Pasukan Suriah yang dibantu oleh Rusia dan Iran, bersiap menyerang Idlib secara besar-besaran. Idlib merupakan provinsi yang menjadi basis pertahanan terakhir bagi pemberontak. Namun serangan itu dikhawatirkan menimbulkan tragedi kemanusiaan karena banyak warga sipil di dalamnya.
Turki, yang juga sekutu Rusia dan Iran, berupaya mencari cara agar serangan ke Idlib dihentikan. Hal yang sama disuarakan Amerika Serikat dan Prancis yang khawatir dengan situasi di Idlib. Apalagi ada indikasi pasukan Suriah akan menggunakan senjata kimia. Bahkan, AS dan Prancis mengancam akan kembali menyerang Suriah jika penggunaan senjata kimia terbukti.
Dalam pertemuan itu, Erdogan mengajak Rusia dan Iran agar menyetujui gencatan senjata. Menurut dia, jika tercapai, maka gencatan senjata menjadi kemenangan dalam pertemuan itu.
Erdogan juga menegaskan, Turki yang akan mengalami dampak dari serangan itu karena gelombang pengungsi dalam jumlah besar akan masuk ke negaranya.
Namun Putin menolak usulan tersebut. Menurut Putin, Suriah berhak merebut kembali daerah yang direbut pemberontak. Idlib kini dikuasai kelompok Nusra Front. Sebagian anggota ISIS dilaporkan masih berada di sana.
“Pemerintahan Suriah yang sah punya hak dan pada akhirnya harus menguasai semua wilayah negaranya,” kata Putin, kepada Rouhani dan Erdogan, dikutip dari AFP.
Putin menegaskan, penyelesaian politik merupakan hal mendesak di Suriah. Dia juga mengajak Iran dan Turki untuk membantu menyelesaikan konflik ini secepatnya.
Teroris, kata Putin, melanjutkan provokasi serta menggunakan drone di Idlib.
“Kita tak bisa mengabaikan ini. Kita harus menyelesaikannya bersama-sama,” ujarnya.
Ketiga kepala negara itu diharapkan akan menentukan masa depan Idlib di tengah meningkatnya kekhawatiran akan tragedi kemanusiaan.
Di lansir dari laman (iNews.id)
PASER, indcyber.com — Angka 33.887 hektare bukan sekadar koordinat konsesi di atas kertas. Itu adalah…
SAMARINDA, indcyber.com – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai amburadulnya penyaluran 134 fasilitas kredit kepada…
SAMARINDA, indcyber.com– Tabir fatamorgana kesehatan finansial PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara…
SAMARINDA, indcyber.com– Genderang perang terhadap gurita bisnis haram "dokumen terbang" di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali…
TANJUNG SELOR, indcyber.com – Klaim sepihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) yang menyebut pengelolaan…
Indcyber.com, SAMARINDA – Di tengah derasnya arus informasi digital dan munculnya berbagai platform berbasis kecerdasan…