DPRD Kaltim Desak Revisi Aturan Usia Beasiswa Gratispol: “Jangan Biarkan Mimpi Rakyat Terhenti di Batas Usia”

Darlis Pattalongi,  foto bersama usai kegiatan Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat di Panti Aisyiyah Al Walidaturrahmah, Samarinda Ulu, Minggu (4/5/2025)

Indcyber.com,  Samarinda – Seruan perubahan menggema dari ruang-ruang aspirasi rakyat. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, secara tegas meminta Pemerintah Provinsi Kaltim untuk segera meninjau ulang batasan usia dalam program unggulan Beasiswa Gratispol yang digagas Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Dalam kegiatan Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat di Panti Aisyiyah Al Walidaturrahmah, Samarinda Ulu, Minggu (4/5/2025), Darlis menyuarakan kegelisahan masyarakat yang merasa terbatasi oleh aturan usia dalam mengejar jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

“Kalau memang aturannya terlalu ketat soal usia, kami minta ada pelonggaran tahun depan,” ucapnya lantang. “Jangan sampai mimpi mereka yang ingin melanjutkan studi tinggi pupus hanya karena angka.”

Menurutnya, tahun pertama pemerintahan Rudy–Seno adalah masa penyesuaian yang wajar. Tapi memasuki tahun kedua, rakyat menunggu realisasi. Ia pun menyoroti tantangan besar yang dihadapi pemimpin baru—berjalan di atas dua tuntutan: menyelesaikan warisan program lama dan menepati janji kampanye.

“Pemerintah saat ini sedang meniti jalan sempit. Di satu sisi harus melanjutkan program yang sudah ada dalam APBD, di sisi lain dituntut mewujudkan visi-misi sendiri. Sumber daya terbatas, tapi harapan masyarakat tidak bisa dibatasi,” katanya.

Darlis menegaskan, pendidikan adalah hak semua warga, tak peduli usia. Ia mendorong agar Pemprov Kaltim bersikap progresif dengan memperluas akses beasiswa tanpa terjebak pada angka.

“Anggaran pendidikan harus dinaikkan. Jangan biarkan regulasi justru menghalangi langkah anak bangsa. Beasiswa harus mengayomi, bukan menyaring mimpi,” tegasnya penuh harap.

Pernyataan ini menjadi sorotan publik, sebagai penanda bahwa di tahun kedua pemerintahan Rudy–Seno, tekanan dari legislatif dan masyarakat semakin kuat untuk memastikan Gratispol benar-benar menyentuh seluruh lapisan rakyat.

Reporter: Fathur | Editor : Awang | ADV

Awang

Recent Posts

MONUMEN KEGAGALAN DARI KUTAI BARAT: MANGKRAKNYA JEMBATAN ATJ MELAK DAN BANCAKAN UANG RAKYAT

SENDAWAR , indcyber.com— Di tengah hamparan Sungai Mahakam yang tenang, berdiri dua pilar beton berukuran…

10 hours ago

SULAP JALUR HIJAU JADI BENTENG BISNIS ILEGAL: KULITI SKANDAL PERGUDANGAN TANPA IZIN DI SUNGAI KUNJANG SAMARINDA

SAMARINDA, indcyber.com — Tabir gelap kejahatan tata ruang, penggelapan pajak daerah, serta dugaan keterlibatan oknum…

10 hours ago

Bobrok Pelayanan PDAM Samarinda: Warga Suryanata Menjerit, Hak Atas Air Bersih Diamputasi Bertahun-tahun

SAMARINDA , indcyber.com— Pelayanan air bersih oleh Perumdam Tirta Kencana (PDAM) Kota Samarinda kembali mendapat…

1 day ago

Kukuhkan Relawan di Samarinda, Edi Oloan Pasaribu Tegaskan Mandat DPP dan Komitmen Distribusi Program

SAMARINDA, indcyber.com — Langkah politik strategis terus digalang oleh kader Partai Amanat Nasional (PAN) di…

2 days ago

​”Eks Direktur KPK Resmi Pimpin Kejati Kaltim: Chatarina Muliana Girsang Siap Sikat Korupsi di Tanah Etam!”

SAMARINDA, indcyber.com — Rotasi kepemimpinan di tubuh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) resmi bergulir.…

2 days ago

BANJIR ANGGARAN RP 79,36 MILIAR DI LINGKAR KRAYAN: POTRET SKANDAL BANCAKAN PROYEK ABADI TANPA WUJUD ASPAL

Tanjung selor. Indcyber.com - PETA DATA ANGGARAN DARI DPUPR-PERKIM KALTARA (2021–2025): | Tahun | Rincian…

2 days ago