Categories: Kutai Kartanegara

Tokoh Masyarakat Kecamatan Tabang Kecewa Dengan PT Indonesia Pratama

Tokoh masyarakat Kecamatan Tabang Yahya Ubay,SH.cucu dari Raden Pateh.(foto: istimewa).

INDCYBER.COM, TABANG-Pemancangan tiang pertama pembangunan jembatan Sungai Belayan Desa Muara Ritan Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara oleh PT Indonesia Pratama ternyata tidak melibatkan Pemangku Adat Tabang maupun melibatkan unsur Muspika Kecamatan Tabang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tokoh masyarakat Kecamatan Tabang Yahya Ubay,SH yang juga cucu dari Raden Pateh.Ia mengatakan sangat kecewa dengan PT Indonesia Pratama tersebut karena sudah tidak menghargai Pemangku Adat Tabang sebagai pemilik tanah leluhur nenek moyang mereka.

“Saya selaku tokoh Adat dan tokoh masyarakat Tabang sangat kecewa dengan PT Indonesia Pratama karena di wilayah kerja PT IP tersebut ada Pemerintah Kecamatan dan Adat Wilayah Besar KecamatanTabang yang mendapat Tanah limpah kemurahan dari Pemerintah kerajaan tahun 1850 yang pola hidupnya sangat kental dengan kearifan lokal serta memelihara budaya lokal yang ada,namun saya sebagai putra daerah asli Tabang sangat kecewa kenapa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tidak melibatkan Pemerintah Kecamatan dan Pemangku Adat,”ujar Yahya Ubay kepada indcyber.com,Selasa (26/1/2021).

Perlu diketahui jika wilayah yang ada dan sebagian lahan Masyarakat disekitar itu pun masih banyak yang belum dibebaskan oleh pihak Perusahaan,jalan yang dibangun sepanjang kurang lebih 100 kilometer tersebut bukan untuk kepentingan masyarakat namun hanya buat pengangkutan batu bara yang keluar dari perut bumi tersebut.

“Dalam kegiatan tersebut saya sebagai tokoh masyarakat adat Tabang merasa keberatan dan kecewa kalau kegiatan tersebut tidak berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Adat wilayah Tabang.Kepada PT Indonesia Pratama ingat semua kepala adat dan masyarakat adat Tabang merasa kecewa atas kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa kordinasikan dengan Masyarakat Adat Tabang.Kami akan turun ke lokasi tersebut dan kepada PT Indonesia Pratama akan kami kenakan sangsi adat karena kami nilai sudah lalai terhadap kearifan budaya lokal dan kami dalam Minggu ini kordinasikan dengan Pemangku adat besar wilayah Tabang untuk proses selanjutnya,”tegas Yahya Ubay.

Yahya juga dengan tegas mengultimatum PT Indonesia Pratama untuk segera mengunjungi Pemangku Adat Besar wilayah Tabang agar persoalan tersebut cepat terselesaikan namun jika dengan waktu yang ditentukan juga tidak ada etikad baiknya maka masyarakat di 19 desa yang ada di wilayah Kecamatan Tabang akan mengepung PT Indonesia Pratama.

Penulis:Slamet Pujiono
Editor: Redaksi

Redaksi -

Recent Posts

Berujung Penganiayaan, Aksi Menolong Pria Mabuk di Mahulu Justru Picu Amarah

Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…

13 hours ago

Motor Diparkir Tanpa Kunci Pengaman, Dua Pencuri Berhasil Dibekuk Polisi

Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…

1 day ago

KECEWA BERAT! TIM VERIFIKASI PEMKAB KUTAI BARAT DINILAI GAGAL, WARGA DESAK HENTIKAN RKAB PT TCM

KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…

2 days ago

JEJAK HITAM PROYEK JALAN Rp27,3 MILIAR DI KALTIM DIDUGA “DIATUR”: PEKERJAAN SUDAH JALAN SEBELUM LELANG

Balikpapan, indcyber.com – Diduga melibatkan oknum" pejabat dilingkungan dinas pupr prov kaltim, praktik korupsi kembali…

2 days ago

Kaltim Membara: Aliansi Perjuangan Masyarakat Kepung Samarinda 21 April, Lawan Dinasti dan Nepotisme

SAMARINDA, indcyber.com– Stabilitas politik di Bumi Etam dipastikan memanas. Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APM-KT)…

4 days ago

UPAH DI BAWAH STANDAR DAN DOKUMEN DITAHAN: POTRET SURAM PEKERJA PT TALENTA PUTRA UTAMA DI BENGALON

BENGALON, indcyber.com – Praktik eksploitasi tenaga kerja diduga masih mengakar kuat di sektor pertambangan Kalimantan…

4 days ago