Suparno saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) VI PAN Kota Samarinda yang dirangkai dengan buka puasa bersama, Minggu (8/3/2026). Ia menyatakan dukungannya terhadap rencana pembatasan akses media sosial bagi anak usia 8–16 tahun guna mencegah kecanduan gadget. (Foto: Fathur)
Indcyber.com, SAMARINDA — Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk membatasi akses media sosial bagi anak-anak berusia 8 hingga 16 tahun. Menurutnya, langkah tersebut penting guna mencegah dampak negatif penggunaan gadget yang kini semakin sulit dikendalikan.
Hal itu disampaikan Suparno kepada awak media usai menghadiri kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) VI yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Samarinda, Minggu (8/3/2026).
Ia menilai, penggunaan telepon pintar oleh anak-anak saat ini kerap terjadi tanpa pengawasan yang memadai dari orang tua. Tidak jarang, ponsel diberikan kepada anak hanya untuk membuat mereka tenang saat orang tua sedang beraktivitas.
“Sering kali anak kecil diberikan HP supaya diam. Orang tua bisa melanjutkan aktivitasnya, tapi kita tidak tahu konten apa saja yang mereka lihat di dalamnya,” ungkap Suparno.
Menurutnya, berbagai aplikasi dan permainan digital yang mudah diakses anak-anak dapat memberikan pengaruh yang kurang baik jika tidak disertai pengawasan. Karena itu, ia menilai pembatasan akses berdasarkan usia bisa menjadi solusi yang cukup efektif.
“Kalau ada aturan yang membatasi sesuai umur, misalnya konten apa yang boleh diakses, tentu itu akan lebih baik untuk perkembangan anak,” jelasnya.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga berharap para orang tua dapat melihat kebijakan tersebut sebagai upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda dari dampak buruk dunia digital.
Ia menambahkan, apa yang dikonsumsi anak-anak di media sosial saat ini akan berpengaruh terhadap cara berpikir dan perilaku mereka di masa depan.
Selain itu, Suparno juga menyoroti dampak kesehatan akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Menurutnya, saat ini sudah banyak anak usia sekolah dasar yang harus menggunakan kacamata akibat terlalu lama menatap layar.
“Sekarang anak-anak SD sudah banyak yang pakai kacamata. Dulu orang seusia kita mungkin baru mengalami gangguan mata di usia 40 atau 50 tahun. Sekarang anak-anak sudah lebih dulu terpapar layar digital,” tutupnya.
Penulis: Fathur | Editor: Awang
Sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur berfoto bersama di depan Sekretariat APM Kaltim…
Dua pria terduga pelaku pengeroyokan diamankan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang usai insiden kekerasan di…
Dua pelaku pencurian sepeda motor berinisial MJ dan MH berhasil diamankan jajaran Polsek Samarinda Ulu.…
SAMARINDA, indcyber.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur resmi menetapkan status penahanan terhadap mantan Kepala Dinas…
KUTAI BARAT, indcyber.com – Kekecewaan mendalam disampaikan masyarakat bersama Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR)…
Balikpapan, indcyber.com – Diduga melibatkan oknum" pejabat dilingkungan dinas pupr prov kaltim, praktik korupsi kembali…