SURYADINATA BUKA SUARA : AKTOR KUNCI MASIH BERSEMBUNYI: OTAK “DOKUMEN TERBANG” BELUM TERSENTUH

Samarinda, indcyber.com – Skandal Sungai Mahakam semakin telanjang setelah Suryadinata, Ketua Lembaga Aliansi Indonesia – Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) Komando Garuda Sakti Kalimantan Timur, angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa pencopotan Kepala KSOP Samarinda tidak otomatis menyelesaikan masalah, karena hingga saat ini aktor kunci yang mengendalikan alur dokumen dan perizinan belum tersentuh hukum.

“Yang tumbang baru satu orang. Tapi otak permainan dokumen terbang masih aman-aman saja. Mereka inilah yang membuat seolah-olah jeti yang dipakai legal, padahal di lapangan bertentangan total dengan fakta,” tegas Suryadinata.

Menurutnya, praktik dokumen terbang bukan terjadi spontan, melainkan terstruktur, sistematis, dan melibatkan lebih dari satu lini.

“Tidak mungkin kapal bisa sandar, tambat, dan berlayar kalau tidak ada yang membuka pintu dari dalam. Ini bukan kesalahan teknis, ini kejahatan administrasi yang disengaja,” katanya.

🧾 JETI ILEGAL DIBUNGKUS LEGALITAS PALSU

Suryadinata mengungkapkan, banyak jeti di sepanjang Sungai Mahakam tidak memiliki izin lengkap, tidak memenuhi standar keselamatan, bahkan sebagian tidak tercatat dalam basis data resmi.

Namun ironisnya, kapal-kapal yang menggunakan jeti tersebut tetap memperoleh dokumen operasional.

“Kertasnya rapi, stempelnya ada, tanda tangannya ada. Tapi fisiknya ilegal. Ini ciri khas mafia birokrasi,” ungkapnya.

🔥 DESAK KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TURUN TANGAN LANGSUNG

Ia mendesak Kementerian Perhubungan tidak berhenti pada pencopotan jabatan semata, tetapi membuka seluruh arsip perizinan dan memeriksa pejabat lama maupun baru yang terlibat dalam rantai persetujuan.

“Kalau hanya ganti orang tanpa memutus jaringan, kejahatan akan tetap hidup. Hari ini Mursidi dicopot, besok bisa muncul Mursidi baru,” tegasnya.

☠️ PENUTUP: PERANG MELAWAN MAFIA PELAYARAN HARUS DIMULAI

Suryadinata menegaskan, Sungai Mahakam saat ini berada dalam kondisi darurat kejahatan.

“Ini sudah bukan soal kecelakaan, tapi soal mafia. Dan mafia tidak bisa dihadapi dengan kompromi. Harus dengan penindakan keras dan penjara.”

Dengan pernyataan ini, publik kembali diingatkan bahwa skandal Sungai Mahakam belum selesai. Satu kepala jatuh. Namun kepala-kepala lain masih bersembunyi.(HM/S)

indcyber

Recent Posts

Jalan Ampera Palaran Gelap, Warga Desak Pemerintah Segera Tambah Penerangan

SAMARINDA, indcyber.com — Kondisi penerangan di ruas Jalan Ampera, tepat di depan Kantor Kecamatan Palaran,…

6 hours ago

MENETASNYA BENCANA ANGGARAN Rp183,5 MILIAR KALTIM

​Mencederai Hukum dan Fungsi Pengawasan: Tatapan Tajam ke PPK 1.9, Satker PJN I, dan BBPJN…

5 days ago

Proyek Jalan Rp196,8 Miliar di Kutai Barat Disorot : Aspal Diduga 2–3 Cm, Drainase Menyusut, BBPJN Kaltim Wajib Buka Data

Kutai Barat, indcyber.com — Proyek preservasi jalan ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Melak (Sp. Blusuh–Melak)…

6 days ago

Jalan Loa Janan Amblas Parah, BPBJN Kaltim Berdalih ‘Tanah Lunak’: Kegagalan Perencanaan atau Pembiaran Berbahaya?

LOA JANAN, KUKAR, indcyber.com— Bencana kegagalan struktur jalan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara,…

6 days ago

BANCAKAN ANGGARAN DI ATAS BATU BERSATU: MENGULITI BOBROKNYA PROYEK JALAN MARGASARI–KUKAR

KUTAI KARTANEGARA, indcyber.com — Proyek seumur jagung kembali roboh. Uang rakyat menguap miliaran rupiah, sementara…

6 days ago

GALI LUBANG PIDANA KADES SIDOMULYO: Ngaku ‘Dizalimi’ & Ancam Tuntut Berita Hoaks

Dokumen Klarifikasi Justru Jadi Bukti Pengakuan Dosa Pungli Emas dan Pencaplokan Wilayah!   KUTAI KARTANEGARA,…

1 week ago