Turki, Rusia dan Iran gagal tempuh kesepakatan gencatan senjata di Idlib

Indcyber.com, TEHERAN – Tiga kepala negara, yakni Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Rusia Vladimir Putin, bertemu di Teheran, Jumat (7/9/18), membahas nasib Idlib, Suriah.

Pasukan Suriah yang dibantu oleh Rusia dan Iran, bersiap menyerang Idlib secara besar-besaran. Idlib merupakan provinsi yang menjadi basis pertahanan terakhir bagi pemberontak. Namun serangan itu dikhawatirkan menimbulkan tragedi kemanusiaan karena banyak warga sipil di dalamnya.

Turki, yang juga sekutu Rusia dan Iran, berupaya mencari cara agar serangan ke Idlib dihentikan. Hal yang sama disuarakan Amerika Serikat dan Prancis yang khawatir dengan situasi di Idlib. Apalagi ada indikasi pasukan Suriah akan menggunakan senjata kimia. Bahkan, AS dan Prancis mengancam akan kembali menyerang Suriah jika penggunaan senjata kimia terbukti.

Dalam pertemuan itu, Erdogan mengajak Rusia dan Iran agar menyetujui gencatan senjata. Menurut dia, jika tercapai, maka gencatan senjata menjadi kemenangan dalam pertemuan itu.

Erdogan juga menegaskan, Turki yang akan mengalami dampak dari serangan itu karena gelombang pengungsi dalam jumlah besar akan masuk ke negaranya.

Namun Putin menolak usulan tersebut. Menurut Putin, Suriah berhak merebut kembali daerah yang direbut pemberontak. Idlib kini dikuasai kelompok Nusra Front. Sebagian anggota ISIS dilaporkan masih berada di sana.

“Pemerintahan Suriah yang sah punya hak dan pada akhirnya harus menguasai semua wilayah negaranya,” kata Putin, kepada Rouhani dan Erdogan, dikutip dari AFP.

Putin menegaskan, penyelesaian politik merupakan hal mendesak di Suriah. Dia juga mengajak Iran dan Turki untuk membantu menyelesaikan konflik ini secepatnya.

Teroris, kata Putin, melanjutkan provokasi serta menggunakan drone di Idlib.

“Kita tak bisa mengabaikan ini. Kita harus menyelesaikannya bersama-sama,” ujarnya.

Ketiga kepala negara itu diharapkan akan menentukan masa depan Idlib di tengah meningkatnya kekhawatiran akan tragedi kemanusiaan.

Di lansir dari laman (iNews.id)

 181 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *