DPRD Kaltim dan Forum Aksi Rakyat Sepakati Langkah Perjuangkan Dana Bagi Hasil

Ketua Forum Aksi Rakyat Kaltim, Vendy Meru, memberikan keterangan kepada wartawan usai RDP di Gedung E lantai 1 DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa (11/11/2025). Foto: Fathur

Indcyber.com, SAMARINDA — Isu pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) kembali menjadi perhatian serius di Kalimantan Timur. Selasa (11/11/2025), anggota DPRD Provinsi Kaltim, perwakilan DPRD Kota Samarinda, dan Forum Aksi Rakyat Kaltim menggelar pertemuan awal secara tertutup di Gedung A lantai 1, Ruang Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda.

Pertemuan tertutup ini membahas langkah strategis menindaklanjuti isu pemotongan DBH yang dinilai merugikan daerah penghasil seperti Kaltim. Setelah membahas poin-poin penting, pertemuan kemudian langsung dilanjutkan dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung E lantai 1 DPRD Kaltim.

RDP tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Kaltim Salehuddin, Subandi, Sigit Wibowo, Agus Suwandi, Sapto Setyo, H. Baba, Muhammad Samsun, dan Sabaruddin Panrecalle, sedangkan dari DPRD Kota Samarinda hadir Viktor Yuan dan Joko Wiratno.

Ketua Forum Aksi Rakyat Kaltim, Vendy Meru, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang hadir dan menekankan pentingnya langkah bersama untuk menyuarakan keadilan fiskal bagi masyarakat Kaltim.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD Provinsi Kaltim, DPRD Kota Samarinda, dan perwakilan kabupaten serta kota. Pertemuan awal di Gedung A menjadi momen penting karena seluruh aspirasi rakyat telah dicatat, dan kemudian langsung dilanjutkan dengan RDP di Gedung E untuk menindaklanjuti langkah-langkah konkret,” ujar Vendy.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah provinsi, gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Kaltim. Vendy menegaskan, perjuangan ini bukan hanya soal angka DBH, tetapi soal keadilan dan kesejahteraan masyarakat penghasil sumber daya alam.

“Kaltim adalah provinsi penyumbang devisa besar bagi negara. Tahun 2024, PDRB Kaltim mencapai Rp858,1 triliun. Pemerintah pusat seharusnya menyadari kontribusi besar ini dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya,” lanjutnya.

Vendy juga menyoroti ketimpangan sosial, di mana masih banyak masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan meski Kaltim kaya sumber daya alam. “Kesejahteraan rakyat harus nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Forum Aksi Rakyat Kaltim menargetkan DPRD untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini dalam satu minggu ke depan. “Kami berharap DPRD benar-benar menjadi representasi rakyat Kaltim. Fraksi kami siap mengawal perjuangan ini bersama seluruh elemen masyarakat,” pungkas Vendy.

Reporter: Fathur | Editor: Awang

Awang

Recent Posts

Booming ‘Dokumen Terbang’ & Skandal Rp36 Miliar: Massa IMPERIUM Serbu KSOP Samarinda, Tuntut Copot Pejabat Terkait!

SAMARINDA, indcyber.com– Aroma busuk dugaan korupsi, suap, dan mafia tambang kembali menyengat Kantor Kesyahbandaran dan…

4 hours ago

Baru Bebas, Sosok Ini Sebut Ada Prosedur Penyidikan yang Tak Sesuai Fakta

Tenggarong, indcyber.com– Usai dinyatakan bebas, seorang warga net yang dikenal melalui akun media sosialnya langsung…

8 hours ago

Dugaan Jual-Beli Proyek APBD Samarinda: Mengapa Pasal Penipuan Dipakai, Bukan Tipikor?

SAMARINDA, indcyber.com – Penanganan perkara dugaan jual-beli proyek APBD di Kota Samarinda mulai memunculkan pertanyaan…

11 hours ago

Dinilai Banyak Drama dan Tunda Hak Angket, Aliansi Rakyat Kaltim Geruduk Kantor DPRD, Aksi Sempat Ricuh

SAMARINDA, indcyber.com – Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat kembali memuncak. Ratusan massa yang…

1 day ago

MAFIA ‘DOKUMEN TERBANG’ KALTIM DIUJUNG TANDUK: Setelah Tersangka Inisial A Ditahan, Jaksa Kini Incar Hardian dan Asun Si Aktor Intelektual!

SAMARINDA, indcyber.com– Kedok culas para pelaku kejahatan sektor pertambangan di Kalimantan Timur satu per satu…

1 day ago

ISOLASI SISTEMIK DI KRAYAN: Anggaran Triliunan Menguap, Perbatasan Sengaja Dibiarkan Sekarat?

KRAYAN, indcyber.com– Slogan "membangun dari pinggiran" yang kerap digelorakan dari istana Jakarta terbukti menjadi lelucon…

2 days ago