.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah:

 “Pasar Pagi adalah aset Pemerintah Kota Samarinda. Tidak ada sewa-menyewa, yang ada hanya retribusi sesuai perda. Jika ada oknum yang menyewakan kios, itu pelanggaran hukum.”

Ia juga membuka ruang pengawasan publik. Dugaan adanya oknum Disdag yang bermain dalam penataan kios diminta segera dilaporkan secara resmi dengan bukti.

Pedagang Ungkap Fakta Lapangan

Korlap Ade Maria Ulfa menyampaikan fakta mencengangkan. Berdasarkan pengecekan lapangan dan aplikasi, masih terdapat 704 lapak kosong, sementara 379 pedagang pemilik SKTUB belum mendapatkan kios.

 “Ini titik puncak kami, Pak. Kami percaya keputusan ada di tangan Wali Kota. Kami mohon kebijaksanaan,” tegas Ade.

Keputusan Penting: 480 Pedagang Dapat Kios

Audiensi itu berbuah keputusan strategis. Wali Kota Samarinda secara terbuka mengumumkan:

480 pedagang Pasar Pagi pemilik SKTUB akan mendapatkan masing-masing satu kios/lapak.

Satu nama SKTUB = satu kios, tanpa pengecualian.

Jika masih ada sisa kios, akan diumumkan secara terbuka ke masyarakat.

“Tidak ada keberanian untuk berbohong. Tata kelola Pasar Pagi kami sampaikan juga kepada aparat penegak hukum,” tegas Andi Harun.

Tak heran, hingga kini Pasar Pagi Samarinda belum diresmikan. Pemerintah memilih membereskan seluruh persoalan terlebih dahulu agar tidak menyisakan konflik di kemudian hari.

Aksi Berakhir Damai, Harapan Masih Dijaga

Pukul 11.23 WITA, audiensi selesai. Dua menit kemudian, aksi unjuk rasa resmi dibubarkan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Catatan Penting

Aksi ini menegaskan satu hal: pedagang Pasar Pagi hanya menuntut kepastian, bukan keistimewaan. Pemerintah Kota Samarinda kini resmi menyatakan bahwa:

Pasar Pagi adalah aset pemkot Tidak ada sewa kios

Hanya ada retribusi sesuai peraturan perundang-undangan

480 kios telah dipastikan untuk 480 pemilik SKTUB

Kini, publik menunggu satu hal: realisasi penuh tanpa permainan di belakang layar.

Karena bagi pedagang kecil, janji bukan sekadar kata—tapi soal hidup dan penghidupan.(SY)

indcyber

Recent Posts

Polisi Bongkar Modus Curanmor di Sungai Pinang: Identitas Motor Dirusak Demi Hindari Pelacakan

Dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diamankan jajaran Polsek Sungai Pinang usai dilakukan…

19 hours ago

APM Kaltim Ajak Massa Jaga Aksi Tetap Damai dan Tertib pada 21 April 2026

Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…

1 day ago

Berujung Penganiayaan, Aksi Menolong Pria Mabuk di Mahulu Justru Picu Amarah

Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…

2 days ago

Motor Diparkir Tanpa Kunci Pengaman, Dua Pencuri Berhasil Dibekuk Polisi

Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…

3 days ago

Mantan Kadis Pertambangan Kukar Berinisial AS Resmi Ditahan Terkait Kasus Lahan Transmigrasi

SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…

3 days ago

KECEWA BERAT! TIM VERIFIKASI PEMKAB KUTAI BARAT DINILAI GAGAL, WARGA DESAK HENTIKAN RKAB PT TCM

KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…

4 days ago