Categories: BERANDASamarinda

Warga RT 26 Patungan Perbaiki Jalan Gg. 3: Puluhan Tahun Rusak, Tak Kunjung Tersentuh Program Pemerintah

Samarinda, indcyber.com – Kejenuhan warga RT 26 Jalan Muso Salim, Gang 3, memuncak. Setelah puluhan tahun menunggu perbaikan, warga akhirnya berinisiatif patungan memperbaiki jalan gang yang sudah lama rusak parah. Aksi gotong royong ini dilakukan tanpa dukungan anggaran dari program pemerintah, termasuk Probebaya, sambil menunggu pengajuan resmi ke Dinas Perkim Samarinda tahun depan.

“Kami semua warga RT 26 patungan baiki jalan Gg. 3, karena rusaknya sudah puluhan tahun belum juga tersentuh pembangunan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga Mengaku Tidak Percaya Kualitas Program Probebaya

Lebih tajam lagi, warga mengungkapkan alasan tidak mengajukan perbaikan melalui program Probebaya, karena menilai pengerjaan di beberapa lokasi lain tidak maksimal.

“Kami warga RT 26 lebih percaya jika dikerjakan oleh Perkim, karena pertanggungjawabannya jelas dan RT tidak pusing mengerjakannya,” bebernya.

Warga menyebut bahwa dalam beberapa contoh proyek berbasis swakelola Probebaya di wilayah lain, kualitas pengerjaan dianggap tidak konsisten. Karena itu, mereka memilih menunggu penanganan langsung dari instansi teknis agar konstruksi lebih terjamin.

Potensi Pelanggaran dan Kewajiban Pemerintah

Rusaknya jalan lingkungan hingga bertahun-tahun tanpa penanganan berpotensi bertentangan dengan sejumlah regulasi mengenai kewajiban pemerintah daerah dalam pemeliharaan infrastruktur dasar, antara lain:

UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mewajibkan Pemkot memenuhi pelayanan dasar, termasuk infrastruktur permukiman.

Permendagri 86/2017, yang menegaskan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat harus masuk prioritas perencanaan pembangunan daerah.

Permen PUPR 05/PRT/M/2015, yang mewajibkan pemerintah memastikan kelayakan dan keselamatan infrastruktur jalan lingkungan.

Fakta bahwa jalan Gang 3 rusak hingga puluhan tahun tanpa penanganan signifikan dapat menjadi indikator lemahnya monitoring dan evaluasi pembangunan di tingkat kelurahan maupun pemerintah kota.

Harapan Warga pada Perkim

Warga kini hanya berharap usulan perbaikan tahun depan benar-benar direalisasikan melalui Dinas Perkim, bukan hanya menjadi daftar pengajuan tanpa eksekusi.

“Yang kami butuhkan sederhana: jalan yang layak. Selama ini kami merasa terabaikan. Semoga Perkim turun tangan dengan serius,” tutup salah satu warga.

Aksi patungan warga RT 26 ini menjadi alarm keras bagi pemerintah kota bahwa kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh diabaikan, terlebih untuk infrastruktur yang menjadi akses vital keseharian warga.(R/B)

indcyber

Recent Posts

Kedok “Jenderal” di Balik Dugaan Penyerobotan Aset Koperasi Kalimanis Group!

SAMARINDA, indcyber.com – Tabir gelap menyelimuti sengketa lahan seluas ± 45 hektar di Kalimantan Timur.…

4 hours ago

SKANDAL EKSPOR BATU BARA BPN-ICI Hajar Bea Cukai Samarinda

Kejaksaan Harus Bongkar Kedok "Sesuai Aturan" di Balik Bocornya 750 Ribu Ton Batu Bara Ilegal!…

8 hours ago

Pesta Pora di Atas Instruksi Presiden, Ironi Kemewahan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

SAMARINDA, indcyber.com – Di saat Presiden Prabowo Subianto sedang "mengencangkan ikat pinggang" negara melalui Inpres…

23 hours ago

Sinyal Merah di Pesisir: Aktivitas Bongkar Muat Ilegal Menantang Hukum?

Kutai lama, indcyber.com - Aktivitas bongkar muat yang diduga tak berizin masih saja melenggang bebas…

1 day ago

KURSI PIJAT Rp125 JUTA DI TENGAH SERUAN EFISIENSI: GUBERNUR KALTIM DISOROT, PRIORITAS ANGGARAN DIPERTANYAKAN

SAMARINDA, indcyber.com – Kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan tajam publik. Gubernur…

3 days ago

SKANDAL MAHAKAM: Di Balik Cuti ‘Misterius’ Mursidi, Ada Aroma Busuk Batu Bara ‘Spanyol’ dan Bayang-Bayang Kejagung

SAMARINDA, indcyber.com – Kursi panas Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda…

3 days ago